Vonis Jokowi Melawan Hukum Kasus Karhutla, Ini Alasan Mahkamah Agung


Sabtu, 20 Juli 2019 - 13:24:46 WIB
Vonis Jokowi Melawan Hukum Kasus Karhutla, Ini Alasan Mahkamah Agung

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Mahkamah Agung (MA) memenolak permohonan kasasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dkk berkaitan dengan kasus kebakaran hutan di Kalimantan.

"Alasan-alasan yang diajukan oleh pemohon kasasi tidak dapat dibenarkan," kata Jubir MA Andi Samsan Ngaro di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Sebab, Andi mengatakan putusan baik di Pengadilan Negeri (PN) maupun di Pengadilan Tinggi (PT) Palangkaraya tidak salah dalam menerapkan hukum. Sehingga, MA berpendapat putusan tersebut sudah tepat.

"Menurut majelis hakim kasasi putusan judex facti dalam hal ini putusan pengadilian tingkat banding pada Pengadilan Tinggi Palangkaraya yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Palangkaraya sudah tepat dan benar," ucapnya.

Andi menjelaskan salah satu pertimbangan hakim menolak permohonan kasasi yakni membenarkan dalil berkaitan dengan penanggulangan bencana dalam suatu negara merupakan tanggung jawab permerintah. Dalam gugatannya, menurut penggugat, pemerintah belum melakukan hal itu sehingga bencana kebakaran hutan masih berlangsung.

"Dalam pertimbangan hukumnya, sebab penanggulangan bencana dalam suatu negara termasuk juga di negara Republik Indonesia ini adalah menjadi tanggung jawab pemerintah. Sementara sampai saat ini menurut penggugat bahwa penanggulangan bencana kebakaran hutan itu masih berlangsung dalam putusan judex facti yang dibenarkan oleh majelis hakim kasasi," sebutnya.

Andi menjelaskan memang seharusnya pemerintah berkewajiban untuk menghentikan bencana kebakaran hutan.

"Dalam pertimbangannya bahwa pembebanan kepada pemerintah, kepada pemerintah ini agar menangulangi, menghentikan bencana kebakaran hutan yang terjadi Kalimantan Tengah," ucapnya.

Kasus ini bermula saat terjadi kebakaran hebat pada 2015. Salah satu wilayah yang dilanda adalah Kalimantan. Oleh sebab itu, sekelompok masyarakat menggugat negara. Mereka adalah Arie Rompas, Kartika Sari, Fatkhurrohman, Afandi, Herlina, Nordin, dan Mariaty.

Pada 22 Maret 2017, gugatan mereka dikabulkan. Putusan itu dikuatkan di tingkat banding pada 22 Maret 2017. Atas hal itu, Presiden dkk mengajukan kasasi, tapi ditolak pada Selasa (16/9) kemarin. (*)


 Sumber : rmc /  Editor : DavidR


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 19 Juli 2019 - 18:06:52 WIB

    Jokowi Divonis Melawan Hukum, Istana Langsung Siapkan Sejumlah Langkah

    Jokowi Divonis Melawan Hukum, Istana Langsung Siapkan Sejumlah Langkah JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Pemerintah langsung menyiapkan sejumlah langkah, pasca ditolaknya permohonan kasasi Presiden Joko Widodo dkk oleh Mahkamah Agung (MA) dalam kasus kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. MA menol.
  • Jumat, 19 Juli 2019 - 17:06:41 WIB

    Kasasi Ditolak, MA Vonis Presiden Jokowi Melawan Hukum Kasus Karhutla

    Kasasi Ditolak, MA Vonis Presiden Jokowi Melawan Hukum Kasus Karhutla JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Kasasi yang diajukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan kawan-kawan ditolak majelis hakim Makamah Agung (MA). MA menguatkan vonis tingkat banding yang menyatakan Jokowi dkk melakukan perbuatan mel.
  • Jumat, 12 Juli 2019 - 21:09:07 WIB

    Lima Komisioner KPU Palembang Divonis 1 Tahun Percobaan

    Lima Komisioner KPU Palembang Divonis 1 Tahun Percobaan PADANG, HARIANHALUAN.COM – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang memvonis bersalah Lima komisioner KPU Kota Palembang Eftiyani Cs. Kelima komisioner KPU itu bersalah setelah menghilangkan hak pilih warga. .
  • Kamis, 11 Juli 2019 - 22:50:03 WIB

    Ratna Sarumpaet Divonis 2 Tahun Penjara

    Ratna Sarumpaet Divonis 2 Tahun Penjara JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menjatuhkan vonis 2 tahun penjara kepada aktivis Ratna Sarumpaet dalam kasus penyebaran berita bohong atau hoaks. Ratna dianggap bersalah.
  • Jumat, 30 September 2016 - 03:28:38 WIB

    Otak Pembunuh Yuyun Divonis Mati

    REJANGLEBONG, HALUAN — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, di persidangan, Kamis, menjatuhkan vonis hukuman mati kepada Zainal alias Bos (23) salah satu terdakwa pembunuh Yuyun (14) siswi SMP di.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM