Pasutri Penjual Sate Daging Babi Jalani Sidang Perdana


Rabu, 12 Juni 2019 - 17:28:22 WIB
Pasutri Penjual Sate Daging Babi Jalani Sidang Perdana Suasana sidang perdana kasus pasutri penjual daging babi di Pengadilan Negeri Padang, Rabu (12/6). YUHENDRA
PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Kasus dugaan penjual sate daging babi memasuki babak baru. Dua tersangka yang merupakan suami istri  Bustami (56) dan Evita (47)  menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) klas IA Padang, Rabu (12/6).
 
Dua terdakwa ini menjalini sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dab terdakwa didamping empat orang Penasehat hukum (PH) yakni,  Nurul Ilmi, Hendri Chaniago. Martias dan Ferdison.
 
Tidak hanya itu, terdakawa yang mengenakan rompi merah tahanan Kejaksaan Negeri Padang dan dikawal petugas Kejari Padang dan Sabhara Polresta Padang.
 
JPU Muyana Safitri dalam dakwaannya mengatakan, perbuatan dua orang terdakwa berawal dari laporan dari masyarakat yang mengatakan sate KMS B menjual sate yang dagingnya dicampur dengan dagang babi.
"Dalam menindak lanjuti laporan tersebut langsung dilakukan menyelidikan dengan cara mengambil lima tusuk sate dan memeriksanya ke BPOM," kata Safitri.
 
Berdasarkan hasi labor yang dilakukan oleh BPOM menyatakan bahwa sampel daging sate yang diambil dari sate KMS B yang dilakukan uji laboratorium positif mengandung daging babi.
"Perbuatan terdakwa dikenakan pasal 8 ayat (1) huruf a dan UU No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana," katanya.
 
Sementara itu kuasa hukum terdakwa Nurul Ilmi cs mengatakan akan mangajukan nota keberataan atas dakwaaan jaksa. 
"Kami akan mengajukan nota keberatan atas dakwaan jaksa pekan depan, untuk itu kami meminta waktu kepada majelis hakim untuk mempersiapkannya," katanya. 
 
Menanggapi hal itu, sidang yang diketuai oleh Agus Komarudin beranggotakan Lifiana Tanjung dan Gutiarso,  memberikan waktu selama satu minggu untuk melakukan eksepsi. 
"Karena PH terdakwa akan mengajukan eksepsi, sidang ditunda hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan eksepsi PH terdakwa," katanya.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, kedua tersangka yang merupakan pasangan suami istri (pasutri). Kedua berhasil diciduk tim Buser Polresta Padang di Kabupaten Bekasi, usai buron sekitar satu bulan lamanya.
 
Kasus itu berawal ketika tim gabungan menggeledah sate gerobak merek KMS di kawasan Tugu Api, Simpang Haru, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang yang diduga menjual sate berbahan babi tanpa label. Penggeladahan yang dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa (29/1), dilakukan oleh petugas Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan, Balai BPOM, dan Satpol PP Padang.
 
Informasi penggunaan daging babi oleh sate KMSB di Simpang Haru berawal dari laporan masyarakat. Lalu, pihak Dinas Perdagangan Kota Padang bersama tim mengecek kebenaran tersebut, petugas membeli sampel daging sate. Untuk pengecekan labfor, petugas mengirim sampel itu ke Balai BPOM Padang selanjutnya merujuk ke Balai BPOM Aceh.
 
Berdasarkan hasil pemeriksaan terbukti bahwa daging sate KMS ini positif mengandung daging babi yang jelas-jelas haram dikonsumsi umat muslim. Apalagi, pedagang berjualan di tempat mayoritas pembelinya adalah muslim. (h/mg-hen)


 Sumber : Yuhendra /  Editor : HSP


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM