Gunakan Tentara Anak, Separtis TNPB  Dinilai Langgar Konvesi Internasional


Senin, 24 Juni 2019 - 14:32:38 WIB
Gunakan Tentara Anak, Separtis TNPB  Dinilai Langgar Konvesi Internasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TNPB) merekrut anak-anak remaja sebagai tentara. RNZPacific

JAKARTA,HALUAN.COM-Kelompok separatis Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TNPB) mempublikasikan penggunaan Tentara Anak. TNPB mendokumentasikan pembentukan tentara anak itu sebagai bahan propaganda.

Dalam salah satu foto terlihat anak-anak remaja dengan wajah dicat hitam. Mereka memegang senapan lengkap dengan amunisi dan mengenakan seragam ala militer.

Dilansir sindonews, Senin (24/6),  foto itu diambil di suatu tempat di perbukitan terpencil Papua Barat pada bulan Mei. Foto tersebut dirilis kelompok TNPB, sebuah kelompok separatis yang selama ini melawan militer Indonesia dan mencoba memproklamasikan kemerdekaan Papua Barat.

"Anak-anak ini secara otomatis menjadi pejuang dan penentang militer kolonial Indonesia," kata Sebby Sambom, juru bicara TNPB, seperti dikutip Asia Pacific Report, Senin (24/6/2019).

Dia mengatakan sekitar selusin tentara anak berusia antara 15 dan 18 tahun saat ini berjuang untuk kelompoknya di berbagai daerah di Papua.

Menurut Kelompok Kerja PBB untuk Anak-anak dan Konflik Bersenjata, dalam hukum hak asasi manusia internasional, 18 tahun adalah usia legal minimum untuk perekrutan dan penggunaan anak-anak dalam permusuhan.

Sedangkan penggunaan anak-anak usia 15 tahun ke bawah sebagai tentara didefinisikan sebagai kejahatan perang oleh Pengadilan Kriminal Internasional.

Sambom, yang berbasis di Papua Nugini, mengaku menyadari bahwa perekrutan anak-anak sebagai tentara perang merupakan pelanggaran konvensi internasional. Namun, dia mengatakan pendaftaran anak-anak sebagai kombatan diperlukan karena apa yang terjadi di Papua Barat adalah penindasan oleh militer Indonesia.

Dia juga mengakui anak-anak telah berjuang untuk berbagai kelompok separatis di Papua selama beberapa dekade.

TNPB telah menjadi sorotan media sejak melakukan serangan di Kabupaten Nduga sejak akhir tahun lalu.

Pada bulan Desember, kelompok itu membantai sedikitnya 16 pekerja konstruksi Indonesia di Nduga yang sedang mengerjakan proyek Jalan Trans-Papua.

Chris Wilson, seorang dosen senior di Universitas Auckland yang berspesialisasi dalam terorisme dan konflik di Indonesia, mengatakan penggunaan tentara anak-anak akan memperpanjang kekerasan di Papua.

"Akan sangat sulit bagi mereka untuk diintegrasikan kembali ke masyarakat begitu mereka terlibat dalam kekerasan aktual dari jenis usia itu," ujarnya.

Wilson mengatakan kehadiran mereka juga akan memperumit bentrokan bagi militer Indonesia, yang kemungkinan akan dicegah untuk menggunakan "kekuatan luar biasa" jika mereka mengetahui anak-anak berada dalam barisan separatis.

Kapendam XVII Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi, mengatakan dia tidak tahu tentang penggunaan tentara anak oleh TNPB.(*)
 


 Sumber : Sindonews /  Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 14 Mei 2019 - 22:37:13 WIB

    YLBHI Nilai Pemerintah  Sembarangan Gunakan  Pasal Makar

    YLBHI Nilai Pemerintah  Sembarangan Gunakan  Pasal Makar JAKARTA, HARIANHALUN.COM- Dalam KUHP asli yang bersumber dari Belanda, makar adalah Anslaag yang berarti serangan. Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) Asfinawati menjelaskan,  dikatakan makar apabila ada seranga.
  • Senin, 29 Mei 2017 - 21:29:27 WIB

    Penangkapan Ahmad Rifai, Polda Sumbar: Polri Menggunakan Alat Pelacak

    Penangkapan Ahmad Rifai, Polda Sumbar: Polri Menggunakan Alat Pelacak PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat (Kasubbid Penmas) Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) Polda Sumbar, AKBP Nina Martini menyebut bahwa Polda Sumbar hanya memfasilitasi Tim Tindak Pidana Sib.
  • Selasa, 09 Mei 2017 - 18:02:05 WIB

    Pencuri di Sijunjung Ini Sempat Lawan Polisi Menggunakan Pisau

    Pencuri di Sijunjung Ini Sempat Lawan Polisi Menggunakan Pisau SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM— Dua orang pemuda tanggung terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian dan harus mendekam dibalik sel tahanan Mapolres Sijunjung. Ia ditangkap karena diduga telah malakukan pencurian dengan pember.
  • Senin, 17 April 2017 - 11:34:10 WIB

    Pencuri Ini Gunakan Toyota Avanza untuk Mencuri Ternak

    Pencuri Ini Gunakan Toyota Avanza untuk Mencuri Ternak PADANG, HALUAN – Seorang terduga pelaku pencurian ternak (Peter) diamankan oleh tim dari Polsek Kuranji dan Polsek Koto Tangah di Jalan DPR, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Minggu (16/4) pagi..
  • Ahad, 28 Agustus 2016 - 19:23:21 WIB

    Sakau, Kandang Ayam-pun Digunakan Untuk 'Nyabu'

    Sakau, Kandang Ayam-pun Digunakan Untuk 'Nyabu' AROSUKA, HALUAN--Tiga tersangka pengguna dan pengedar narkoba ditangkap Satuan Narkoba Polres Solok Arosuka dikawasan Sawah Sudut Nagari Salayo, Jum'at (26/8). .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM