Terdakwa Kasus Pembunuhan di Kapalo Koto Divonis 20 Tahun Penjara


Selasa, 06 Agustus 2019 - 17:48:32 WIB
Terdakwa Kasus Pembunuhan di Kapalo Koto Divonis 20 Tahun Penjara ilustrasi
PADANG, HARIANHALUAN.COM - Terdakwa Mardiani (43), yang tega menghabisi nyawa temannya sendiri, Lis (korban), tak menyangka akan berada di dalam jeruji dengan waktu yang cukup lama. Pasalnya terdakwa yang menjalani sidang, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas I A Padang, Selasa (6/8), dinyatakan bersalah oleh majelis hakim. 
 
Dalam sidang tersebut, terdakwa divonis selama 20 tahun kurungan penjara. 
 
"Perbuatan terdakwa, menyebabkan korban meninggal dunia," kata hakim ketua sidang, Djonlar Purba didampingi hakim anggota Agnes Sinaga dan Inna Herlina, saat membacakan amar putusannya. 
 
Majelis hakim menilai bahwa, terdakwa Mardiani telah memenuhi unsur dengan sengaja, menghilangkan nyawa orang lain. 
 
"Bahwa perbuatan terdakwa telah menghilangkan nyawa orang lain, dan melakukan pengambilan barang milik korban. Dimana barang tersebut bukanlah milik terdakwa," tambahannya. Tak hanya itu, terdakwa juga terbukti melanggar pasal 339 KUHP. 
 
Terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum (PH), Ardisal cs, mengaku pikir-pikir atas putusan majelis hakim. Dalam sidang tersebut, terlihat beberapa polisi bersenjata laras panjang menjaga ruang sidang, bahkan keluarga korban pun sempat datang. Meskipun demikian sidang tampak berjalan dengan aman dan lancar. 
 
Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa, dengan hukuman pidana penjara selama 20 tahun. Dalam dakwaan JPU yakninya Mulyana Syafitri pada Kejaksaan Negeri Padang dijelaskan, kejadian ini berawal pada tanggal pada 2 Januari 2019 lalu, di RT 3/RW 1, Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Awalnya terdakwa Mardiani datang ke rumah Lis (korban), dengan tujuan meminjam uang. 
 
Pada saat bertemu, korban berjanji akan meminjamkan uang kepada terdakwa. Selanjutnya pada keesokan harinya, terdakwa datang kerumah korban, tapi tidak di rumah karena, korban sedang berjualan ikan di pasar. Terdakwa pun menghubungi korban melalui handpone, lau korban pun menuyuruh terdakwa agar datang kembali kerumah pada malam hari. 
 
Pada pukul 20.15 WIB, terdakwa datang kerumah korban, dan menagih janji si korban, untuk dipinjamkan uang. Namun korban malah masuk ke kamar dan mengatakan kepada terdakwa, kalau korban sedang butuh uang untuk membangun rumah. 
 
Terdakwa yang kesal akhirnya, mengunci pintu rumah terdakwa, dan terdakwa pun menuju ke kamar korban. Selanjutnya terdakwa mengambil bantal dan, menutup muka korban dengan bantal. Pada waktu itu, korban sempat melakukan perlawanan dengan mencoba menendang terdakwa.       
 
Pada waktu kejadian, terdakwa tak sengaja melihat emas milik korban, dan terdakwa pun sempat mengambilnya. Mendengar adanya keributan anak korban datang, dan mendobrak pintu rumah korban yang terkunci. Pada waktu itu, terdakwa masih di dalam kamar korban, akhirnya terdakwa berhasil ditangkap. 
 
Sementara korban yang mengalami sesak napas, akibat ditutup  mukanya dengan bantal oleh terdakwa, sehingganya korban mengalami meninggal. Akibat perbuatannya, terdakwa Mardiani harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dimata hukum. (h/win)


Reporter : Rahma Winda /  Editor : HSP


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM