Trauma Banjir Susulan, Warga Sungai Limau Minta Pemerintah Perbaiki Bendungan Pangian


Jumat, 14 Juni 2019 - 15:54:06 WIB
PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Trauma akan terjadinya banjir susulan, warga Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman desak pemerintah daerah segera benahi bendungan Pangian yang jembol. Pasalnya, banjir yang terjadi beberapa hari lalu disebabkan oleh jembolnya bendungan tersebut.
 
Anggi (43), warga Sungai Limau yang ikut menjadi korban menyebut, hampir setiap tahun Sungai Limau dilanda banjir yang berasal dari luapan sungai Kuranji. Ditahun 2018 lalu, rumahnya sudah dilanda banjir sebanyak enam kali berturut-turut. Namun banjir yang paling besar adalah yang kemarin. 
 
"Semenjak rusaknya bendungan Pangian di tahun lalu, Sungai Limau khususnya rumah saya menjadi langganan banjir. Bahkan kalau sudah musim hujan pasti air sungai Kuranji sudah meluap ke perkarangan rumah saya," ujarnya.
 
Menurutnya, pemerintah harus segera memperbaiki bendungan tersebut, kalau tidak warga di Sungai Limauasih akan terancam banjir susulan. "Saya berharap pemerintah segera memperbaiki bendungan Pangian yang rusak tersebut," ujarnya lagi.
 
Hal senada juga diutarakan Masrizal (37), pedagang di Pasar Sungai Limau yang mengeluhkan kondisi pasar yang sering terkena banjir bandang. Ia mengatakan, kerugian sudah sering dialami oleh para pedagang disini karena sering terkena banjir. Dimana banjir tersebut terkadang datang dengan tiba-tiba, sehingga dirinya tidak bisa menyelamatkan barang dagangannya. "Kalau sudah datang musib hujan kami para pedagang sudah was-was akan terkena banjir. Saya sebenarnya sudah kapok jualan di pasar ini, namun mau gimana lagi, kalau tidak jualan tidak dapat penghasilan," ujarnya.
 
Ia juga meminta kepada Pemerintah Daerah Padang Pariaman, agar segera menindak lanjuti keluhan warga ini. "Saya berharap pemerintah segera memperbaiki bendungan ini, kalau tidak ekonomi warga Sungai Limau terancam mati," ujarnya lagi menambahkan.
 
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni menilai banjir yang datang akibat Cek Dam tebing sungai yang sudah jebol. Ditambah lagi tidak adanya pengaman tebing  pada sungai tersebut.  "Saya berharap pemerintah Provinsi segera memperbaiki dinding sungai yang saat ini rusak," ujar Ali Mukhni.
 
Ia juga menegaskan, pemerintah daerah  Padang Pariaman akan melakukan yang terbaik untuk mevakuasi warga. "Atas nama pemerintah daerah Padang Pariaman ikut berduka cita atas bencana alam yang terjadi. InsyAllah dalam waktu dekat ini kami akan memperbaiki semua sarana dan prasarana yang rusak akibat banjir," ujarnya lagi.  (h/rul)
 


Reporter : Khairul /  Editor : HSP


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 27 Juli 2019 - 22:19:38 WIB

    Trauma BUMD Banyak Rugi, DPRD Ingatkan Pendirian PT Sumbar Energi Jangan Sampai Tak Untung

    Trauma BUMD Banyak Rugi, DPRD Ingatkan Pendirian PT Sumbar Energi Jangan Sampai Tak Untung PADANG, HARIANHALUAN.CO- Komisi III DPRD Sumbar saat ini tengah membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang pendirian BUMD PT Sumbar Energi. .
  • Kamis, 30 Juni 2016 - 07:24:50 WIB

    KA Tabrak Minibus, Korban Trauma

    KA Tabrak Minibus, Korban Trauma PARIAMAN, HALUAN — Kareta Api jurusan Padang – Pariaman kembali terlibat kecelakaan. Sebuah mobil minibus Nissan Livina dengan nomor polisi BA 1028 WN ditabrak kareta api di desa Ujung Batung, Pariaman Tengah, Kota Pariam.
  • Rabu, 11 Mei 2016 - 17:36:14 WIB

    Silvia Antika, Korban Perampokan di Muara Kelaban Masih Trauma

    Silvia Antika, Korban Perampokan di Muara Kelaban Masih Trauma SAWAHLUNTO, HALUAN -- Meski tiga pelaku perampokan telah diringkus, Silvia, korban perampokan di Muara Kelaban itu, mengaku masih sangat takut untuk menyetor uang ke bank. Rasa trauma yang dialaminya, juga sempat membuat sel.
  • Jumat, 26 Februari 2016 - 03:10:46 WIB

    Korban Rampok Masih Trauma

    LIMAPULUHKOTA, HALUAN — Korban peram­pokan di Jorong Sopang, Nagari Pangkalan, Kecama­tan Pangkalan Koto Baru Kabupaten Limapuluh Kota, Juriah (42) mengalami trauma berat. Dalam peristiwa perampokan yang ia alami bersama .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM