Wah..!! Harga Cabai Kian Panas, di Pessel Sampai Rp100 Ribu per Kilogram


Ahad, 11 Agustus 2019 - 18:31:11 WIB
Wah..!! Harga Cabai Kian Panas, di Pessel Sampai Rp100 Ribu per Kilogram Ilustrasi

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Menyambut Hari Raya Idul Adha 1440 H, ternyata harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Pesisir Selatan ikut meroket. Pantauan Haluan di pasar tradisional Surantih, Kecamatan Sutera harga cabai merah menyentuh angka Rp100 ribu/kilogram (kg) bahkan lebih, Minggu (11/8).

Salah satu pedagang sembako di Pasar Surantih, Imul (42) mengatakan, harga cabai memang sedang naik saat itu. Bahkan, menurut dia harga tersebut naik sejak sebulan terakhir.

"Ya, puncaknya sejak hari Kamis kemarin, harganya menyentuh Rp 100 ribu per kilogram. Kalau yang naik tinggi itu memang harga cabai. Biasanya rawit merah saya jual Rp 60-65 ribu per kilogram sekarang saya jual Rp 95-100 ribu," ujarnya pada Haluan.

Selain itu, lanjut dia, cabai rawit hijau harganya juga turut naik. Bahkan, harganya menyentuh angka Rp 90 ribu. Padahal pada hari biasa harga normalnya paling mahal Rp 60 ribu.

"Sementara untuk cabai hijau biasa pada angka Rp 80 ribu, kalau hari biasa hanya Rp 40 ribu," katanya lagi. 

Sementara itu, Desri Mayeni (28) warga Pasar Surantih, mengeluhkan kondisi tersebut. Menurut dia, selain naiknya harga cabai, harga buncis dan kacang panjang juga ikut naik. Bahkan, harga kedua sayuran ini kata dia seakan terbawa arus alias membentuk harga baru.

"Ya, buncis sama kacang panjang ikut naik pula. Kami para Ibu-ibu tentu kaget. Biasanya hanya Rp 10-15 ribu kalau sekarang naik menjadi Rp 35 ribu," katanya.

Selain itu, kata dia, harga Telur pun ikut naik. Namun, tidak terlalu signifikan. Ia menuturkan, sejak empat hari lalu kenaikan terjadi pada angka Rp 1000.

"Telur naiknya tidak terlalu parah. Biasanya Rp 23 ribu sekarang jadi Rp 24 ribu per kilogram. Naiknya sejak 4 hari belakangan," ucapnya lagi.

Sebelumnya informasi dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan UMKM menyebutkan, kenaikan sejumlah harga sembako di pasaran disebabkan karena kurangnya pasokan disejumlah pasar tradisional yang ada di daerah itu. 

"Ya, itu termasuk harga cabai. Hal ini dikarenakan cabai para petani di daerah kita banyak diserang hama penyakit sehingga hasil panen menjadi berkurang," kata Hendro Kurniawan selaku Kabid Perdagangan dan Perindustrian Pessel. (h/kis)


Reporter : Okis /  Editor : HSP


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM