Bidik Korporasi, KPK Terus Kembangkan Kasus Mega Korupsi e-KTP


Selasa, 13 Agustus 2019 - 23:54:01 WIB
Bidik Korporasi, KPK Terus Kembangkan Kasus Mega Korupsi e-KTP Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Baru saja menetapkan empat tersangka baru, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus korupsi e-KTP. KPK bahkan bakal mendalami dugaan keterlibatan korporasi dalam kasus mega korupsi tersebut.

"Untuk korporasi kita belum sampai ke sana tapi kita akan ke sana tujuan nantinya," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/8).

Dalam kasus ini, terdapat konsorsium Perusahaan Umum Percetakan Negara Republik Indonesia (Perum PNRI) yang ditunjuk untuk mengerjakan proyek pengadaan e-KTP. Konsorsium itu terdiri dari Perum PNRI, PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo persero), PT LEN Industri (persero), PT Quadra Solution, dan PT Sandipala Arthaputra.

Konsorsium ini juga menerima pembayaran atas pengerjaan proyek e-KTP sebesar Rp4,92 triliun. Padahal, harga wajar atau harga riil pelaksanaan proyek e-KTP 2011-2012 adalah Rp2,6 triliun.

Lebih lanjut Saut mengingatkan kepada semua pihak yang diduga terlibat termasuk dua perusahaan yang masuk dalam konsorsium tersebut, yakni Perum PNRI dan PT Sandipala Arthaputra, agar mengembalikan aliran dana e-KTP.

"KPK memperingatkan para tersangka, Perum PNRI, PT Sandipala Arthaputra dan pihak lain yang diperkara dan telah menikmati aliran dana EKTP ini agar mengembalikan uang tersebut ke negara melalui KPK. Hal tersebut akan dipertimbangkan sebagai faktor meringankan," katanya.

Pada hari ini, KPK menetapkan empat tersangka baru kasus e-KTP. Mereka adalah eks Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Hanura Miriam S. Hariyani, Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI dan Ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya.

Selain itu, Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan Kartu Tanda Penduduk Elektronik PNS BPPT Husni Fahmi, dan Direktur Utama PT. Sandipala Arthaputra Paulus Tannos sebagai tersangka baru dalam kasus ini. (*)


 Sumber : cnn /  Editor : DavidR


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 25 Juli 2019 - 22:50:46 WIB

    Duh! Yang Dibidik Babi Hutan, yang Tertembak Malah Teman Sendiri

    Duh!  Yang Dibidik Babi Hutan, yang Tertembak Malah Teman Sendiri     PADANG,HARIANHALUAN.COM-Dua lelaki peburu ini terpaksa  harus berurusan dengan pihak penegak hukum. Pasalnya, mereka  menjadi pelaku salah tembak terhadap teman sendiri, yang mengakibatkan korbannya mengalami kecacata.
  • Kamis, 13 Desember 2018 - 20:18:35 WIB

    KPAI Bidik Dugaan Pencabulan di Pasaman

    KPAI Bidik Dugaan Pencabulan di Pasaman PASAMAN, HARIANHALUAN.COM – Kekerasan seksual terhadap sejumlah siswa oleh oknum guru kembali terjadi. Kali ini diduga dilakukan oleh oknum guru pengajar seni dan budaya di salah satu sekolah menengah di Kabupaten Pasaman. .
  • Selasa, 04 Desember 2018 - 09:18:14 WIB

    Perubahan Status Hutan Manggani Dibidik

    Perubahan Status Hutan Manggani Dibidik LIMAPULUH KOTA, HARIANHALUAN.COM – Temuan aktivitas imigran asing di lokasi bekas tambang emas Manggani, Koto Tinggi, Kecamatan Gunuang Omeh, membuat banyak pihak angkat bicara. Terkait status hutan, Pemerintah Kabupaten (.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM