Tagih Janji Pengaspalan Jalan, Warga Jujutan Blokade Truk Sampah


Senin, 01 Juli 2019 - 20:57:50 WIB
Tagih Janji Pengaspalan Jalan, Warga Jujutan Blokade Truk Sampah Warga siap menghadang truk sampah. JEFLI

SOLSEL, HARIANHALUAN.COM- Warga Jujutan , Nagari Lubuak Gadang, Kecamatan Sangir bersiap menghadang truk sampah jika dioperasikan pihak dinas terkait. Adanya rencana pengoperasian truk sampah menuju lokasi pembuangan sampah di Jujutan  dikawal Satpol PP Solsel membuat warga Jujutan memblokir jalan kabupaten.

Hampir seluruh warga Jujutan keluar rumah menuju jalan dan siap menghadap jika ada pengawalan seperti di rencanakan.

Baca Juga : Sutan Riska Tuanku Kerajaan: Sepelekan Protkes, Corona Tak Akan Hilang

"Kita siap menghadang jika ada pengawalan dari satpol PP. Jika niat Pemkab tak diurunngkan, artinya pemerintah akan menciptakan konflik antara penegak Perda dengan rakyatnya," tegas Kepala Jorong jujutan, Edi Hermanto Putra, Senin (1/7).

Blokade jalan dilakukan sejak pukul 06.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB, atas isu yang membuat sontak warga adanya aksi pengorpasionalan truk sampah hari ini.

Baca Juga : Rayakan Idul Fitri, Sutan Riska Tuanku Kerajaan Ajak Masyarakat Doakan Palestina

Menurutnya, Pemkab mengabaikan perjanjian yang sudah disepakati dan secara tertulis dengan masyarakat. "Bila dipaksakan pengawalan, warga tidak segan-segan  menghadang. Sebab warga sudah surati Pemkab ditembuskan ke Polres, Polsek, dinas terkait untuk tidak mengoperasikan truk sampah sebelum jalan di aspal hotmix. Kami hanya menagih janji Pemkab Solsel," sebutnya.

Solusi yang harus diselesaikan dengan pengaspalan jalan Jujutan sesuai perjanjian tertulis di tahun 2014 dan 2016. 

"Pikirkan dampak negatif, jika bentrok terjadi. Artinya Pol PP dan pemkab menyerang warga," tukasnya.

Pemuda setempat, Ade Kelana menjaskan, jika ada pengawalan dan truk sampah, maka warga sudah siap menghadang. "Jangan buat kericuhan antara warga dengan penegak perda," tuturnya.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Solsel, Amril Bakri menjelaskan, berdasarkan hasil rapat di intern Pemkab memang adanya rencana pengoperasian truk sampah, sekaligus dikawal anggota Satpol PP.

Tapi setelah dianalisanya, pasti akan terjadi bentrokan dengan warga. Yang namanya konflik, pasti akan ada korban. Setidaknya luka-luka, justru itu pihaknya membatalkan rencana tersebut.

"Kita tak ingin adanya bentrokan. Truk sampah kita operasikan setelah jalan aspal, sesuai perjanjian yang dilakukan pihak kepala dinas yang lama dengan warga," tuturnya.

Kasat Pol PP Solsel, Hamdinas mengatakan, sudah ada keputusan rapat soal pengawalan dan pihaknya menunggu intruksi dari dinas terkait.Pengawalan dia meminya juga didampingi pihak kepolsian dan TNI.

"Kalau sudah ada intruksi, ya kita akan kawal sampai ke TPA," katanya.

Kapolres Solsel, AKBP Imam Yulisdianto menegaskan, polisi tidak akan melakukan pengawalan, soal sampah itu kesalahan Pemkab. Warga hanya menuntut perjanjian tertulis yang disepakati bersama, tentu bila belum terealisasi. Wajar saja warga melakukan aksi, namun yang dilarang masuk hanya truk sampah.

"Tak ada pengawalan dari polisi, karena kita tak ingin melukai masyarakat Jujutan," ucapnya. (jef)
 

Reporter : JEFLI | Editor : DNJ
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]