Isu KLB Demokrat Bikin Gaduh, Usul Pemecatan Penggagas KLB Pun Menyeruak


Ahad, 16 Juni 2019 - 21:14:11 WIB
Isu KLB Demokrat Bikin Gaduh, Usul Pemecatan Penggagas KLB Pun Menyeruak Ketum Partai Demokrat, Soesilo Bambang Yudhoyono.dok/net

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Usul pemecatan bagi para penggagas KLB menyeruak pasca munculnya isu permintaan Kongres Luar Biasa (KLB) dengan pembentukan Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD). Isu ini diapungkan oleh senior Partai Demokrat, Max Sopacua dan kawan-kawan.

DPD dan DPC Partai Demokrat seluruh Indonesia saat ini muncul ke permukaan menentang usul KLB yang dilontarkan oleh Max Sopacua dan kawan-kawan tersebut.

“Ini menunjukkan bahwa memang seluruh struktur Demokrat dari DPP hingga DPC solid, tidak ada masalah dan kiblatnya tetap kepada SBY sebagai Ketua Umum," ujar Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean saat dikonfirmasi, Sabtu (15/6/2019) malam.

Dikutip dari detik.com, sebenarnya GMPPD dalam konferensi pers mereka sama sekali tidak menyampaikan usul KLB. Namun, dalam keterangan tertulis yang dibagikan kepada wartawan saat konferensi pers, ada poin yang menyinggung soal KLB. Keterangan tertulis ini menyatakan KLB merupakan upaya mengembalikan kejayaan Demokrat untuk Pemilu 2024.

"Saya titik beratkan konpers (konferensi pers) kemarin adalah penyelamatan partai saja. Kalau ada KLB itu alternatif. Mereka itu kan membaca, mereka membiarkan partai hancur. Baca dulu bagiannya. Wartawan juga bisa baca. KLB alternatif. Jangan itu yang jadi acuan. Yang jadi acuan adalah bagaimana selamatkan partai di 2024. itu titik tolaknya," tegas Max mengklarifikasi.

Apapun kata Max Sopacua, Ferdinand Hutahaean menegaskan usul sanksi pemberhentian bagi penggagas KLB kadung menguat. Dewan Kehormatan PD disebut bakal segera bekerja sesuai kewenangan mereka.

"Usulan sanksi tersebut kemudian juga mencuat agar penggagas KLB diberhentikan atau dipecat. Terkait ini, akan menjadi wilayah Dewan Kehormatan. Lembaga dalam organisasi yang dipimpin Amir Syamsudin ini tentu akan bekerja sesuai kewenangannya. Maka kami menyerahkan kepada Dewan Kehormatan terkait usul pemberhentian tersebut," jelas Ferdinand. (*)

 Sumber : dtk.com /  Editor : DavidR

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]