Antisipasi Gejolak Harga, Pemko Padang Bersama TTI Gelar Operasi Pasar Cabai


Jumat, 12 Juli 2019 - 22:42:11 WIB
Antisipasi Gejolak Harga, Pemko Padang Bersama TTI Gelar Operasi Pasar Cabai Pedagang cabai.

PADANG, HALUAN -- Untuk mengatasi tingginya harga cabai, Pemko Padang bekerja sama dengan Pemprov Sumbar melalui Tokoh Tani Indonesia (TTI) akan menggelar operasi pasar cabai, di Bypass pada Rabu (17/07). Pada pelaksanaan operasi pasar ini akan disediakan 2 ton cabai.

"Iya, dalam satu bulan ke depan kemungkinan harga cabai tetap cukup tinggi di Kota Padang. Karena itu, kami bekerja sama dengan Pemprov Sumbar dan TTI akan mengadakan operasi pasar. InsyaAllah akan ada  dua ton cabai yang disediakan," ujar Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Syahrial, Jumat (12/07).

Ia mengatakan, pada operasi pasar ini, cabai akan dijual dengan harga Rp40 ribu per-kilogram nya. Musim kemarau yang saat ini melanda daerah jawa memberikan dampak yang sangat besar kepada Kota Padang, sebab produksi cabai di Jawa berkurang. Sehingga stok cabai yang masuk ke Kota Padang juga berkurang.

"Kurangnya pasokan cabai ke Kota Padang dari Jawa itu sudah terjadi beberapa hari ini. Dampaknya, modal yang dikeluarkan oleh pedaganh untuk membeli cabai juga naik," sebutnya.

Sebelumnya, kata Syahrial, rata-rata setiap pedagang harus mengeluarkan modal dari Rp55 ribu sampai dengan Rp60 ribu. Oleh sebab itu, pedagang di Kota Padang saat ini menjual cabai di sekitaran Rp65 ribu.

"Pasar dari Jawa ini kebanyakan di Pasar Raya Padang. Jadi, memang saat ini harga cabai meningkat sampai yang termahal itu Rp70 ribu," katanya. 

Ia mengatakan, dengan harga cabai Jawa yang meningkat ini Kota Padang sangat bergantung dengan cabai asli Sumatera yang mana berasal dari Curup, Kerinci dan daerah lain di Sumbar. Namun, cabai yang berasal dari daerah ini kebanyakan dijual di pasar-pasar tradisional seperti Pasar Lubuk Buaya, Pasar Banda Buek dan pasar lainnya.

"Cabai ini sangat sedikit berada di Pasar Raya karena memang mainnya (tempat jualnya, red) itu di pasar tradisional," katanya.

Meski ada stok dari cabai daerah Sumatera, kata Syaiful, sangat kecil kemungkinan dapat menutupi kebutuhan Kota Padang. Untuk itu, langkah antisipasi yang pertama agar pedagang dapat mempergunakan cabai kering yang berasal dari Malaysia dan Vietnam untuk mencampur ke cabai giling.

"Memang hanya sedikit dampaknya, tapi ketika dilakukan semua pedagang. InsyaAllah akan berdampak," katanya.

Selanjutnya, masyarakat diharapkan dapat mengurangi konsumsi cabai untuk sementara dengan menambahkan cabai asal Mataram atau yang biasa disebut cabai setan kepada cabai yang digunakan dalam memasak sehari-hari.

"Dengan pedas yang diberikan cabai ini, tentu tidak perlu memakai cabai seperti biasanya dan penggunaan cabai pun berkurang," katanya.

Langkah terakhir, pihaknya akan menghimbau masyarakat untuk  menggiatkan kembali tanam cabai di dalam polybag di runah masing-masing. Hal ini akan dapat membantu ketersediaan cabai di tingkat keluarga.

"Setiap keluarga itu diharapkan atau dihimbau dapat menanam 10 sampai 15 polybag. Ini diyakini dapat menutupi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Ia mengatakan, langkah ini sudah pernah dilakukan oleh Pemko Padang pada tahun 2016 yang pada saat itu harga cabai meningkat drastis. Bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan bisa datang ke dinas pangan atau pun dinas pertanian.

"Memang anggaran kami saat ini di pangan tidak ada untuk memberikan bantua bibit atau polybagnya. Tapi, kalau butuh pendampingan kami siap melakukannya," ujarnya. (*)

 


Reporter : Akmal /  Editor : DavidR


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 04 April 2019 - 17:51:13 WIB

    Jelang Ramadan, Pemko Diminta Antisipasi Lonjakan Harga

    Jelang Ramadan, Pemko Diminta Antisipasi Lonjakan Harga PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Jelang bulan Ramadan, pemerintah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok. Pasalnya, bakal mengalami kenaikan secara perlahan, sehingga perlu mendapat perhatian pemerintah..
  • Rabu, 24 Januari 2018 - 12:01:06 WIB

    Antisipasi Sampah, Sungai di Padang Dipasang Jaring

    Antisipasi Sampah, Sungai di Padang Dipasang Jaring PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kota Padang punya cara baru untuk menjaga sungai agar tetap bersih. Caranya adalah dengan memasang jaring di sungai pada batas-batas kecamatan..
  • Selasa, 24 Oktober 2017 - 18:32:03 WIB

    Antisipasi Ada Kecurangan, Bus Trans Padang Miliki Pintu Putar

    Antisipasi Ada Kecurangan, Bus Trans Padang Miliki Pintu Putar PADANG, HARIANHALUAN.COM - Antisipasi terjadinya kecurangan oleh pramugara di bus Trans Padang, saat ini Dinas Perhubungan telah membuatkan pintu putar. Sebanyak 25 bus sudah mempunyai pintu putar yang akan bekerja otomatis m.
  • Kamis, 27 Oktober 2016 - 02:28:33 WIB
    SOSIALISASI WBS & CONTROL DI SEMEN PADANG

    Aplikasi WBS Efektif Antisipasi Kecurangan

    Aplikasi WBS Efektif  Antisipasi Kecurangan PADANG, HALUAN — Aplikasi Whistleblowing System (WBS) yang dimiliki PT Semen Padang (PTSP) dinilai efektif meng­an­tisi­pasi terjadinya fraud (ke­cu­rangan) yang ada di ling­kungan perusahaan tersebut. Sebab, fraud m.
  • Jumat, 01 Juli 2016 - 15:51:32 WIB

    Pertamina Sumbagut Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM

    Pertamina Sumbagut Siapkan Langkah Antisipasi Lonjakan Konsumsi BBM PADANG, HALUAN -- Pertamina telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi lonjakan konsumsi bahan bakar minyak menjelang dan selama libur panjang Idul Fitri 1437 H mendatang..
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM