Najmuddin PhD: Pidato Visi Jokowi Terkesan 'Marah-marah', dan Kabur Soal HAM


Selasa, 16 Juli 2019 - 10:32:39 WIB
Najmuddin PhD: Pidato Visi Jokowi Terkesan 'Marah-marah', dan  Kabur Soal HAM Najmuddin M Rasul PhD
PADANG, HARIANHALUAN.COM-Pidato syukuran dan kemenangan  Presiden terpilih Joko Widodo pada Visi Indonesia di Sentul International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, mendapat sorotan dari  sejumlah pengamat.
 
Najmuddin M Rasul PhD pengamat  dari Unand Padang, menilai  bukan saja  belum mencerminkan keseriusan penegakan Hukum dan HAM,  pidato  kemenangan Jokowi itu  terkesan 'marah-marah', dan pemerintahan priode kedua  tidak siap dikritik.
 
"Pidato itu juga  tidak memberikan jawaban kepada publik kenapa janji politik Jokowi pada Pilpres 2014 belum juga terlaksana  secara seksama,"  ujarnya kepada  harianhaluan.com Senin pagi (16/7).
 
Pakar komunikasi publik dan media ini  menyatakan, pidato visi Jokowi  ke depan itu tidak berkejelasan terkait  agenda  mendasar dan strategi politik 2019-2024.  "Itu  visi yang masih kabur,"   nilainya.
 
Sebaliknya  visi itu  mengindikasikan infrastructure dan investasi masih menjadi  prioritas, namun seabliknya tidak ada  paparan jelas  terkait kondisi keuangan Indonesia terkini, dan Utang Indonesia. "Justru kedua  hal mendasar  yang tidak  berkejalasan ini,   berhubungan  dengan pembangunan  inprastruktur yang jadi prioritas itu," ujarnya.
 
Dari sisi  politik dan harapan publik,  Najmuddin juga  menilai tidak jelasnya  penangan Tapol  pada dalam visi itu, dan absurdnya devinisi makar. Sehingga berpeluang ditapsirkan sesuai kepentingan penguasa.

Najmuddin  PhD  berpendapat  ketidak jelas sikap Jokowi dalam  beberapa hal mendasar tersebut akan terus  dikritisi  publik dengan lantang. " Karena demokrasi melindungi kebebasan berbicara. Itu bagian dari partisipasi politik di era modern," tegasnya.
 
Sementara aktivis HAM dan pendiri kantor hukum Lokataru Haris Azhar juga menyampaikan kecaman.
 
Haris Azhar bahkan menilai pidato presiden terpilih Jokowi itu  sebagai hal  yang 'mengerikan' dalam perspektif hak asasi manusia.
 
"Jokowi tidak konsen pada soal penegakan hukum dan kondisi HAM," kata Haris seperti dikutip tempo.co, Senin (16/7).
 
Haris khawatir pidato Jokowi itu jadi lonceng penggerak untuk melanggar hukum dan HAM atas nama investasi.
 
"Misalnya jangan halangi investor; atas nama persatuan. Lalu dikatakan akan dihajar bagi siapapun yg menghalangi investor. Ngeri kali!" ujar dia.
Ia juga kecewa Jokowi sama sekali tidak bicara soal derita masyarakat yang tanahnya diambil pebisnis. "Dimana ruang mereka dalam pidato semalam?" kecamnya. (dn)


Reporter : Dd /  Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM