Diduga Lakukan Pungli, Mantan Kepala SMA N 1 Sungai Limau Jalani Sidang


Rabu, 12 Juni 2019 - 20:26:45 WIB
Diduga Lakukan Pungli, Mantan Kepala SMA N 1 Sungai Limau Jalani Sidang Mantan Kepala SMA Negeri 1 Sungai Limau, menjalani sidang perdananya,  di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) pada Pengadilan Negeri Kelas IA Padang, Rabu (12/6). HENDRA

PADANG, HARIANHALUAN.COM- Diduga melakukan tindak pidana berupa pungutan liar (pungli), terhadap para siswa kelas 12. Mantan Kepala SMA Negeri 1 Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman, Zulkaram (52), menjalani sidang perdananya, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) pada Pengadilan Negeri Kelas IA Padang, Rabu (12/6). 

Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Negeri Pariaman, mendakwa terdakwa Zulkaram,  menguntungkan diri sendiri dengan melakukan pemungutan, uang adminitrasi ijazah terhadap siswa kelas 12 yang akan tamat. 

"Diman pada tanggal 24 Maret 2018 dilakukan rapat komite, bersama  perangkat sekolah. Dalam rapat tersebut, dilakukan pembahasan tentang pembayaran iuran perpisahan untuk kelas 12," katan JPU Tanti Taher cs, saat membacakan dakwaannya. 

Disebutkanya, para siswa harus membayar Rp 60 ribu untuk kelas 12, Rp 50 ribu untuk siswa kelas 11 dan Rp 35 ribu untuk siswa kelas 10, serta uang kenang kenangan sebesar Rp 200 ribu, bagi siswa kelas 12. 

"Bahwa pada tanggal 6 Agustus 2018. Saksi Antoni dan Mandriyanti menghadap terdakwa, guna mempertanyakan penyerahan ijazah. Namun terdakwa malah menyuruh saksi Antoni, untuk memungut biaya pengambilan ijazah dan lain sebagainya, sesuai dengan hasil rapat," ujar JPU.

JPU menjelaskan bahwa, pada tanggal 14 Agustus 2018, saksi Antoni yang berada di warung miliknya, melakukan penyerahan ijazah dan melakukan pemungutan kepada para siswa kelas 12 yang akan tamat.  Pada saat itulah anggota kepolisian dari Polres Pariaman, mengamankan saksi Antoni bersama barang bukti.
"Dimulainya pemungutan hingga penangkapan, uang yang didapat sebanyak Rp 9.765.000," ujar JPU. 

Tak hanya itu JPU menyebutkan, perbuatan terdakwa menyuruh saksi Antoni, melakukan pemungutan bertentangan dengan peraturan pemerintah. 
"Perbuatan terdakwa melanggar pasal 12 huruf e jo pasal 12A ayat 1 dan 2 UU RI nomor 31 tahun 1999, tentang pemberantasan tindak pidana korupsi." ucap JPU. 

Terhdap dakwaan JPU, terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Putri Deyesi Putri, mengajukan nota keberatan atas dakwaan JPU atau eksepsi secara tertulis. 
"Kami akan mengajukan eksepsi, untuk itu mohon kepada majelis hakim untuk memberikan waktu mempersiapkan," katanya.

Terhadap permintaan PH terdakwa, sidang yang dipimpin oleh Yose Rizal beranggotakan Perry Desmarera dan M.Takdir, memberikan waktu satu minggu.                 
Sebelum sidang ditutup, terdakwa yang saat itu memakai baju kemeja, langsung ditahan oleh majelis hakim. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses persidangan. 

Dimana sebelumnya, terdakwa tidak dilakukan menahan oleh jaksa, dan pada sidang perdana terdakwa juga datang bersama keluarga. Namun ia harus rela ditahan atas perintah majelis hakim.(hen)


 Sumber : HEN /  Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 21 November 2019 - 13:57:29 WIB

    Aktivis Hong Kong Diduga Disiksa Polisi Rahasia Cina

    Aktivis Hong Kong  Diduga Disiksa Polisi Rahasia Cina HONG KONG, HARIANHALUAN.COM-Warga Hong Kong, Simon Chen, mengaku ditahan selama 15 hari. Dipukuli, dilarang tidur, dan dirantai oleh polisi rahasia Cina..
  • Ahad, 17 November 2019 - 13:36:31 WIB

    Wah..,Petani Ganja Diduga Picu Karhutla di Australia

    Wah..,Petani Ganja Diduga Picu Karhutla di Australia SYDNEY,HARIANHALUAN.COM-Kebakaran hutan di Australia disebabkan pertanian ganja.  Polisi mengamankan seorang pria yang diduga diduga sengaja membakar hutan untuk mengamankan panen ganjanya..
  • Selasa, 29 Oktober 2019 - 12:26:26 WIB

    Diduga Terlibat ISIS, Turki Tangkap Puluhan WNA

    Diduga Terlibat ISIS, Turki Tangkap Puluhan WNA ANKARA,HARIANHALUAN.COM-Kepolisian Turki menahan 20 orang yang diduga terkait dalam jaringan ISIS di ibu kota Ankara. Mereka yang ditangkap dalam operasi anti-teror itu merupakan warga negara asing (WNA). .
  • Kamis, 18 Juli 2019 - 22:21:17 WIB

    Studio Animasi Kyoto Diduga Dibakar, 24 Orang Tewas Terpanggang

    Studio Animasi Kyoto Diduga Dibakar, 24 Orang Tewas Terpanggang TOKYO,HARIANHALUAN.COM--Laporan media-media lokal menyebut sedikitnya ada 70 orang di dalam gedung tersebut saat aksi pembakaran Studio Animasi di Kyoto, Jepang terjadi, Kamis (18/7/2019). .
  • Rabu, 10 Juli 2019 - 10:13:56 WIB

    Diduga Lakukan Pelecehan Seks, Aktor Korea Kang Ji Hwan Ditangkap 

    Diduga Lakukan Pelecehan Seks, Aktor Korea Kang Ji Hwan Ditangkap  JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Kang Ji Hwan, ditangkap di rumahnya sendiri, di kawasan Gwangju, pada Selasa malam. Salah satu aktor top dari Korea Selatan ini ditangkap karena diduga melakukan pelecehan seksual. .

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM