AMPF Sampaikan Dukungan, Fatwa Ulama Aceh Resmi Haramkan Game PUBG


Sabtu, 22 Juni 2019 - 21:26:22 WIB
AMPF Sampaikan Dukungan, Fatwa Ulama Aceh Resmi Haramkan Game PUBG Juru bicara AMPF Ulama Aceh, Teuku Farhan (dua kanan) di Banda Aceh, Sabtu (22/6) (ANTARA)

BANDA ACEH, HARIANHALUAN.COM- Fatwa Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh  telah mengharamkan permainan  game daring Player unknown battle ground (PUBG) dan sejenisnya. Fatwa Haram Game  PUBG ini  didukung Aliansi Masyarakat Pengawal Fatwa (AMPF) Ulama Aceh.

 

Baca Juga : Nama Cita Citata Terseret Kasus Korupsi Bantuan Sembako Covid-19

“Kami mendukung dan akan mengawal Fatwa MPU Aceh terkait pelarangan (haram) game Player Unknown’s Battle Grounds (PUBG) dan sejenisnya,” kata juru bicara AMPF Ulama Aceh, Teuku Farhan pada jumpa pers di Banda Aceh, Sabtu (22/6), seperti dikutip antaranews.com.

AMPF Ulama Aceh juga mendorong dan meminta Pemerintah Aceh untuk menindaklanjuti Fatwa MPU tersebut sebagai upaya untuk menangkal dampak buruk pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang menyimpang seperti kecanduan game dan mengandung unsur kekerasan.

Baca Juga : Wah! 1,1 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca Sampai di Tanah Air

"Pemerintah Aceh melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Aceh (Diskominsa) dan DPR Aceh untuk menyurati Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Republik Indonesia agar memblokir game online yang mengandung unsur kekerasan, kebrutalan, sadism, pornografi, pendangkalan akidah, penghinaan simbol agama, serta pembunuhan seperti game PUBG,"kata  juru bicara AMPF Ulama Aceh itu.

Lebih lanjut pihaknya juga meminta Pemerintah Aceh untuk menerbitkan surat edaran dan sosialisasi terkait Fatwa MPU Aceh yang mengharamkan permainan game online yang dapat merusak mental generasi muda Aceh.

Baca Juga : Tarif Tenaga Listrik Pelanggan Nonsubsidi Periode April–Juni 2021 masih Tetap

AFMP juga meminta dukungan para pihak, khususnya pengusaha warung kopi, warung internet, game station, dan pihak terkait lainnya untuk mematuhi dan menyosialisasi fatwa MPU Aceh tersebut.

"Peran serta orangtua untuk mendampingi dan mengawasi anak-anaknya agar tidak menjadikan gadget dan sejenisnya sebagai media yang merusak mental dan masa depan," tutur Juru bicara AFMP.

Baca Juga : Tak Hanya Rekam Pelanggar Lalu Lintas, Ini Fungsi Lain dari ETLE

"Kami meminta semua pihak untuk meniadakan dan membatalkan semua agenda kompetisi game e-sports terkait PUBG dan sejenisnya di wilayah Provinsi Aceh dan menghormati Fatwa MPU Aceh sebagai cerminan bangsa yang beradab, beradat, dan bertamaddun,” pinta Teuku Farhan.

AMPF Ulama Aceh merupakan Aliansi konsolidasi yang dibentuk bersama oleh OKP/Ormas/LSM di Aceh guna mendukung dan mengawal Fatwa Ulama Aceh .

Diberitakan sebelumnya,  Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh  telah mengeluarkan fatwa haram memainkan permainan daring player unknown battle ground atau PUBG dan sejenisnya.

"Sebelum disahkan, fatwa haram bermain PUBG dan permainan perang sejenis dibahas. Dalam pembahasan ini juga mengundang sejumlah ahli," kata Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali,

"Permainan PUBG dan sejenisnya ini juga menghina simbol-simbol Islam. Sebab itu, permainan PUBG dan sejenisnya haram dimainkan," tegasnya. (*)

Editor : DNJ | Sumber : ANTARANEWS
TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]