Fahira Idris: Dalam Negara Demokrasi, Oposisi Kewajiban


Selasa, 02 Juli 2019 - 23:52:47 WIB
Fahira Idris: Dalam Negara Demokrasi, Oposisi  Kewajiban fahira idris. ©wordpress.com
JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-Wakil Ketua Komisi I DPD Fahira Idris meminta agar semua pihak menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh gugatan yang diajukan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.
 
Dirinya juga berpendapat, menjadi kekuatan penyeimbang atau oposisi menjadi langkah terbaik lima tahun ke depan, terutama bagi partai pendukung Prabowo-Sandi.
 
"Dalam struktur politik dan sosial sebuah negara demokrasi, oposisi itu kewajiban. Saya berharap kewajiban ini ditunaikan parpol pendukung Prabowo-Sandi untuk kemaslahatan bangsa ini lima tahun ke depan," jelasnya seperiti dilansir merdeka.com, Selasa (2/7).
 
Kata dia, oposisi memiliki peran penting dalam mengkritisi dan mengawasi kebijakan pemerintah. Masyarakat juga membutuhkan demokrasi yang seimbang, supaya pemerintahan bisa berjalan dengan baik melalui kehadiran oposisi.
 
"Sebagus apapun kekuasaan, selama masih dijalankan oleh sekolompok manusia pasti terdapat celah-celah kelemahan. Makanya, tantangan terbesar kita dan negara demokrasi manapun adalah mencegah sebuah kekuasaan menjadi absolut, agar kebijakan yang salah dan keliru tidak diterapkan."
 
"Dan ini bisa dicegah dengan kehadiran sebuah kekuasaan oposisi. Apa jadinya demokrasi di negeri ini jika semua partai menjadi penyokong pemerintah," tambahnya.
 
Senator asal Provinsi DKI Jakarta ini menambahkan, pemerintah harus bisa melihat posisi oposisi sebagai penyeimbang dan mitra kerja.
 
"Perbedaan negara demokrasi dengan negara yang tidak menganut demokrasi adalah hadirnya kekuatan oposisi sebagai alat bagi rakyat untuk mencegah penguasa agar tidak keluar jalur," tutupnya. (*)

Editor : DNJ | Sumber : merdeka
Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]