Kadisdik Adib Alfikri: PPDB SMA/SMK Sumbar Dimulai 25 Juni


Kamis, 20 Juni 2019 - 23:19:43 WIB
Kadisdik Adib Alfikri: PPDB SMA/SMK Sumbar Dimulai 25 Juni Jumpa pers Disdik Sumbar bersama awak media. DANI

PADANG,HARIAN HALUAN.COM — Meski sempat tertunda akibat peraturan gubernur (pergub) tentang penyelenggaraan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) yang tak kunjung terbit, Dinas Pendidikan (Disdik) Sumbar akhirnya bakal membuka PPDB Tingkat SMA/SMK Sederajat Tahun Ajaran 2019/2020 mulai 25 Juni mendatang.

"Sempat tertunda karena proses fasilitasi Pergub tersebut masih berlangsung di Kemendagri. Namun, insya Allah dalam minggu ini prosesnya selesai dan bisa langsung diserahkan ke Pemprov Sumbar," ujar Kepala Disdik Sumbar, Adib Alfikri, saat jumpa pers dengan awak media di RM Silungkang, Kamis (20/6).

Keterlambatan Disdik Sumbar dalam menyelesaikan pergub tentang PPBD itu, tak terlepas dari perubahan aturan fasilitasi pergub. Sebelumnya, pergub tentang PPBD selalu menjalani proses fasilitasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Akan tetapi, tahun ini proses fasilitasi dialihkan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Adib mengaku pihaknya tidak tahu tentang aturan baru tersebut sampai Biro Hukum Setdaprov Sumbar mengembalikan draf pergub yang telah dikirimkan ke Kemendikbud. Hal ini tentu membuat kacau seluruh jadwal PPDB yang telah disusun jauh-jauh hari.

"Disdik sudah sejak lama menyusun jadwal PPDB 2019. Bahkan jauh sebelum saya diangkat menjadi Kadisdik. Jadi bukan kami yang molor, tapi aturan itu yang telat sampai ke Disdik Sumbar," ucap mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumbar itu.

Di samping itu, masalah lain yang juga sempat menimbulkan polemik di tengah-tengah masyarakat, khususnya para orang tua siswa, bahwa Disdik Sumbar yang tidak menerapkan sistem penerimaan berbasis zonasi pada PPDB 2019, seperti halnya yang dilakukan oleh provinsi-provinsi lain. Alih-alih, Disdik Sumbar justru menerapkan sistem zonasi kabupaten/kota.

Adib menyebutkan, keputusan ini diambil karena situasi geografis dan demografis masyarakat Sumbar yang membuat sistem zonasi sulit untuk diterapkan. Lokasi SMA/SMK di Sumbar dinilai tidak beriringan dengan sebaran penduduknya.

"Saya ambil contoh SMA/SMK yang ada di Padang. Di Padang, sebagian besar SMA, khususnya SMA favorit berlokasi di pusat kota. Sementara di daerah pinggiran hanya ada satu atau dua SMA saja. Padahal tingkat kepadatannya cukup tinggi, karena di sana banyak pemukiman penduduk. Kawasan seperti Kuranji, Pauh, dan Kota Tangah jumlah penduduk cukup tinggi, tapi di sisi lain jumlah SMA/SMK yang ada di sana bisa dihitung jari," katanya.

Oleh sebab itu, apabila sistem zonasi diterapkan di Padang, maka sekolah yang berada di daerah pinggiran akan disesaki oleh siswa baru. Sementara di pusat kota, bisa diprediksi akan sepi pendaftar.

"Kami sudah mendiskusikan hal ini dengan Mendikbud, dan kami boleh untuk tidak menggunakan sistem zonasi. Menerut Mendikbud, aturan bisa dibuat fleksibel dan mengikuti kondisi daerah yang bersangkutan," ucap Adib.(dan)


Reporter : DANI /  Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM