Ternyata Ini Penyebab Sumber Air ke Pabrik Semen Padang Ditutup Masyarakat


Jumat, 02 Agustus 2019 - 00:23:14 WIB
Ternyata Ini Penyebab Sumber Air ke Pabrik Semen Padang Ditutup Masyarakat Aksi Anak Nagari Lubuk Kilangan bersama masyarakat saat menutup sumber air di Sikayan yang juga sumber air untuk pabrik PT Semen Padang. TIO/Haluan

PADANG, HARIANHALUAN.COM – LBB melakukan aksi protes dengan cara menutup kanal air di Kampung Sikayan Pondok Bambu RT 01 RW 12, dan memasang beberapa spanduk bertuliskan "Ulayat Nagari Lubuk Kilangan Bukan Milik Segelintir Oknum Pengkhianat", dan spanduk bertuliskan rangkaian kalimat dengan mencatut nama PT Semen Padang.

Nisfan Jumadil, selaku penanggungjawab aksi sekaligus Perwakilan LBB menjelaskan hal-hal yang memicu terjadinya aksi tersebut

"Kami melakukan aksi ini karena ketidakpuasan kami terhadap lembaga KAN yang terpecah dua. Kami juga menduga pihak PT Semen Padang berpihak kepada salah satu kelompok. Ini yang menjadi pemicu persoalan, dan kami juga melihat ada oknum yang tidak bertanggung jawab mencari keuntungan dari PT Semen Padang," ujar usai melakukan mediasi bersama Polresta Padang

Ia mengungkapkan keinginan pihaknya untuk mempersatukan kembali nagari dengan cara melakukan aksi protes tersebut. Sebab persoalan ini berdampak buruk bagi anak kamanakan dan masyarakat nagari Lubuk Kilangan.

"Nagari itu bukan KAN yang punya. Tetapi nagari itu kepunyaan anak kamanakan dan masyarakat, musyawarah nagari yang tertinggi. KAN itu tempat mengadu, kapai tampek batanyo, kapulang tampek babarito, namun hari ini sudah terbalik. KAN dan ninik mamak merasa berkuasa, apapun keputusan nagari dibuat sendiri tanpa melibatkan seluruh unsur di nagari kami yakni ninik mamak 4 jinih dan 6 suku. Tapi mereka ditinggal, apa itu benar sesuai adat minang yang selalu mengedepankan musyawarah," katanya.

Lebih lanjut ia menyatakan, niat LBB sangat baik untuk menyatukan kembali ninik mamak di nagari. Makanya LBB memasang spanduk agar PT Semen Padang untuk sementara menghentikan bantuan kepada ninik mamak yang tergabung ke dalam KAN.

"Kita sudah menyurati manajemen PT Semen Padang agar menghentikan bantuan kepada KAN sementara waktu. Sebab ini juga menjadi pemicu terpecah belahnya KAN, dan kami juga meminta pihak kepolisian untuk mencari dalang yang telah memecah belah nagari di Lubuk Kilangan ini. Makanya, kami terpanggil untuk menyelamatkan nagari lebih dulu," tuturnya.

Di sisi lain, Kepala Unit Humas dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati, mengatakan sangat menyayangkan aksi yang dilakukan oleh masyarakat yang mengatasnamakan LBB. Tindakan tersebut bisa berdampak kepada pengoperasian pabrik semen. Untung saja untuk hari ini sudah ada stok air, hanya saja jika penutupan saluran air itu berlangsung lama, pabrik bisa terhenti.

"Kami berharap persoalan ini segera diselesaikan. Kami dari Semen Padang tidak ingin ikut campur, karena persoalan tersebut adalah masalah internal nagari", ujarnya

Sementara, Sekertaris KAN Lubuk Kilangan, Armansyah Dt Gadang mengatakan, saluran air Kanal Sikayan itu memang berdiri ditanah nagari. Dan air ini merupakan sumber vital negara karena banyak orang yang menggunakannya, tidak hanya pihak PT Semen Padang saja, namun berapa kelurahan di Lubuk Kilangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan solusi yang terbaik agar aksi protes ini tidak merugikan semua pihak.

"Tujuan aksi ini memang menyatukan ninik mamak, namun pada dasarnya ninik mamak itu sudah bersatu, tetapi memang ada berapa orang ninik mamak yang belum kembali ke KAN karena masih bersekukuh dengan SK LKAAM. Jika ada wadah musyawarah cukup anak kamanakan saja duduk bersama, kalau ninik mamak tidak perlu disatukan lagi, bahkan dari rapat kita beberapa waktu lalu menyepakati agar ninik mamak yang berseberangan itu kembali lagi ke KAN," ungkapnya. (*)


Reporter : Tio /  Editor : DavidR


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 01 September 2019 - 16:48:06 WIB

    Pemko Padang Kekurangan ASN, Ternyata Ini Penyebabnya

    Pemko Padang Kekurangan ASN, Ternyata Ini Penyebabnya PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang mencacat ada ada 563 Aparatur Sipir Negara (ASN) yang telah dan akan memasuki masa purna bakti atau pensiun di tahun 2019 ini. Dengan situ.
  • Rabu, 14 Agustus 2019 - 16:59:59 WIB

    Jalan Bypass Akan Terlihat Cantik, Ternyata Ini yang Dilakukan

    Jalan Bypass Akan Terlihat Cantik, Ternyata Ini yang Dilakukan PADANG, HARIANHALUAN.COM - Sekitar 30 perusahaan di Kota Padang setuju bahwa akan membuat taman di median jalan sepanjang Bypass. Diperkirakan pada September mendatang akan dimulai pengerjaan pembuatan taman tersebut..
  • Kamis, 03 Maret 2016 - 03:49:14 WIB
    Ana Mardiah Sempat Diamankan Polisi

    Pengacara itu Ternyata Mengurus Administrasi Kliennya

    PADANG, HALUAN — Se­orang pengacara, Ana Mar­diah (50) yang sempat di­amankan Satuan Reserse (Sat Res) Narkoba Polresta P­a­dang, buka suara. Ia diaman­kan pada Senin (29/2) lalu, di sebuah rumah Jalan M. Hatta Ketap.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM