Agar Jangan Memberatkan Pengusaha, Kadin Tagih Janji Jokowi Soal Penurunan PPh


Rabu, 12 Juni 2019 - 22:06:03 WIB
Agar Jangan Memberatkan Pengusaha, Kadin Tagih Janji Jokowi Soal Penurunan PPh Para pengusaha Kadin saat pertemuan dengan Presiden Jokowi. dok/cnn

HARIANHALUAN.COM – Para pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia kembali menagih janji Presiden Joko Widodo terkait penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengatakan para pengusaha kembali mengingatkan janji tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan reformasi perpajakan yang digaungkan kepala negara.

Bahkan, pengusaha ingin kebijakan itu bisa dilanjutkan kabinet pemerintahan mendatang bila Jokowi sudah resmi ditetapkan sebagai presiden terpilih untuk periode 2019-2024.

Menurtnya, gagasan memangkas tarif PPh Badan sejatinya sudah pernah dipaparkan Jokowi sejak pemerintahan berjalan separuh periode. Namun sampai akhir masa Kabinet Kerja belum juga terealisasi.

Selain itu, ia mengungkapkan janji PPh Badan sebenarnya perlu direalisasikan untuk mendukung dunia usaha di Indonesia agar bisa bersaing dengan negara-negara tetangga. Sebab, pengurangan pajak merupakan salah satu insentif yang bisa menurunkan biaya operasional, sehingga tercipta harga barang dan jasa yang lebih kompetitif.

Terlebih, produktivitas dunia usaha di Indonesia sejatinya lebih rendah ketimbang negara tetangga. Walhasil, dunia usaha menilai perlu ada stimulus dari pemerintah.

"Kami mendorong reformasi perpajakan dari pemotongan PPh (Badan), apakah di level 17-18 persen dari sekarang masih 25 persen," ungkap Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/6).

Alih-alih meminta penurunan tarif PPh Badan, namun Rosan mengatakan kebijakan ini sebenarnya tidak semata-mata hanya menguntungkan dunia usaha. Sebab, pajak rendah bisa mendorong peningkatan volume penjualan.

Menurut dia, bila volume penjualan meningkat, maka penerimaan negara dari Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dibayarkan masyarakat selaku konsumen bisa tumbuh.

Sebelumnya, mantan gubernur DKI Jakarta itu memang pernah mengungkapkan telah meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati untuk menurunkan tarif PPh Badan. Namun, permintaan itu tak kunjung terealisasi hingga jelang akhir pemerintahan Kabinet Kerja.

"Tapi sampai sekarang saya tidak mengerti belum rampung-rampung, belum selesai. Saya tidak tahu hitungannya seperti apa. Tapi yang jelas, dari Kementerian Keuangan, dari Dirjen Pajak sampai saat ini belum masuk ke meja saya," katanya.

Padahal, menurutnya, penurunan PPh Badan perlu dilakukan untuk mendorong daya saing industri dan dunia usaha. Bahkan, ia berharap harga produk dari Indonesia bisa lebih rendah dari negara-negara lain, sehingga bisa mendorong ekspor Tanah Air.

"Kami ingin betul pajak ini tidak memberatkan pengusaha, tetapi memberikan dorongan kepada pengusaha agar mau berinvestasi dengan modal yang mereka miliki," ungkapnya.

Sementara itu, Sri Mulyani mengaku rancangan peraturan penurunan tarif PPh Badan sejatinya sudah selesai disiapkan oleh kementeriannya. Aturan tersebut berupa revisi Undang-Undang (UU) Nomor 36 Tahun 2008 tentang Perubahan Keempat atas UU Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasilan (PPh).

Aturan itupun sudah sempat diinformasikan ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) selaku mitra pemerintah dalam mengeluarkan payung hukum. Namun, belum bisa dipastikan kapan pembahasan revisi aturan itu bisa dilakukan oleh kedua belah pihak.

"Terkait penurunan tarif, itu hanya dimungkinkan kalau kami melakukan revisi UU PPh, sekarang sudah dipersiapkan," tuturnya. ()


 Sumber : cnn /  Editor : DavidR

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 11 Mei 2019 - 22:01:33 WIB

    Instagram Bakal Blokir Tagar Hoaks Soal Vaksin

    JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Instagram mengkonfirmasi mulai hari ini (10/5) menyembunyikan hasil pencarian melalui tagar yang secara konsisten menampilkan informasi palsu atau hoaks terkait vaksin seperti mencegah oran.
  • Ahad, 14 April 2019 - 20:18:02 WIB

    Tagar WhatsApp, Instagram, dan Facebook Down Trending Topic Dunia

    Tagar WhatsApp, Instagram, dan Facebook Down Trending Topic Dunia JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Grup Facebook, yaitu WhatsApp, Facebook, dan Instagram dilaporkan downoleh sejumlah pengguna di beberapa wilayah dunia pada Minggu (14/4/2019) petang waktu Indonesia. Pembahasan tentang grup Facebo.
  • Jumat, 18 Agustus 2017 - 09:20:16 WIB

    Young di Mata Warga Nagari Kacang, Dikenal Cuek, Tidak Pernah Betah di Kampung

    Young di Mata Warga Nagari Kacang, Dikenal Cuek, Tidak Pernah Betah di Kampung YOUNG Farmer (29), lelaki gondrong yang menghebohkan Indonesia karena disebut akan mengebom Istana Presiden, rupanya dikenal sebagai pemuda yang tak banyak ulah di kampungnya, Jorong Balerong, Nagari Kacang, Kecamatan X Koto .
  • Selasa, 02 Mei 2017 - 01:11:11 WIB

    Ricky Donals, Perajut Silaturahmi Saudagar Minang

    Ricky Donals, Perajut Silaturahmi Saudagar Minang Demi Minangkabau yang dicintainya, Ricky akan terus berjalan, walau dia meyakini, apa yang akan diraihnya tak akan cukup membalas segala hutangnya pada tanah kelahiran. Walau akan banyak aral menghadang, cadas nan terhampar, .
  • Kamis, 02 Juni 2016 - 05:13:47 WIB
    Reshuffle Kabinet

    Jokowi Agar Jaga Komitmen KIH

    Jokowi Agar Jaga Komitmen KIH JAKARTA, HALUAN — Presi­den Joko Widodo diminta untuk mempertimbangan parpol-parpol yang sudah berjuang di Pilpres 2014 dalam melakukan reshuffle kabinet..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM