Sumbang Sapi Pemenang Kontes 1,77 Ton, Jokowi Kembali Berkurban di Masjid Raya Sumbar


Sabtu, 27 Juli 2019 - 08:24:37 WIB
Sumbang Sapi Pemenang Kontes 1,77 Ton, Jokowi Kembali Berkurban di Masjid Raya Sumbar Masjid Raya Sumatera Barat. (dok/rmc)

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali ikut berkurban di Masjid Raya Sumatera Barat. Kali ini, sapi kurban yang disiapkan adalah pemenang kontes dengan berat 1,77 ton.

Ketua Pengurus Masjid Raya Sumatera Barat Yulius Said mengatakan, pihaknya akan menyembelih satu ekor sapi terbaik seberat 1,77 ton pada Hari Raya Idul Adha 1440 ini yakni dari sumbangan Presiden Jokowi.

"Kami hanya kurban sapi sumbangan dari presiden. Ini sudah tahun ke empat (Masjid Raya Sumbar) menerima sumbangan sapi dari Presiden," kata Yulius, di Masjid Raya Sumbar, di Kota Padang, Jumat (26/7/2019).

Yulius mengungkapkan, sapi sumbangan dari Presiden ini berasal dari Kabupaten Agam. Sapi tersebut disiapkan oleh Dinas Perternakan Sumbar. Yulius menerima informasi, sapi yang akan mereka sembelih ini merupakan sapi pemenang kontes sapi terbaik di Sumatera Barat tahun 2019 ini.

Untuk mendistribusikan daging sapi ini nanti, Yulius menyebut sudah menyediakan 200 kupon. Nantinya kupon terlebih dahulu akan disebar kepada masyarakat miskin dan kurang mampu. Perioritas distribusi daging kurban sapi Presiden ini menurut Yulius adalah tempat-tempat kurban yang jumlah sapinya sedikit dan masyarakat miskin-nya banyak.

Yulius menjelaskan sejak dulu, Masjid Raya Sumbar memang tidak mengelola kurban secara umum selain sapi presiden. Karena mereka tidak punya tempat permanen untuk menyembelih sapi kurban. Lagi pula letak Masjid yang dibangun sejak 21 Desember 2007 itu juga tidak berdekatan dengan pemukiman masyarakat.

Tapi, Yulius melanjutkan, bukan berarti Masjid Raya Sumbar tidak ada kontribusi terhadap kurban di Kota Padang dan sekitarnya. Sebelumnya Masjid Raya Sumbar telah mengadakan seminar tentang kurban. Di situ mereka mengundang para ustadz-ustazah dan mubaligh lainnya untuk diberi pemahaman tentang berkurban.

Nantinya para mubaligh ini kata Yulius akan menyampaikan di masjid-masjid masing-masing mengenai pemahaman tentang kurban. Tujuannya agar masyarakat khususnya umat Islam menyadari hukum dari kurban. Yaitu sunat muakad.

"Hadis nabi menyebutkan, pada hari itu dia mampu berurban, tapi dia tidak berkurban, jangan dekati masjid. Kurban tidak wajib, sunat muakad, sedikit saja di bawah wajib bagi yang mampu. Masyarakat harus pahami ini," ujar Yulius. (*)

 Sumber : rmc /  Editor : DavidR
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]