Dinas ESDM Sumbar: Tambang Pasir Muara Surantiah Ilegal


Kamis, 20 Juni 2019 - 23:11:55 WIB
Dinas ESDM Sumbar: Tambang Pasir Muara Surantiah  Ilegal Penambangan pasir dan kerikil di Muara Surantih dinyatakan ilegal. OKIS,

PAINAN, HARIANHALUAN.COM – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumbar memastikan bahwa aktivitas penambangan pasir dan kerikil di Muara Surantih, Pesisir Selatan sejak dua tahun belakangan sebagai aktivitas ilegal. Selama ini, penambangan itu dikhawatirkan masyarakat nelayan, karena menyebabkan batu pengaman bibir muara amblas, dan akan berdampak pada pendangkalan muara.

"Hingga kini, kami belum pernah menerbitkan izin penambangan pasir dan kerikil di Muara Surantih ini," kata Kepala Dinas ESDM Sumbar, Heri Martinus, kepada sejumlah wartawan di Painan, Kamis (20/6).

Menurut Heri, agar aktivitas tersebut tidak berlanjut hingga berdampak buruk terhadap lingkungan masyarakat, maka aparat kepolisian mesti melakukan tindakan tegas. "Sebab, untuk tambang ilegal ini, kewenangannya ada di kepolisian," kata Heri lagi.

Sementara itu, ketua Kelompok Nelayan Harapan Jaya Bagan Sutera, Ramadan, mengaku telah mengundang pemilik tambang untuk mencari jalan tengah, sebab kegiatan yang sudah berlangsung hampir dua tahun itu, telah menyebabkan amblasnya batu pengaman bibir muara sepanjang lebih kurang 30 meter.

"Kami sebagai nelayan tentu tidak tinggal diam dengan kondisi yang ada. Namun, kami agak kecewa karena pertemuan sebelumnya tidak membuahkan hasil dan aktivitas tersebut tetap berlanjut. Padahal pertemuan saat itu juga dihadiri perangkat nagari dan kepolisian," ucapnya.

Terkait kondisi itu, pihaknya berharap ada tindakan tegas dari instansi terkait, sebab jika penambangan tetap berlangsung maka batu pengaman bibir muara akan amblas secara keseluruhan dan berdampak pada pendangkalan muara.

"Selain itu, keluar masuk kapal di muara akan sulit seperti saat sebelum batu pengaman bibir muara dibangun, sehingga biaya pembangunannya yang mencapai miliaran rupiah akan terbuang sia-sia," tuturnya.

Muara Surantih sendiri merupakan tempat bersandar 41 unit kapal bagan dan 22 unit kapal tondo. Setiap harinya, puluhan kapal berukuran kecil lalu lalang di lokasi tersebut.

Pengakuan salah seorang pemilik mesin dompeng, Rizal (40) menyebutkan bahwa ia sudah menambang pasir dan kerikil di lokasi itu hampir dua tahun lamanya. Kendati demikian, ia berani memastikan jika kegiatannya tidak akan berdampak terhadap batu pengaman bibir muara, selain itu, kegiatan itu juga dilakukan berdasarkan permintaan nelayan, agar muara tidak dangkal. (kis)

Reporter : OKIS /  Editor : DNJ
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]