ASITA Sumbar: Daerah yang Menolak TdS Tidak Bisa Disalahkan


Rabu, 10 Juli 2019 - 20:15:53 WIB
ASITA Sumbar: Daerah yang Menolak TdS Tidak Bisa Disalahkan Pebalap TdS melintasi jalur Singkarak. (dok.Harianhaluan.com)

PADANG,HARIANHALUAN,COM-Semakin banyak saja daerah yang enggan menjadi pelaksana  event Tour de Singkarak (TdS). Namum Pemda dan masyarakatnya tidak bisa disalahkan begitu saja karena mereka punya pertimbangan dan alasan tersendiri.

Justru itu  Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata (ASITA) Indonesia Sumbar Ian Hanafiah berharap pemerintah mengadakan survei dan data terkait event Tour de Singkarak (TdS). Pasalnya, event internasional tersebut memiliki pandangan dari sisi yang berbeda dari masing-masing kabupaten kota.

"Jika ada daerah yang tidak mau menjadi penyelenggara TdS tersebut tidak bisa juga disalahkan. Karena menurut kami mereka mempunyai pandangan yang berbeda terhadap event tersebut. Termasuk juga keuntungan dan kerugian bagi daerah mereka masing-masing," terang Ian pada Haluan, Rabu (10/7).

Baca juga:

Bertambah Lagi Daerah yang Tidak Melaksanakan TdS

Untuk itu, Ian mengatakan harus ada survei dan data terkait TdS tersebut. Supaya jelas apa dampak negatif dan positif bagi daerah masing-masing dari berbagai sisi.

"Mungkin bisa jadi saja ada daerah yang merasa rugi dengan anggaran yang besar namun tidak berdampak positif. Mungkin juga ada yang menganggap kegiatan tersebut bermanfaat dan cukup anggaran. Tentu saja masing-masing punya persepsi yang berbeda," lanjut Ian.

Selain itu, Ian juga menyampaikan bahwa event TdS tersebut mengusung Danau Singkarak. Ironisnya,  danaunya sendiri tidak ada perubahan. Misalnya saja rumput liar yang dibiarkan, kafe dan restoran tidak beraturan.

"Kita bisa lihat bahwa tidak ada yang bisa diandalkan dari danau tersebut. Lihat saja danaunya kotor, ada rumput liar, tidak ada restoran yang direkomendasikan. Itu perlu dibenahi karena event tersebut mengusung Singkarak," tuturnya.

Ian berharap event TdS yang diselenggarakan setiap tahunnya bisa memberikan nilai positif untuk semua sisi. Meskipun tidak juga dipungkiri banyak perkembangan dari sektor pariwisata yang sifatnya menjual.

"Dari segi pariwisata tentu saja bagus ya karena dengan adanya TdS orang-orang langsung mencari tau apa-apa saja yang ada di Sumbar. Keuntungannya bagi kami yaitu praTds karena dari sosial media dan lainnya Tds di Sumbar mulai bermunculan. Namun ke depannya kita balik lagi seperti yang tadi kami sampaikan," sebut Ian. (h/win)


Reporter : WINDA /  Editor : DODI NJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 05 April 2016 - 02:42:14 WIB

    Lapas Tembilahan Over Kapasitas

    INHIL, HALUAN—Tingginya angka kriminalitas di Kabupaten Indragiri Hilir, menyebabkan over kapasitas di Lapas Kelas II A Tembilahan yang hanya mampu menampung 360 warga binaan saja..
  • Jumat, 09 Januari 2015 - 20:00:27 WIB

    Asita Tolak Wacana Pembatasan Tiket Murah

    PEKANBARU, HALUAN — Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Riau, menyatakan tidak setuju dan menolak wacana Menteri Perhubungan (Menhub) tentang penghapusan tarif tiket murah.

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM