Arkeolog UI Kresna Yulianto: Museum di Sawahlunto Mesti Segera Berbenah


Rabu, 10 Juli 2019 - 15:45:53 WIB

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM- Untuk meningkatkan kualitas SDM pegelola museum,  Bidang Permuseuman Dinas Kebudayaan Permuseuman dan Peninggalan Bersejarah Kota Sawahlunto menggelar dialog dengan pakar Arekeolog Universitas Indonesia (UI), Kresna Yulianto. Dialog tersebut diikuti sejumlah pengelola museum yang ada, di Museum Gudang Ransoem, Rabu (10/7).

Kepala Seksi Permuseuman Dinas Kebudayaan Permuseuman dan Peninggalan Bersejarah Kota Sawahlunto Risnawati mengungkapkan bahwa kehadiran dosen UI tersebut merupakan salah satu tindak lanjut MOU Pemko dengan UI.

"Pengelola museum Sawahlunto mendapat kesempatan konsultasi dan menggali ilmu dari akademisi dan pakar dari Universitas tertua di Indonesia tersebut untuk peningkatan kualitas, sehingga museum akan lebih digandrungi oleh masyarakat dan wisatawan," ujarnya.

Risnawati juga menyebutkan pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan kegiatan sosialisasi dan edukasi ke sekolah-sekolah SD dan SLTP untuk membangun kebanggaan anak anak akan sejarah dan identitas kota Sawahlunto.

Pakar Arkeolog yang juga Dosen UI, Kresno Yulianto menyebutkan dengan ditetapkannya pertambangan Ombilin sebagai Warisan Budaya Dunia, maka museum-museum yang ada di Sawahlunto wajib berbenah. Menurut Dosen UI yang pernah melakukan penelitian dan menulis buku Tematik Museum Sawahlunto ini, Sawahlunto harus memperkaya koleksi museum beserta cerita sejarah dibaliknya karna ia melihat banyak pajangan bukti sejarah yang sudah ada, masih minim dalam penyajian ceritanya.

"Untuk peningkatan kualitas sebuah museum harus memiliki kurator dan edukator. Kurator yang melakukan penelitian sehingga menghasilkan data-data, cerita dan fakta sejarah terbaru, sedangkan edukator adalah penyaji data dan fakta dengan teknik cerita yang menarik," tuturnya.

Lebih jauh diungkapkan Kresno Yulianto, museum yang menarik tidak hanya bicara masa lalu, tapi juga mampu mengadaptasi teknologi modern, punya program edukasi lingkungan dan kegiatan yang merangkul komunitas serta mampu mempengaruhi masyarakat agar bangga dengan identitasnya.

"Upaya untuk pengelolaan museum di Sawahlunto harus terus berbenah. Sawahlunto harus siap dengan perubahan. Museum adalah wadah informasi sebuah kota, dan orang akan ke museum untuk melihat sejarah dari kota yang dikunjunginya," katanya. (*)


Reporter : Riki Yuherman /  Editor : DavidR


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM