Memilukan, Pria Paruh Baya Ini Hidup Diatas Loteng Gapura TPU


Kamis, 15 Agustus 2019 - 16:08:57 WIB
Memilukan, Pria Paruh Baya Ini Hidup Diatas Loteng Gapura TPU SYAMSUMAR (62), memperlihatkan loteng gapura tempat ia tidur dan tinggal setiap hari yang jauh dari layak. Selain sempit, pengap dan berbahaya bagi dirinya. YUDI LUBIS

Miris, 74 tahun Indonesia merdeka, ternyata masih ada saja warga yang hidupnya terlunta-lunta tanpa rumah di Kabupaten Pasaman. Seperti yang dialami, Syamsumar (62), pria paruh baya kelahiran 10 Mei 1957.

 

Laporan: Yudi Lubis - Pasaman

Sehari-harinya, Syamsumar hanya memanfaatkan loteng gapura disebuah tempat pemakaman umum (TPU) ditengah pusat Kota Lubuksikaping. Tepatnya di pandam pekuburan milik kaum di Kampung Taji, Nagari Durian Tinggi, Kecamatan Lubuksikaping.

Loteng gapura itu ia jadikan sebagai tempat tinggal sekaligus tempat berlindung dari panas dan hujan yang mendera.

Biasanya, gapura ini oleh warga setempat dijadikan sebagai tempat untuk menggelar pengajian saat menggelar ziarah kubur serta juga dijadikan sebagai tempat istirahat bagi warga saat prosesi pemakaman berlangsung.

Kondisi ekononomi yang sulit membuat pria kelahiran Kajai, Pasaman Barat itu tidak mampu menempati tempat tinggal yang layak untuk dirinya. Usut punya usut, menjadikan gapura sebagai tempat tinggalnya ternyata sudah lima tahun dilakukan.

Fakta miris soal kehidupan Syamsumar pertama kali diungkap oleh Ketua Baznas Kabupaten Pasaman, Ustadz Syafrizal bersama timnya. Lewat informasi dari masyarakat, Syafrizal langsung menindaklanjutinya dengan cara turun langsung, mendatangi pria malang itu ke lokasi TPU tersebut.

Syamsumar mengaku, bahwa ia hidup sebatang kara di Pasaman. Ia menceritakan, pernah memiliki istri dari Padang Sarai, Lubuksikaping, sebelum bercerai beberapa tahun lalu. Dari pernikahan itu, ia memiliki lima orang anak.

"Anak-anak saya semua ada yang tinggal sama mantan istri. Ada yang pergi merantau. Disini, saya cuma sendiri," akunya.

Ia mengatakan, terpaksa bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Mulai dari membersihkan makam di TPU itu, menyabit rumput hingga membersihkan ladang orang dia lakukan.

Namun, terkadang upah yang ia terima atas jasanya itu malah bukan uang, melainkan hanya sebungkus nasi dan hanya ucapan terimakasih.

"Jangankan mematok upah, dapat makan sehari-hari dari warga sudah bersyukur," imbuhnya.

Lanjut Syansumar, untuk tidur di gapura itu ia harus memanjat tiang. Ia tidur beralaskan tikar dan kasur palembang pemberian warga sekitar. Memanjat, harus ia lakukan agar terhindar dari terpaan hujan dan angin malam.

"Tidur dengan cara manjat. Diatas memang sempit, tapi itu sudah biasa bagi saya," ujarnya.

Masih adanya warga penyandang tuna wisma di Pasaman membuat Ketua Baznas ini miris. Padahal, kata Syafrizal, Indonesia sudah merdeka puluhan tahun. Dan, tahun ini akan merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-74 tahun.

Hal itu disampaikan Ustad Syafrizal usai bertemu Syamsumar yang tengah tidur pulas diatas loteng gapura berukuran 1,5x2 meter. Tempat yang tidak layak sebenarnya dijadikan sebagai tempat tinggal.

Mengenakan kaos merah lusuh, Syamsumar turun dari atas loteng yang dia tempati setiap hari, usai dibangunkan oleh Ustadz Syafrizal beserta rombongan yang datang berkunjung guna melihat keadaannya secara langsung.

Kegetiran hidup yang dialami Syamsumar, membuat Ketua Baznas Pasaman ini terketuk. Ia pun berencana membangunkan rumah sederhana untuk Syamsumar disudut pandam pekuburan (TPU) itu.

"Tapi kita tidak bisa sembarang bangun. Terlebih dahulu harus ada restu dari jorong, Walinagari dan kaum pemilik pandam pekuburan itu," ujar Syafrizal.

Jika izin sudah didapatkan, pihaknya akan mendirikan bangunan di TPU itu untuk tempat Syamsumar berteduh. Tidak hanya itu, Baznas, kata dia, juga akan membantu biaya hidup sehari-sehari bagi penyandang tunawisma tersebut.

"Jika dapat izin, kita bangunkan pondok sebagai tempat dia berteduh disana. Nanti, kita bantu juga biaya hidupnya," katanya. (*)


Reporter : Yudi Lubis /  Editor : HSP


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM