Terbengkalai, Padang Siap Renovasi Gedung Juang


Selasa, 20 Agustus 2019 - 16:27:07 WIB
Terbengkalai, Padang Siap Renovasi Gedung Juang Ketua Umum Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan '45 Sumbar, Mayjen (Purn) Amril Amir saat meninjau kondisi Gedung Joang '45. AKMAL
PADANG, HARIANHALUAN.COM --  Gedung Joang '45 Sumbar yang berada di Jalan Samudra, Pantai Padang menyimpan banyak sejarah tentang semangat rela berkorban para pahlawan pejuang kemerdekaan, namun kondisi saat ini sangat miris dan nampak tidak terawat.
 
Pantauan dari Haluan, saat ini bangunan bersejarah ini sepertinya tidak terurus dengan baik. Kaca jendela pecah, dinding retak, cat terkelupas, atap bocor, namun dibiarkan begitu saja dan belum ada perbaikan.
 
Ketua Umum Dewan Harian Daerah (DHD) Badan Pembudayaan Kejuangan '45 Sumbar, Mayjen (Purn) Amril Amir mengatakan, semenjak gempa tahun 2009, Gedung Joang '45 Sumbar ini sudah tidak diperbaiki dan tidak direnovasi lagi.
 
"Nah, di setiap provinsi ada Gedung Juang dan kondisinya sangat bagus sekali. Sedangkan kondisi Gedung Joang '45 jauh dari kata layak," kata Mantan Pangdam Wirabuana ini.
 
Ia menyebutkan, Gedung Juang '45 kita ini dulunya didirikan pasca PRRI di zaman Kodam 3 pada 17 Agustus sekitar tahun 65. Gedung Joang '45 ini memiliki banyak sejarah. Gedung ini mempunyai nilai sejarah yang panjang dan merupakan cagar budaya yang mestinya dirawat. 
 
Memang, sambungnya, status tanah ini milik angkatan darat. Tinggal dikoordinasikan saja, ketika pemerintah daerah berkoordinasi dengan angkatan darat akan ada solusi untuk kita wujudkan kembali. Menurutnya angkatan darat akan terbuka saja kalau untuk dijadikancagar budaya.
 
"Gedung Joang '45 ini menyimpan koleksi perjuangan masyarakat Minang. Sayangnya, kondisi Gedung Juang kita seperti ini, kita lihat ya terbengkalai. Kalau pemerintah daerah berkoordinasi secara intens dengan angkatan darat, ini bisa diwujudkan kembali," sebutnya.
 
Ia berharap akan ada perhatian dari pemerintah daerah untuk direnovasi kembali Gedung Joang '45 ini. Mungkin selama ini Gedung Joang ini tidak menjadi prioritas.
 
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan  Kebudayaan Kota Padang, Arfian mengatakan, Gedung Joang 45 yang betada dj Jalan Samudera bukan merupakan aset Pemerintah Kota Padang.
 
"Itu milik Korem, bukan milik Pemko Padang. Karena itu kita belum dapat melakukan pembenahan atau perawatan Gedung Joang ini," katanya.
 
Namun Arfian menyatakan, pihaknya sangat siap dan terbuka untuk melakukan renovasi apabila dihibahkan kepada Pemko Padang. Sebab, Gedung Joang '45 ini memiliki sejarah yang banyak dan bisa menjadi wisata sejarah di Pantai Padang.
 
"Kalau memang pemilik aset welcome untuk dilakukan renovasi, kami siap. Akan kami cek dulu bagaimana kondisinya, pasca gempa apakah masih layak dipakai atau tidak. Kalau masih layak tentu akan direnovasi. Sebaliknya jika tidak tentu akan dibongkar dan dibangun ulang," katanya.
 
Ia mengatakan, saat ini Kota Padang tengah memperbaiki Gedung Joang '45 yang ada di Pasar Gadang dan akan dijadikan Gedung Joang '46 dan museum gempa.
 
"Saat ini tengah dalam pengerjaan. InsyaAllah dalam beberapa bukan berikutnya telah dapat diperbaiki," sebutnya.
 
Kepala Balai Perlindungan Cagar Budaya Sumbar, Nurmatias membenarkan Gedung Joang '45 di Jalan Sumatera itu termasuk  cagar budaya. Namun untuk saat ini Pemko Padang harus ada rekomendasi cagar budaya kembali dan harus ditetapkan Wali Kota Padang untuk menjadi cagar budaya.
 
"Kalau sekarang peraturan terbaru dari Pemko Padang harus membuat kembali balik cagar budaya, dari kembali balik cagar budaya itu Pemko Padang membuat rekomendasi untuk menetapkan cagar budaya itu," sebutnya
 
Kalau berkaca dari undangan-undang nomor 5 tahun 1992, memang Gedung Joang '45 ini sudah cagar budaya, tapi sekarang harus dilakukan kembali karena ada undang-undang terbaru, harus ada rekomendasi dari kembali cagar budaya kemudian ditetapkan oleh Pak Walikota Padang.
 
"Kemudian setelah ini baru kami mendapat surat baru kami bisa melakukan pemugaran atau revitalisasi gedung. Makanya kalau pingin direvitalisasi, harusnya dari pihak Pemko Padang harus membuat timba cagar budaya yang ada assessment-nya, itu sesuai amanat undang-undang," sebutnya.
 
Hal Ini belum dilakukan Pemko Padang, namun kami sudah beberapa mendorong, beberapa kali. Memang, saat ini Gedung Joang '45 merupakan aset TNI. Tapi pihaknya sudah persuasif dengan pihak TNI, 
 
"Kalau memang misalkan tidak ada anggaran kemudian ingin kami merehab kasih kami sehelai kertas. Gedung juang daerah strategis, bisa dimanfaatkan untuk lahan bisnis. Apalagi kebijakan pemerintah sekarang ada Penerimaan Negara Bukan Pajak dengan menyewakan lahan strategis itu mereka punya membantu pemerintah. Hal ini yang sulit kami mengantisipasi," sebutnya. (h/mg-mal)

loading...
Reporter : Akmal /  Editor : HSP

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]