Dosen Sejarah UNP Ingin Tingkatkan Ekonomi Kreatif


Rabu, 24 Juli 2019 - 16:01:17 WIB
Dosen Sejarah UNP Ingin Tingkatkan Ekonomi Kreatif TIM pengabdian dosen Sejarah UNP dengan para peserta pelatihan pembuatan souvenir dan olahan kuliner khas Nagari Sungai Nyalo Kecamatan KotoXI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan. IST

PADANG, HARIANHALUAN.COM — Dosen Jurusan Sejarah Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan pengabdian masyarakat di Nagari Sungai Nyalo Kecamatan KotoXI Tarusan Kabupaten  Pesisir Selatan.  Tim pengabdian masyarakat dosen Sejarah UNP mengarahkan pengabdiannya untuk meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat setempat. Masyarakat diajarkan untuk membuat souvenir dan olahan kuliner.

“Kita mengetahui daerah Sungai Nyalo merupakan salah satu tempat tujuan wisata. Pastinya setiap wistawan ingin mendapatkan yang khas dari daerah wisata tersebut. Makanya kami mengajarkan masyarakat membuat souvenir sebagai cindera mata bagi wisatawan dan olahan kuliner sebagai makanan khas. Agar wisatawan nantinya ingin kembali ke daerah Sungai Nyalo,” ujar salah satu tim pengadian masyarakat dosen Sejarah UNP Ridho Bayu Yefterson, kemarin.

Lebih jauh dijelaskannya permasalahan urgen yang ditemukan dalam pengembangan sektor kepariwisataan di Nagari  Sungai Nyalo ini adalah pada ketersediaan Souvenir dan olahan kuliner yang dikelola oleh masyarakat dalam bentuk komersil. Mengingat Nagari Sungai Nyalo masih dalam proses tumbuh menjadi Nagari (desa) wisata dengan mulai berdatangannya para wisatawan ke nagari ini.

Usaha yang dapat dilakukan masyarakat dalam bentuk ekonomi kreatif dapat dibuat dan diciptakan dengan memanfaatkan potensi sumber daya Alam yang terdapat di daerah itu. Ketersedian potensi yang dapat diolah menjadi sebuah souvenir khas yang dapat memiliki nilai jual terhadap wisatawan yang berdatangan ke Nagari ini,” paparnya.

Bahan-bahan pembuatan souvenir dapat memanfaatkan bahan yang tersedia di alam seperti bahan baku yang tersedia di pantai seperti kerang-kerang mati, batu-batu sungai, ranting-ranting kayu mati, batok kelapa yang tersedia banyak dari sampah tumbuhan kelapa yang banyak di sekitar Nagari ini. Banyaknya tersedia bahan baku pembuatan souvenir ini dapat diolah menjadi produk-produk yang menjadi ciri khas nagari Sungai Nyalo setelah diolah menjadi bentuk-bentuk batu seperti mainan kunci, gelang, asesoris hiasan pajangan rumah.

“Terkait olahan kuliner lokal khas nagari belum digarap oleh masyarakat sebagai usaha yang bernilai ekonomis terhadap wisatawan yang berdatangan. Potensi usaha yang dilakukan oleh masyarakat juga berhubungan dengan melimpahnya bahan baku untuk olahan kuliner khas seperti ubi sukun. Bahan ini mempunyai potensi dalam bahan baku olahan kuliner dalam berbagai bentuk yang dapat disesuaikan dengan kearifan lokal masyarakat dalam bentuk kuliner di nagari ini,” ungkapnya.

Namun, sama halnya dengan permasalahan souvenir, olahan kuliner ini belum dijadikan usaha dalam mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat untuk meningkatkan keserjahteraan keluarga.

“Waktu pelaksanaan pelatihan pengembangan produk souvenir pada tanggal 19 Juli bersama sasaran POKDARWIS dan pemuda. Pelaksanaan pelatihan produk kuliner khas pada tanggal 3 Agustus  bersama Ibu-ibu PKK,” sebutnya. (h/san)

Reporter : Sani /  Editor : HSP
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]