Kawasan LBS Sawahlunto Berpotensi untuk Dikelola


Selasa, 06 Agustus 2019 - 16:51:59 WIB
Kawasan LBS Sawahlunto Berpotensi untuk Dikelola Perusahaan Peternakan Sapi Sawahlunto. FADIL

SAWAHLUNTO, HARIANHALUAN.COM - Kawasan peternakan sapi milik Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), di bawah bendera PT Lembu Betina Subur masih memiliki potensi untuk dikelola dan dimanfaatkan masyarakat. Setidaknya dengan membuka kesempatan bagi masyarakat atau kelompok peternak untuk mengelolanya.

“Bangunan dan asset yang ada masih berpotensi untuk dimanfaatkan, setidaknya bagi masyarakat peternak di kota ini,” ungkap Kris Biantoro, salah seorang peternak di Kota Sawahlunto kepada Haluan, Selasa (6/8).

Pria lajang itu sangat menyayangkan, asset yang bernilai miliaran rupiah itu hanya lapuk menunggu ambruk tanpa termanfaatkan. Padahal, jika diberikan masyarakat untuk memanfaatkannya, tentu masyarakat peternak sangat terbantu.

Apalagi, areal padang rumput yang dimiliki perusahaan plat merah itu terbilang sangat luas. Memang saat ini, rumput pakan ternak yang dulu ditanam sudah hilang ditelan rumput liar. Tetapi, jika dibantu dengan alat pengolah tanah yang ada, bisa dapat kembali ditanami.

“Saya sangat berminat. Namun tidak tahu bagaimana bisa memanfaatkan kawasan itu, sehingga bisa dijadikan peternakan sapi kembali,” tambah Kris Biantoro.

Anggota Komisi II DPRD Sawahlunto, Afdal kepada Haluan mengatakan dirinya sangat mendukung jika ada masyarakat Sawahlunto yang ingin memanfaatkan kawasan peternakan tersebut untuk dihidupkan kembali.

Tentu saja, katanya, disesuaikan dengan aturan dan regulasi yang ada. Afdal juga berharap, asset yang berdiri di atas lahan peternakan itu, dapat termanfaatkan. Tidak hanya dibiarkan usang dan hilang begitu saja.

Menurut Afdal, hingga saat ini PT Lembu Betina Subur sendiri belum jelas pertanggungjawabannya. “Kami di dewan selalu mempertanyakan bagaimana pertanggungjawabannya. Namun hingga saat ini tidak jelas,” katanya.

Menurut Afdal, perusahaan yang berdiri sejak 2005 dengan modal awal Rp3 miliar itu, belum dinyatakan pailit.

Sementara itu, Kepala Bidang Asset Badan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Sawahlunto, Desismon mengatakan, asset yang berada di bawah PT Lembu Betina Subur merupakan asset yang dipisahkan.

Kondisi kawasan PT Lembu Betina Subur saat ini bagai tinggal nama, bak lentera yang telah pudur. Kawasan peternakan yang bersebelahan dengan Taman Satwa Kandi dan Camping Ground itu, hilang ditelan bumi.

Bahkan untuk masuk ke kawasan itu, ruas jalan yang dulu lebar bahkan dua mobil bisa berpapasan, kini hanya tidak tidak sampai 2 meter, satu mobil saja harus sangat berhati-hati untuk bisa masuk ke kawasan tersebut.

Besi-besi yang dulu berdiri kokoh mengurung akses sapi untuk berkeliaran, kini sudah berkarat dan banyak yang hilang. Bangunan kantor yang dulu berdiri kokoh, kini atapnya sudah lapuk dan jatuh.

Dari pantauan Haluan, masih terdapat satu keluarga yang dulu menjadi penjaga kawasan tersebut, yang memilih bertahan di kawasan yang dikerumuni semak belukar itu.

“Sudah empat tahun terakhir tidak ada lagi sapi milik perusahaan. Yang ada lima ekor sapi dan lima ekor kambing milik kami,” ujar wanita yang mengaku bernama Hendra Fitri kepada Haluan, Minggu (4/8).

Ibu dua anak kelahiran 1975 itu mengatakan, dulu suaminya Nasril menjadi penjaga kawasan peternakan tersebut, dengan gaji setiap bulan Rp700 ribu. Tapi kini sudah tidak lagi.

Kini menurut Hendra Fitri, di sela-sela kesibukannya sebagai ibu rumah tangga dan mengembala sapi serta kambing miliknya itu, Ia memanfaatkan kawasan gudang pakan sebagai tempat membuat batako.

Gudang pakan sendiri, dulunya sempat dijadikan tenpat untuk memproduksi kompos. Tapi kini, beberapa tiang penyangga gudang itu sudah mulai lapuk dan bersiap untuk roboh.

Kondisi yang sama juga dialami kandang-kandang besar yang dulu berdiri tegap melindungi ratusan ekor sapi itu, kini juga terlihat ringkih dan tidak berdaya karena tidak lagi dirawat.

Rumput-rumput pakan sapi yang dulu tumbuh menghijau di atas lahan belasan hektar, kini terlihat mengkerdil karena tertutup tumbuhan lain dan dijerat akar liar. Kawasan itu telah kembali ke asalnya dulu, semak belukar.(h/dil)

 

Reporter : Fadil /  Editor : HSP

Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 07 Maret 2020 - 17:57:37 WIB

    Investor Ajak Masyarakat Kembangkan Pariwisata di Kawasan Mandeh

    Investor Ajak Masyarakat Kembangkan Pariwisata di Kawasan Mandeh PAINAN, HARIANHALUAN.COM – Guna kemajuan Kabupaten Pessisir Selatan membutuhkan kepedulian semua elemen masyarakat. Selain itu, dorongan investor juga dibutuhkan untuk menjalankan investasi dalam berbagai usaha yang mampu m.
  • Senin, 02 Maret 2020 - 16:50:19 WIB

    Kawasan Pantai Kata Pariaman Akan Punya Pasar Kuliner

    Kawasan Pantai Kata Pariaman Akan Punya Pasar Kuliner PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM - Pemko Pariaman akan membuat pasar kuliner di kawasan wisata Pantai Kata..
  • Rabu, 26 Februari 2020 - 22:34:45 WIB

    Lokasi PLTM Sako Tapan Pessel masuk dalam Kawasan TNKS

    Lokasi PLTM Sako Tapan Pessel masuk dalam Kawasan TNKS PAINAN, HARIANHALUAN.COM -- Sekitar 5 sampai 6 hektare lahan yang digunakan untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTM) Sako I di Nagari Sungai Gambir Sako Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan masuk dalam .
  • Jumat, 20 Desember 2019 - 16:14:24 WIB

    Alhamdulillah, Kawasan Halal Traditional Food of Dharmasraya Segera Hadir 

    Alhamdulillah, Kawasan Halal Traditional Food of Dharmasraya Segera Hadir  DHARMASRAYA,HARIANHALUAN.COM-Ada kabar gembira dalam Bulan Desember ini buat pada pedagang makanan tradisional dan juga buat kita kita yang gandrung dengan makanan khas Dharmasraya dan Minangkabau pada umumnya. .
  • Kamis, 19 September 2019 - 17:41:24 WIB

    Pessel Fokus Kembangkan KawasanTransmigrasi

    Pessel Fokus Kembangkan KawasanTransmigrasi PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan terus berbenah mengembangkan segala potensi yang ada. Tak hanya di bidang pariwisata dan infrastruktur, daerah berjuluk Negeri Sejuta Pesona itu, juga fokus meng.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM