Pemko Bukittinggi Perkenalkan Kartu BRIZZI ke Masyarakat


Rabu, 12 Juni 2019 - 17:30:30 WIB
Pemko Bukittinggi Perkenalkan Kartu BRIZZI ke Masyarakat KARTU BRIZZI - Seorang nasabah BRI menunjukkan kartu BRIZZI. YURSIL.
BUKITTINGGI,  HARIANHALUAN.COM - Kartu BRIZZI mulai dikenal masyarakat sejak Pemko Bukittinggi memberlakukan kartu tersebut untuk masuk ke objek wisata Panorama Lobang Jepang dan Taman Marga Satwa Budaya Kinantan (TMSBK) atau lebih dikenal Kebun Binatang pada musim liburan Idul Fitri lalu.
 
Pemberlakuan kartu BRIZZI milik BRI menuai kritik dari pengunjung, pasalnya untuk mendapatkan kartu itu pengunjung harus rela antri yang cukup panjang di pintu masuk Kebun Binatang.
 
Kepala Cabang BRI Bukittinggi Asep Suhendra mengatakan, kartu BRIZZI itu tidak hanya digunakan untuk masuk ke Kebun Binatang saja, namun kartu itu bisa juga digunakan untuk berbelanja di supermarket, SPBU, Bus Way, jalan tol, tempat parkir, bandara dan tempat lain yang telah bekerjasama dengan BRI.
 
"Kalau di Sumbar sudah bisa digunakan seperti di Bandara BIN, Bus transparang dan di SPBU Padang," kata Asep kepada Haluan di ruang kerjanya, Senin (10/6).
 
Dalam waktu dekat ini tambahnya, BRI akan menjalin kerjasama dengan sejumlah dept store yang ada di Bukittinggi untuk memakai kartu BRIZZI. Selain itu, ia juga akan menjalin kerjasama dengan Pemko Bukittinggi untuk memakai kartu BRIZZI di area parkir Pasar Atas jika pasar itu siap dibangun. 
 
"Bagi pemilik kartu BRIZZI, akan mendapatkan discount apabila berbelanja di dept store yang telah bekerja sama dengan BRI," terangnya.
 
Ia menjelaskan, program Wallet atau kartu BRIZZI itu sesuai dengan  imbauan OJK tentang Cash Sosiaty yaitu mengurangi penggunaan uang tunai di masyarakat, sebab menurut OJK penggunaan uang tunai akan meningkatkan inflasi.
 
Selain itu, mungkian ada pertanyaan di masyarakat katanya, kenapa hanya BRI yang bisa bekerjasama dengan Pemko Bukittinggi untuk menjual kartu BRIZZI di objek wisata. 
 
Menurut Asep, BRI bukan bank yang pertama kali ditawarkan Pemko Bukittinggi namun sudah banyak bank lain tapi entah kenapa hingga bank tersebut tidak memanfaatkan peluang tersebut.
 
"Kita bukan yang pertama kali ditawarkan, kita dari sekian banyak bank yang ditawarkan tapi kita punya sistem untuk itu," ulasnya.
 
Ia menilai alasan Pemko Bukittinggi menerapkan sistim pembayaran non tunai adalah untuk memaksimalkan pendapatan daerah sekaligus mendata berapa jumlah pengunjung yang memasuki ke objek wisata.
 
Untuk menerapkan kartu BRIZZI itu,  pihaknya membutuhkan investasi, seperti pemasangan sistim dan teknologi di gate atau pintu masuk Kebun Binatang serta penambahan pegawai.
 
"Kartu BRIZZI kita jual seharga Rp20 ribu kenapa kita jual karena kita telah berivestasi disitu. Selama liburan hingga hari Minggu lalu kartu BRIZZI yang terjual sekitar 16 ribu keping ," ungkapnya. (h/ril)

 Sumber : Yursil /  Editor : HSP
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]