Babak Baru Kasus BLBI, KPK Mulai Temukan 'Aset Haram' Tersangka Sjamsul Nursalim


Rabu, 12 Juni 2019 - 20:39:25 WIB
Babak Baru Kasus BLBI, KPK Mulai Temukan 'Aset Haram' Tersangka Sjamsul Nursalim Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

HARIANHALUAN.COM – Kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dengan tersangka Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim menemui babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menemukan aset yang terafiliasi ataupun dimiliki Sjamsul terkait kasus korupsi BLBI tersebut.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Rabu (12/6) mengungkapkan, Asset tracing sudah dilakukan KPK dan juga sudah mulai menemukan beberapa aset yang diduga milik dari tersangka, atau pun yang diduga terkait atau terafiliasi dengan tersangka atau perkara tersebut.

Saat ditanya aset Sjamsul mana saja yang diduga terkait dengan kasus itu, Febri belum mau menjawabnya. Ia mengatakan posisi aset itu merupakan bagian dari informasi teknis penyidikan.

"Tapi secara lebih rinci tentu kami belum bisa menyampaikan karena proses penyidikan tersebut masih berjalan," ujar Febri dilansir dari CNNIndonesia.com, Rabu (12/6).

Sjamsul sendiri masih memiliki aset dan bisnis yang berjalan di Indonesia. Salah satunya, PT Gajah Tunggal. Perusahaan ini memproduksi dan memasarkan ban dengan merek Zeneos dan GT Radial.

Perusahaan ini juga memiliki sejumlah anak usaha di antaranya PT Softex Indonesia (pembalut wanita), PT Filamendo Sakti (produsen benang), dan PT Dipasena Citra Darmadja (tambak udang, sewa gudang).

Sjamsul pun memiliki saham di Polychem Indonesia dan sejumlah usaha ritel yang menaungi beberapa merek ternama seperti Sogo, Zara, Sport Station, Starbucks, hingga Burger King.

Dalam kasus dugaan korupsi BLBI ini, KPK telah resmi menetapkan Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim sebagai tersangka. Sjamsul diduga sebagai pihak yang diperkaya Rp4,58 triliun dalam kasus ini.

Ia dan istrinya dijerat dengan pasal Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


 Sumber : cnn /  Editor : DavidR


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Juli 2019 - 12:14:48 WIB

    Babak Baru Kasus BLBI, KPK Panggil Mantan Menkeu Sebagai Saksi

    Babak Baru Kasus BLBI, KPK Panggil Mantan Menkeu Sebagai Saksi JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Babak baru kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) hari ini. KPK memanggil Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Subianto sebagai saksi kasus dugaan korupsi terkait Surat Keterangan Lun.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM