Kelompok Pengelola Hutan Adat Rantau Kermas Raih Kalpataru 2019


Jumat, 12 Juli 2019 - 01:11:55 WIB
Kelompok Pengelola Hutan Adat  Rantau Kermas Raih Kalpataru 2019 Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyerahkan Penghargaan Kalpataru Tahun 2019 di JCC Senayan Jakarta, Kamis (11/07/2019). (Antara)

JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Kelompok Pengelola Hutan Adat Depati Kara Jayo Tuo Desa Rantau Kermas, Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin,  meraih Penghargaan Kalpataru 2019 untuk kategori Penyelamat Lingkungan.

 
Penghargaan Kalpataru 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  diserahkan Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada 10 tokoh dan kelompok masyarakat, pada  Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan di JCC Senayan, Jakarta Kamis (11/7).
 

 Wapres JK dalam sambutannya,  mengatakan hutan menjadi kunci utama untuk mengendalikan bencana banjir dan kekeringan yang sewaktu-waktu melanda daerah.

Semakin berkurangnya luas hutan di wilayah Indonesia menyebabkan bencana banjir dan kekeringan mudah melanda, seperti yang terjadi di Konawe dan Sulawesi Tenggara baru-baru ini. “Apabila hutan berkurang, maka pada saat musim hujan air langsung turun ke bawah, dan pada musim kering tidak ada lagi sumber air untuk memberikan sumber air pada musim kering” jelasnya.

Oleh karena itu, katanya, warga  dan kelompok masyarakat di daerah yang berhasil melestarikan hutan dan menjaga lingkungan berhak mendapatkan penghargaan dari Pemerintah.

Penghargaan Kalpataru Tahun 2019 diberikan kepada 11 tokoh yang terbagi atas kategori Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, dan Penyelamat Lingkungan.

Penerima Kalpataru kategori perintis lingkungan ialah Lukas Awiman Barayap dari Kabupaten Manokwari, Sucipto dari Kabupaten Lumajang, Eliza dari Kabupaten Sumbawa Barat dan Nurbit dari Kabupaten Bulungan.

Sedangkan penerima penghargaan kategori pengabdi lingkungan adalah Meilinda Suriani Harefa dari Kota Medan, M. Hanif Wicaksono dari Kabupaten Balangan dan Baso dari Kabupaten Jeneponto.

Penerima Kalpataru kategori Penyelamat Lingkungan ialah Kelompok Masy Dayak Iban Menua Singai Utik dari Kabupaten Kapuas Hulu,Kelompok Pengelola Hutan Adat Depati Kara Jayo Tuo Desa Rantau Kermas dari Kabupaten Merangin, serta Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari dari Kabupaten Badung.

Seperti diketahui, pengakuan hutan adat Rantau Kermas butuh perjuangan panjang. Komunitas Konservasi Indonesia (KKI Warsi)  sudah melalukan pendampingan pada masyarakat di kawasan ini sejak 1996. Barulah pada 2015 lahir pengakuan Bupati melalui  SK No.146/DISBUNHUT/2015, yang menetapkan areal seluas 130 ha yang berada di dua lokasi sebagai Hutan Adat Desa Rantau Kermas, dan setahun kemudian terbitlah SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan SK.6741/Menlhk-pskl/kum.1/12/2016 tentang penetapan Hutan Adat Marga Serampas Rantau Kermas. (*)


 Sumber : ANTARA /  Editor : Dodi NJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 03 Oktober 2019 - 08:14:12 WIB

    Wagub Sumbar: Penyerang Pendatang Bukan Warga Wamena, Tapi Ditunggangi Kelompok Luar

    Wagub Sumbar: Penyerang Pendatang Bukan Warga Wamena, Tapi Ditunggangi Kelompok Luar JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit buka suara terkait meninggalnya pendatang, termasuk warga Minang di Wamena, Papua. Hal ini diutarakan, setelah kunjungannya ke Wamena beberapa waktu lal.
  • Rabu, 10 Agustus 2016 - 04:20:01 WIB

    Relawan Wanita Bakal Jemput Kelompok Santoso

    JAKARTA, HALUAN — Tim Evaluasi Penanganan Terorisme atau Tim 13 terus berupaya menjemput 16 orang kelompok Santoso yang masih ber­sem­bunyi di hutan Poso, Sulawesi Tengah. Tim yang bekerja sama dengan Medical Emergency Re.
  • Senin, 18 Januari 2016 - 04:50:01 WIB
    Terduga Jaringan Bahrun Naim

    Polisi Tangkap 12 Kelompok Radikal Lama

    JAKARTA, HALUAN — Pasca peristiwa pe­ngeboman di Thamrin, Jakarta, Kamis (14/1) lalu, Polri melakukan pengembangan de­ngan menangkap 12 orang yang diduga terkait dengan Bahrun Naim. .
  • Rabu, 30 Desember 2015 - 02:37:19 WIB

    Kelompok Bersenjata di Aceh Menyerah

    Kelompok Bersenjata di Aceh Menyerah LHOKSEUMAWE, HALUAN - Pimpinan kelompok bersenjata Aceh, Nurdin Ismail alias Din Minimi, menyerahkan diri ke Kepala Badan Intelijen Negara Letjen (Purn) Sutiyoso di Aceh Timur..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM