Kadiskerpus Pessel Terima Kunjungan Pimpinan Cardatale


Kamis, 18 Juli 2019 - 21:07:59 WIB
Kadiskerpus Pessel Terima Kunjungan Pimpinan Cardatale Sosialisasi Tutor Rumah Pintar (Rumpin) dilatih langsung oleh Karno selaku pimpinan Perusahaan Cardatale, Boardgame Design Lab dari Palembang dan Ratih selaku selaku penasihat Psikologis Parenting Cardatale. OKIS

PAINAN, HARIANHALUAN.COM- Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) Kabupaten Pesisir Selatan, Mawardi Roska menerima kunjungan Perusahaan Cardatale, Boardgame Design Lab dari Palembang.

M.Radius Karno selaku pimpinan menyebutkan, perusahaan tersebut bergerak di bidang pendidikan berbasis edukasi dalam bentuk Alat Permainan Edukatif (APE). Menurut dia, Boardgame atau permainan papan yang dulu lebih dikenal dengan permainan Ular Tangga atau Monopoli, sekarang bisa dikembangkan menjadi sebuah simulasi pembelajaran yang lebih bermakna bagi kehidupan nyata.

"Di Indonesia tidak banyak yang tahu bahwa Boardgame (BG) atau papan main berkembang pesat di negara berkembang seperti Eropa dan Amerika Serikat. Bahkan, sudah menjadi metode efektif dalam memberikan pengajaran dan pelatihan. BG bukan lagi permainan anak-anak, namun lebih banyak digawangi oleh orang dewasa. Ada ratusan judul permainan terkenal yang jarang kita dengar seperti Pandemic, Splendor, Carcassone, dan banyak lagi," kata Karno, Kamis (18/7).

Pada kesempatan itu, ia membawakan 3 permainan, salah satu yang dimainkan bersama para Tutor Ruma Pintar adalah BG bertema keluarga yang berjudul FAMILY OF THE 7 SEAS (Keluarga 7 Samudera). Game ini, adalah kreasi dari Radius Karno bersama Ratih Muharina, dan telah dimainkan dalam beberapa event di Palembang bersama komunitas GBL Palembang (Game Based Learning / Pembelajaran Berbasis Permainan Palembang ).

Ia menjelaskan, Family of the 7 Seas (F7S) adalah game bertema keluarga yang memberikan pengajaran arti kerjasama keluarga. Game ini bercerita tentang perjuangan sebuah keluarga bahu membahu bersama-sama menghadapi keganasan alam, dan ancaman Bajak Laut. Salah satu pemahaman yang diberikan dari F7S adalah nilai tolong menolong dalam keluarga.

"Sebagai contoh, Mama yang merupakan penjaga keharmonisan dan kesehatan keluarga, jika jatuh sakit, maka Papa bersama kedua anaknya, Kakak dan adik, menggantikan peran Mama agar keluarga tetap stabil aman terkendali. Dan masih banyak Insight atau pemahaman dari BG ini," ucapnya lagi. 

Lebih lanjut kata dia, tujuan sosialisasi boardgame tersebut adalah bagaimana cara belajar menurut kreatifitas individu masing- masing. Belajar lewat membaca hanya memberikan dampak 10% bagi seorang pelajar. Sementara pembelajaran paling efektif adalah melakukan simulasi dengan tujuan bisa memberikan dampak 90% dari pembelajaran.

Ia menambahkan, permainan ini dirancang untuk memberi informasi atau menanamkan sikap tertentu, misalnya untuk memupuk semangat kebersamaan dan kegotongroyongan.

"Boargame ini adalah metode terbaik dalam menyampaikan materi dan sangat menyenangkan. Tidak semua permainan (game) mengandung keburukan, ada beberapa game yang mengandung informasi yang sangat mendidik," tutur Karno menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Diskerpus Mawardi Roska, menyambut baik serta mengapresiasi kegiatan sosialisasi tersebut. Dalam hal ini, ia berharap kerjasama yang baik antara Diskerpus dan Cardatale untuk melengkapi APE di Perpustakaan Umum Daerah, Rumah Pintar Perintis Painan dan juga Kantin Literasi Diskerpus terus berkesinambungan. 

"Nantinya bisa di aplikasikan langsung dalam proses belajar mengajar pada tahun ini," katanya. (h/kis)


Reporter : OKIS MARDIANSYAH /  Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM