Warga Tulungagung Panik Selamatkan Diri, Ternyata Tsunami Cuma Isu


Sabtu, 20 Juli 2019 - 21:34:55 WIB
Warga Tulungagung Panik Selamatkan Diri, Ternyata Tsunami Cuma Isu

TULUNGAGUNG, HARIANHALUAN.COM – Warga di sepanjang wilayah pantai Sine Kalidawir heboh dan panik gara-gara isu tsunami, Jumat (19/7) malam. Isu yang beredar lewat WhatsApp dan media sosial itu dalam sejenak langsung menyebar, sehingga membuat warga panik.

Warga sempat berhamburan untuk meninggalkan bibir pantai.

Kepanikan terjadi di wilayah Pantai Sine Kecamatan Kalidawir Tulungagung pada Jumat malam. Warga ramai-ramai keluar rumah dan berusaha menjauhi pantai dengan mengendarai sepeda motor maupun mobil. Kepanikan semakin menjadi saat beredar video ikan banyak terdampar di pantai, padahal video itu terjadi di Pantai Canggu Bali.
 

"Kelihatannya memang ada yang sengaja menyebar kabar hoaks, terutama yang di video itu, dikasih tulisan jam dan tulisan Pantai Sine, padahal bukan di sini. Kami pastikan saat ini kondisi pesisir selatan masih aman," kata Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung Suroto dilansir dari detik.com, Sabtu (20/7/2019).


BPBD mengimbau masyarakat tidak perlu panik dan tidak mudah percaya dengan kabar hoaks yang beredar di media sosial maupun aplikasi pesan WhatsApp. Dikatakan merebaknya isu tsunami tersebut bersamaan dengan adanya kegiatan Ekspedisi Destana Tsunami yang dilakukan oleh BNPB mulai dari pesisir selatan Banyuwangi hingga Jawa Barat.
 

"Kegiatan itu dilakukan sebagai edukasi kepada masyarakat yang ada di daerah rawan tentang kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap tsunami. Bukan berarti adanya kegiatan itu akan segera ada tsunami," ujarnya. 


Justru dengan kegiatan sosialisasi itu masyarakat diharapkan lebih siap dan mengetahui langkah-langkah yang harus diambil apabila sewaktu-waktu ada peringatan akan terjadinya tsunami. "Langkahnya menjauhi pantai, pergi ke tempat yang lebih tinggi," katanya. 


Suroto menjelaskan peristiwa tsunami tidak dapat diprediksi kapan akan terjadi. Hanya saja bisa diketahui dari tanda-tanda yang muncul beberapa saat sebelum kejadian. Di antaranya terjadi gempa besar serta surutnya air laut secara mendadak dan tidak wajar.


Informasi potensi terjadinya tsunami juga akan disampaikan secara resmi oleh pemerintah melalui berbagai media. Kepala BPBD Tulungagung ini menambahkan, sesuai hasil pemetaan yang dilakukan BNPB garis pantai di selatan pulau Jawa masuk dalam peta rawan terdampak tsunami. Khusus di wilayah Tulungagung ada delapan desa yang masuk zona rawan. 

"Delapan desa itu yang ada penduduknya. Kami sudah berulang kali melakukan sosialisasi kepada masyarakat, tentang bagaimana menyelamatkan diri apabila terjadi tsunami," imbuhnya. 


BPBD menegaskan masyarakat tidak perlu panik dengan adanya peta daerah rawan tersebut, namun warga diharapkan bisa lebih waspada dan mengetahui prosedur penyelematan yang harus dilakukan. (*)


 Sumber : Dtk.com /  Editor : DavidR


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM