Revitalisasi Aset Bersejarah, Cikal Bakal Sawahlunto  Menuju Warisan Dunia


Senin, 01 Juli 2019 - 10:56:04 WIB
Revitalisasi Aset Bersejarah, Cikal Bakal Sawahlunto  Menuju Warisan Dunia Kota lama Sawahlunto. (Nto)

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM-Kebijakan besar yang diambil Pemerintah Kota Sawahlunto tahun 2004 silam, berupa revitalisasi aset bersejarah kota tambang, ternyata memiliki pengaruh besar, dalam mengantarkan Sawahlunto sebagai salah satu nominator situs Warisan Dunia United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Revitalisasi aset yang dilakukan di masa kepemimpinan Amran Nur itu, berupa kebijakan alihfungsi Komplek Dapur Umum menjadi Museum Goedang Ransoem, dan Stasiun Kereta Api jadi Museum Kereta Api.
Museum Kereta Api itu, sekaligus tercatat sebagai museum kereta api kedua di Indonesia, setelah Museum Kereta Api Ambarawa. Setahun berselang, kedua museum itu kemudian diresmikan Wakil Presiden, HM Yusuf Kalla, 17 Desember 2005.

Hal itu terungkap dalam makalah yang disampaikan Kasi Peninggalan Bersejarah, Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Rahmat Gino Sea Games, pada Dies Natalis ke 78 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, akhir tahun lalu.

Saat ini, menurut Gino, Sawahlunto yang mengusulkan diri dengan tema ‘Warisan Budaya Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto’ (Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto) sedang menunggu keputusan

Sidang ke 43 Komite Warisan Dunia, di Baku, Azerbaijan, yang akan berakhir 10 Juli mendatang.
Gino sangat yakin, dukungan berkas dan peninjauan lapangan dan penelitian yang dilakukan tim yang ditunjuk bernama ICOMOS, Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang menjadi satu-satunya nominator dari Indonesia akan ditetapkan UNESCO menjadi Warisan Dunia.

Menurut jebolan Teknik Sipil Universitas Bung Hatta itu, ada empat keputusan yang akan dihasilkan dalam sidang Komite Warisan Dunia, yang membahas 38 usulan warisan dunia yang diajukan. “Keputusannya ada empat. Mulai dari ditetapkan, ditunda, dikembalikan, dan tidak ditetapkan. Mudah-mudahan dengan semua persiapan yang telah dilakukan, UNESCO menetapkan Sawahlunto menjadi Warisan Dunia,” ujar Gino melalui telepon genggamnya kepada Haluan, Senin (1/7).

Bapak dua anak kelahiran 21 September 1979 itu, mengaku sangat berharap, hasil kerja keras yang dilakukan bersama seluruh stakeholder, tim pakar dan masyarakat Sawahlunto itu, UNESCO dapat menerima dan menetapkan menjadi Warisan Dunia.(h/Nto)


Reporter : NTO /  Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 05 Februari 2019 - 21:24:32 WIB

    Operasikan Replika 'Mak Itam', Jalur dan Lubang Kalam Direvitalisasi

    Operasikan Replika 'Mak Itam', Jalur dan Lubang Kalam Direvitalisasi SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM- Usai menghadirkan replika lokomotif uap Mak Itam, Pemerintah Kota Sawahlunto melalu Dinas Kebudayaan Peninggalan Sejarah dan Permuseuman segera melakukan revitalisasi jalur dan kawasan lubang .
  • Kamis, 03 Januari 2019 - 13:53:15 WIB

    Revitalisasi Jam Gadang Molor, PT.CLM Kena Denda

    Revitalisasi Jam Gadang Molor, PT.CLM Kena Denda BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM – Pekerjaan revitalisasi pedestrian Jam Gadang, Kota Bukittinggi kembali dilanjutkan tahun ini. Pasalnya sesuai kontrak, pekerjaan revitalisasi tersebut  telah berakhir pada 29 Desember 2018. .
  • Selasa, 30 Oktober 2018 - 12:26:09 WIB

    Tim Unand Revitalisasi Limau Kacang

    Tim Unand Revitalisasi Limau Kacang AROSUKA, HARIANHALUAN.COM—Komoditi jeruk Keprok yang dikenal dengan nama limau Kacang, sejak tahun 80-an sudah menghilang setelah sempat dikenal sebagai buah spesifik daerah Solok. Tanaman buah yang berhasil mengangkat nama.
  • Kamis, 15 Februari 2018 - 11:04:02 WIB

    Direvitalisasi, Saribu Rumah Gadang Harus Dikelola Yayasan

    Direvitalisasi, Saribu Rumah Gadang Harus Dikelola Yayasan PADANG, HARIANHALUAN.COM—Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, mengatakan, pembiayaan untuk merevitalisasi rumah gadang di Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) di Koto Baru, Solok Selatan (Solsel) tidak hanya berasal dari pemerint.
  • Selasa, 26 Juli 2016 - 04:30:05 WIB

    UPT BPNB Revitalisasi Nilai Tradisional Minangkabau

    UPT BPNB Revitalisasi Nilai Tradisional Minangkabau Arosuka, Haluan — Untuk menjaga kelestarian budaya dan nilai-nilai tra­disional masyarakat, Balai pelestarian nilai budaya Sumbar akan terus me­laku­kan revitalisasi ter­hadap kesenian tradisi yang tum­buh dan berkemb.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM