Dikritik Gunakan Bambu Getih, Gubernur Anies: Lebih Bermanfaat dari Besi Tiongkok  


Jumat, 19 Juli 2019 - 21:29:11 WIB
Dikritik Gunakan Bambu Getih, Gubernur Anies: Lebih Bermanfaat dari Besi Tiongkok   Gubernur Anies Baswedan mencoba berpencak silat dalam pawai Ondel-ondel.

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM-Dibanjiri kritik anggota dewan dari Nasdem,Hanura, dan PDIP,  mengenai pembiayaan dan penggunaan tanaman   bambu Getah Getih untuk Seni Instalasi menyambut  dan memeriahkan  Asian Games 2019, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya angkat bicara juga.

Anies menjelaskan, dengan menggunakan bambu maka anggaran instalasi tersebut mengalir ke rakyat kecil, seperti petani bambu. "Anggaran itu ke mana perginya, perginya ke petani bambu. Uang itu diterima oleh rakyat kecil. Kalau saya memilih besi, maka itu impor dari Tiongkok mungkin besinya. Uangnya justru tidak ke rakyat kecil. Tapi kalau ini, justru Rp 550 juta itu diterima siapa? Petani bambu, perajin bambu," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/7/2019) seperti dikutip detik.com.

Anies menuturkan proyeksi awal instalasi bambu tersebut memang hanya enam bulan. Dia menyebut instalasi dibuat hanya untuk menyambut Asian Games.

"Proyeksinya 6 bulan, memang bambu ada masa hidupnya. Alhamdulillah sekarang bisa 11 bulan. Semua yang kita pasang kemarin dalam rangka Asian Games," jelas Anies.

Anies mengatakan, jika bahan material besi yang digunakan, itu justru tidak memberdayakan warga. Dia menyebut sebagian besar uang mengalir ke petani.

"Kalau yang lain menggunakan besi belum tentu produksi itu produksi dalam negeri. Tapi kalau bambu, hampir saya pastikan tidak ada bambu impor. Bambunya produksi Jawa Barat, dikerjakannya oleh petani oleh perajin lokal. Jadi angka yang kemarin kita keluarkan diterimanya oleh rakyat kebanyakan," sebut Anies.

Anies memastikan akan ada pameran kesenian lokal, tapi untuk tempat tidak harus di lokasi bekas bambu Getah Getih. 
Dia mengatakan isu mengenai bambu Getah Getih hanya ramai di media sosial. "Menurut saya, ini terlalu socmed. Sesuatu yang ramai di socmed aja. Ini kan sesuatu yang kita lakukan untuk menyambut Asian Games. Sudah selesai Asian Games-nya," tuturnya.

Sebelumnya, pembangunan instalasi yang hanya memggunakan bambu  tersebut menuai kritik dari sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta, salah satunya dari Fraksi Hanura.
"Itu kan sia-sia sebetulnya sejak dari awal sia-sia. Karena sebuah karya seni yang sangat luar biasa sebenarnya. Seharusnya saat itu patung itu tidak dibuat dari bambu, karena bambu itu kan ada usia," kata Sekretaris Fraksi Hanura DPRD DKI Jakarta Veri Yonnefil.*

 Sumber : Detik.Com /  Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com


[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 05 Februari 2020 - 11:36:15 WIB

    Andre Dikritik Komnas Perempuan, Inilah Alasannya

    Andre Dikritik Komnas Perempuan, Inilah Alasannya JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Komisioner Komnas Perempuan Tiasri Wiandani mengatakan upaya pencarian bukti secara paksa di lapangan seharusnya dilakukan oleh aparat kepolisian. Anggota dewan, kata dia, tidak sepatutnya ikut campu.
  • Sabtu, 09 November 2019 - 17:39:35 WIB

    Rencana Jokowi Tambah 6 Wamen Dikritik, Ini Tanggapan Istana

    Rencana Jokowi Tambah 6 Wamen Dikritik, Ini Tanggapan Istana JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Presiden Jokowi disebut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko berencana menambah enam wakil menteri. Rencana ini mendapat kritik karena dapat mengganggu kelincahan birokrasi. Apa respons Istana?.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM