Sumbar Waspada Kabut Asap dari Provinsi Tetangga


Senin, 19 Agustus 2019 - 21:46:00 WIB
Sumbar Waspada Kabut Asap dari Provinsi Tetangga Seorang pengendara melintasi kawasan Banda Bakali Kota Padang, Senin (19/8). Tampak di belakang pengendara, udara mulai diselimuti kabut asap. Meski kabut asap belum mengganggu pemandangan, Dinkes Sumbar mengimbau warga untuk tetap waspada. TIO FURQAN

PADANG,HARIANHALUAN.COM — Kabut asap mulai bergelayut di langit Sumbar, meski belum mengganggu aktivitas masyarakat. Namun demikian, masyarakat di tiga kabupaten yang berbatasan langsung dengan provinsi tetangga diminta lebih waspada.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Stasiun Globar Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang, Manat Panggabean, kepada Haluan menyebutkan, jika peningkatan titik panas terus terjadi dan angin terus bergerak menuju Wilayah Sumbar, dikhawatirkan akan menyebabkan menurunnya kualitas udara, terutama sekali di beberapa daerah di Sumbar.

"Berdasarkan data dari aplikasi SIPONGI milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terpantau beberapa titik api di Sumatra. Dengan rincian, 233 titik di wilayah Riau, 56 titik di wilayah Jambi, dan 202 titik di wilayah Sumatra Selatan. Sedangkan di wilayah Sumbar sendiri, hingga 17 Agustus hanya terpantau satu titik api, yakni di Kabupaten Dharmasraya," kata Manat Panggabean, Senin (19/8).

Manat mengatakan, berdasarkan pantauan Stasiun GAW Bukit Kototabang itu, didapati konsentrasi CO dan PM10 pada udara Sumbar selama beberapa hari terakhir menunjukkan kategori BAIK. Namun demikian, pada 18 Agustus terpantau peningkatan konsentrasi PM10 yang cukup signifikan hingga mencapai kondisi SEDANG.

"CO sendiri merupakan indikasi pembakaran tidak sempurna yang yang menunjukkan kondisi karhutla yang relatif intensif. Sedangkan PM10 adalah pengukuran partikulat padat di atmosfer. Jadi, jika terjadi peningkatan konsentrasi PM10 yang cukup signifikan, maka masyarakat Sumbar patut waspada," ujarnya.

Meski dalam dua pekan terakhir di Sumbar terpantau beberapa titik api, menurut Manat hal ini tidak memberikan pengaruh besar pada penurunan kualitas udara di Sumbar. Justru yang lebih dominan adalah asap kiriman dari provinsi tetangga. Terlebih, pola angin menunjukkan pergerakan yang bervariasi dari timur hingga tenggara. Belum lagi, perkiraan hujan dasarian II dan III Agustus yang menunjukkan curah hujan rendah di wilayah tengah hingga selatan Sumatra.

"Jika titik api di sekitar wilayah Sumbar terus meningkat dan curah hujan terus menurun, maka masyarakat perlu waspada. Terutama bagi masyarakat di Limapuluh Kota, Sijunjung, dan Dharmasraya, yang memang berbatasan langsung dengan Riau," tuturnya lagi.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Haluan di ibu kota provinsi, kabut asap juga mulai terlihat di udara, meski pun memang belum mengganggu aktivitas sehari-hari warga, terutama pengendara jalan.

Hingga sore hari, Senin (19/8) kabut asap masih terpantau menyamarkan jejeran bukit barisan yang mengelilingi Kota Padang.(h/dan)

loading...
Reporter : DANI /  Editor : DNJ

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]