Klarifikasi Data Wisatawan, Dispar Sumbar Panggil Dispar Kabupaten Kota


Rabu, 19 Juni 2019 - 18:07:37 WIB
Klarifikasi Data Wisatawan, Dispar Sumbar Panggil Dispar Kabupaten Kota Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian berikan keterangan pada jurnalis. RINA AKMAL

PADANG, HARIANHALUAN.COM--Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian lakukan klarifikasi terhadap data yang dikirim ke provinsi, terkait jumlah kunjungan wisatawan ke kabupaten kota rentang 5 Juni hingga tanggal 9 Juni 2019.

Jumlah kunjungan wisatawan pada libur lebaran Idul Fitri 1440 H tahun 2019 meningkat dari tahun sebelumnya. Jika tahun 2018 lalu jumlah kunjungan 1,6 juta, tahun 2019 meningkat jadi 2,1 juta.

Angka tersebut rangkuman dari jumlah kunjungan masing-masing kabupaten kota di Sumbar, dari tanggal 5 Juni hingga 9 Juni 2019 dengan jumlah 2.146.749 wisatawan. Data tersebut minus Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang belum mengirimkan datanya ke provinsi.

Dari data yang didapat di Dinas Pariwisata Sumbar, Kabupaten Pesisir Selatan mendapat kunjungan paling tinggi sebesar 795.747 wisatawan, Kota Padang 330.000 wisatawan, disusul Kota Pariaman 226.993 wisatawan dan Bukittinggi 192.242 wisatawan.

Namun begitu, Dinas Pariwisata Sumbar bergerak cepat dalam mengklarifikasi validitas data kunjungan ke objek wisata yang menjadi polemik setelah mereka rilis beberapa waktu lalu. 

Klarifikasi dilakukan dengan mengadakan rapat di Aula Dinas Pariwisata Sumbar, Selasa, (18/6) bersama kabupaten dan kota se-Sumbar. Pemanggilan kabupaten kota ini bukti keseriusan provinsi, guna meluruskan persoalan yang ada.

"Kami serius meluruskan persoalan ini, mereka (Dinas Pariwisata) datang semuanya, ada dari Kepulauan Mentawai hingga Pasaman Barat," ujar Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian usai melakukan pertemuan. 

Dari pertemuan tersebut diketahui, ada 3 metode yang digunakan kabupaten kota dalam menghitung data pengunjung saat lebaran. Yakni, dari tiket masuk (destinasi berbayar), data kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan estimasi atau perhitungan dari luas lokasi objek wisata yang dijumlahkan dengan jumlah pengunjung melalui pengamatan. 

"Telah kami dengarkan dan saksikan pemaparan kawan-kawan daerah, data tersebut benar dan bisa dipertanggungjawabkan," tegasnya. 

Data pengunjung dari wisata berbayar atau tiket masuk sebanyak 1,269,672 orang, pokdarwis (kelompok sadar wisata)    128,847 dan estimasi    711,443 orang. "Setiap daerah berbeda - beda jumlah destinasi yang mereka hitung, sehingga perolehan angka juga berbeda," ulasnya.
        
Oni mengakui, data tersebut bukan wisatawan yang datang akan tetapi kunjungan ke objek wisata. Namun pihaknya juga tengah mengumpulkan data wisatawan melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan Kementerian PUPR yang menghitung pergerakan kendaraan saat lebaran. 

"Wisatawan memang agak kurang saat libur lebaran, namun perantau bisa dikategorikan wisatawan, sebab mereka tidak menetap lagi di Sumbar," jelasnya. 

Hari ini telah masuk data Kabupaten Kepulauan Mentawai yang belum sempat mengirim saat data dirilis. Namun begitu jumlahnya tidak jauh berbeda sebab pengunjung di Mentawai tidak terlalu signifikan. 

Ke depan, Dispar Sumbar akan mencarikan formula, standar dan metode penghitungan agar tidak menjadi perdebatan soal angka. Namun, data tersebut bisa dijadikan sebagai acuan dalam pengembangan pariwisata di masing-masing daerah. 

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Pesisir Selatan Hadi Susilo mengaku telah menyiapkan lebih awal soal penghitungan tersebut. Bahkan pihaknya melibatkan duta pariwisata setempat untuk menghitung jumlah kunjungan ke objek wisata. 

"Ada 16 destinasi yang kami jadikan objek penghitungan dengan melibatkan tenanga dari Dinas Pariwisata, Pokdarwis dan Duta Pariwisata dengan menghitung jumlah tiket masuk dan  mengestimasi jumlah kunjungan," ujarnya.

Sebelumnya, Pakar Pariwisata Universitas Andalas (Unand), Sari Lenggogeni menyangsikan data yang dirilis Dinas Pariwisata beberapa waktu lalu. Pesisir Selatan dinyatakan mendapatkan kunjungan tertinggi dari daerah lainnya.

Sari Lenggogeni juga mempertanyakan metode yang digunakan, dalam menghitung jumlah pengunjung tersebut. "Saya kurang setuju, penghitungannya pakai standar dan metode apa? Apakah melalui retribusi tiket masuk, parkir dab sebagainya. Itu harus clear," pungkasnya.


Reporter : RIN /  Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 23 Oktober 2015 - 19:23:41 WIB

    KPU: Kita Belum Verifikasi dan Klarifikasi

    SK PEMBERHENTIAN ATOS PRATAMA DIRAHASIAKAN

    PASAMAN, HALUAN — Calon Wakil Bupati Pasa­man Atos Pratama dari Pa­sa­ngan Calon Yusuf Lubis- Atos Pratama nomor urut 2, telah menye.

  • Kamis, 27 Agustus 2015 - 19:06:22 WIB

    Kerajaan Pagaruyung Mendapatkan Klarifikasi Penolakan Muchdan

    TANAH DATAR, HALUAN — Kerajaan Pagaruyung mendapatkan klarifikasi dari Yang Dipertuan Rajo Adat Minangkabau di Buo sebagai pewaris Rajo Adat tentang surat pernyataan sekelompok orang yang mengatasnamakan.

  • Jumat, 24 Juli 2015 - 19:25:53 WIB

    Walinagari GMSS Klarifikasi Penyebab Runtuhnya Check Dam

    PAINAN,HALUAN — Terkait pemberitaan check dam runtuh yang terbit di Haluan Jumat (24/7), Walinagari Gantiang Mudiak Selatan Surantiah (GMSS) mem­berikan klarifikasi penyebab runtuhnya .

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM