Pejabat BMKG Sebut Gempa Cilacap Tinggalkan 'Teka-teki'


Sabtu, 29 Juni 2019 - 23:36:40 WIB
Pejabat BMKG Sebut Gempa Cilacap Tinggalkan 'Teka-teki' Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono menyebut gempa magnitudo 5,3 yang mengguncang Cilacap, Jawa Tengah, siang tadi meninggalkan sebuah teka-teki. Hal itu disampaikan Daryono di akun twitter pribadinya, @DaryonoBMKG, beberapa saat setelah gempa terjadi.

Dituliskan Daryono, gempa Cilacap meninggalkan teka-teki karena menjadi gempa signifikan keempat yang mengguncang zona selatan Jawa Barat dan Jawa Tengah sejak 18 Mei 2019. Keempat gempa itu masing-masing terjadi pada 18 Mei, 9 Juni, 21 Juni dan hari ini, Sabtu (29/6). 

"Keempat gempa ini seolah menjadi teka-teki karena semuanya dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng di zona megathrust-benioff," kata Daryono saat dilansir dari CNNIndonesia.com.


Daryono  tak mengungkap ada apa di balik rangkaian gempa itu. Namun dia menyarankan masyarakat waspada terhadap peningkatan aktivitas kegempaan di wilayah itu. 

"Penting untuk terus menggalakkan upaya mitigasi gempa dan tsunami baik upaya mitigasi struktural maupun nonstruktural," kata Daryono.

Baca Juga : Diduga Jadi Korban Pengeroyokan, Seorang Polisi Meninggal di Trotoar

Guncangan gempa di Cilacap siang tadi hingga Bantul, Yogyakarta dalam skala intensitas II-III MMI, sedangkan Pacitan dan Pangandaran dengan skala intensitas II MMI. Beberapa warga di Cilacap sempat berlarian keluar rumah karena terkejut guncangan yang terjadi secara tiba-tiba.

Daryono mengatakan spektrum guncangan gempa ini cukup luas lantaran hiposenter (titik pusat) gempa ini berada di kedalaman menengah. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut.

Ia juga mengatakan berdasarkan hasil pemodelan, gempa Cilacap tidak berpotensi tsunami. Hingga pukul 14.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan aktivitas gempa bumi susulan.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa ini merupakan gempa menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah Lempang Eurasia," kata Daryono.

"Slab lempeng yang tersubduksi ini mengalami deformasi/patahan di zona transisi Megathrust-Benioff pada kedalaman 61 km di bawah cekungan busur muka (fore arc basin) selatan Cilacap," lanjut dia. (h/cnn)

Baca Juga : Edarkan Narkoba, Oknum ASN Lapas Bukittinggi dan Tiga Rekannya Diciduk

Editor : HSP | Sumber : CNN Indonesia
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]