Kementerian Kominfo Bukittinggi Dorong UMKM Jualan Online


Kamis, 18 Juli 2019 - 16:36:23 WIB
Kementerian Kominfo Bukittinggi Dorong UMKM Jualan Online Kementrian Kominfo launching buku “Semua Bisa Berjualan Online” ketika menggelar sosialisasi di Auditorium Perpustakaan Bung Hatta Bukittinggi, Kamis (18/7). Gatot

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), mendorong dan mengajak pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berjualan online, dengan memanfaatkan market place yang ada.

Demikian disampaikan Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Kemaritiman Kementrian Kominfo RI, Septriana Tangkary, ketika menggelar Forum Sosialisasi Menembus Era Pasar Digital, “Semua Bisa Berjualan Online” di Auditorium Perpustakaan Bung Hatta Bukittinggi, Kamis (18/7). Dalam sosialisasi tersebut sekaligus dilakukan launching buku "Semua Bisa Jualan Online”.

Menurut Septriana Tangkary, Kementrian Kominfo tengah giat mengajak UMKM untuk Go Global dalam Forum Sosialisasi Menembus Era Pasar Digital “Semua Bisa Jualan Online”. Program ini merupakan program pemerintah dalam rangka pemerataan akses digital pasar, sekaligus untuk mendorong dan menyadarkan pelaku usaha untuk berdagang di internet (go online), agar siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Sosialisasi yang digelar Direktorat Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Ditjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo ini, bertujuan untuk mendidik dan mendorong masyarakat untuk memaksimalkan marketplace dalam transaksi dagang (E-Commerce), serta pengembangan industri melalui jualan online dengan skala global. Sehingga gadget yang dimiliki masyarajat dapat menghasilkan untuk peningkatkan perekonomian mereka.

"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia. Jumlah penduduk yang besar dan penetrasi pengguna internet yang mencapai lebih dari 171,17 juta, merupakan faktor yang mendorong Indonesia menjadi pasar bagi transaksi online terbesar di Asia," kata Septriana.

Ia menyebutkan, Pemerintah Indonesia telah menyusun Peta Jalan E-Commerce Nasional, hasil kolaborasi lebih dari 8 kementerian dan lembaga pemerintah lainnya, yang jika terimplementasikan tepat waktu maka terproyeksikan nilai transaksi E-Commerce sebesar US$ 130 Milyar pada tahun 2020 mendatang.

"Target tersebut sangat mungkin untuk dapat terwujud, tentunya dengan memaksimalkan potensi-potensi yang ada. Salah satu potensi itu datang dari sektor UMKM. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41%, dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta unit. Menurut data Kemkominfo pada 2018, sebanyak 9,61 juta unit UMKM sudah memanfaatkan platform online," ungkapnya.

Dari segi infrastruktur kata Septriana Kementrian Kominfo meningkatkan akses internet ke seluruh Indonesia, dari yang di daerah tadinya hanya bisa SMS saja, saat ini bisa menggunakan layanan internet. Proyek Palapa Ring sudah sampai ke Indonesia bagian Timur.

Ia mengakui, e-commerce Indonesia menyumbang 1 dolar AS dari tiap 2 dolar AS yang dibelanjakan di Asia Tenggara. Artinya, e-commerce Indonesia telah menyumbang 50 persen transaksi belanja online di kawasan tersebut. Nilai ini merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. UMKM dapat memanfaatkan marketplace agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas. Dengan perkembangan digital yang sangat pesat, sudah saatnya Indonesia tidak hanya menjadi target pasar.

“Dengan semakin banyaknya UKM yang terlibat dalam ekonomi digital melalui pita lebar, bisnis elektronik, media sosial, teknologi awan, dan platform telepon seluler atau ponsel, UKM dapat bertumbuh lebih cepat dari segi pendapatan dan penyediaan lapangan kerja, serta menjadi lebih inovatif dan lebih kompetitif menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” pungkasnya.

Sementara itu Wakil Wali Kota Bukittinggi Irwandi, mengapresiasi kegiatan sosialisasi jual beli online tersebut, karena edukasi dan sosialisasi jual beli online ini sangat bermanfaat bagi warga Bukittinggi, khsusunya yang bergerak di bidang perdagangan.

"Transaksi yang terjadi di Bukittinggi, sebagian besar sudah menggunakan sistem online, karena sistem online Ini akan membantu validasi dari transaksi yang terjadi. Namun demikian, transaksi konvensional masih dipertahankan sebagai bagian dari budaya perdagangan di Bukittinggi," ungkap Irwandi.

Pemko Bukittinggi ulas Irwandi, mengucapkan terima kasih kepada Kemetrian Kominfo dan pihak terkait yang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi ini. Percepatan transaksi online akan dapat mempercepat perputaran uang di daerah.” Dengan sistem online, pedagang dapat berkompetisi dengan maksimal, tidak hanya di tingkat daerah namun juga di tingkat nasional dan internasional,” ucap Irwandi. (h/tot)

Reporter : Gatot /  Editor : HSP

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM