Aksi Pukat Harimau Kembali Marak di Pessel


Selasa, 20 Agustus 2019 - 16:35:09 WIB
Aksi Pukat Harimau Kembali Marak di Pessel ilustrasi

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Seperti tak pernah jera, keberadaan pukat harimau di Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan, kembali marak di daerah itu. Kondisi tersebut membuat warga sekitar resah, khususnya nelayan tradisional yang menggunakan alat tangkap pukat hela (tepi).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, Yosmeri saat dihubungi wartawan di Painan, berjanji bakal menggelar operasi penertiban pukat harimau yang beroperasi di perairan laut Kabupaten Pesisir Selatan tersebut.

Bahkan, kata dia, penertiban itu melibatkan pihak terkait seperti TNI AL, Polri, dan Pol Air.

"Benar, kami bakal bentuk tim terpadu. Minggu ini, pihak kami akan turun ke lokasi," ujarnya, Selasa (20/8).

Ia menyebutkan, keberadaan pukat harimau ini, pada 2017 lalu sudah pernah ditertibkan pihaknya, bahkan pelakunya sudah ditangkap.

"Larangan ini sudah tertuang dalam Undang-undang No 45 tahun 2009 tentang perikanan," ucapnya menegaskan.

Sebelumnya, belasan pukat harimau kembali beroperasi di Muaro Kandis, Kecamatan Linggo Saribaganti, Kabupaten Pesisir Selatan.

Meski pemerintah sudah tegas menyatakan aktivitas tersebut dilarang, namun bertepatan pada hari kemerdekaan RI ke 74 lalu, warga Muaro Kandis, kembali melihat operasi tersebut berlangsung. Bahkan, aktivitas pukat harimau ini sempat direkam oleh seorang warga, pada Sabtu (17/8) sekitar pukul 07.00 Wib pagi, di bibir pantai Muaro Kandis, Kecamatan Linggo Saribaganti.

Dalam rekaman video tersebut, terdengar masyarakat menyapa pemerintah dan pihak pemangku kepentingan untuk segera menindak tegas aktivitas tersebut.

"Selamat pagi para pejabat dan pemangku kepentingan politik dan segala macamnya. Inilah pukat harimau yang beroperasi sekitar 500 meter dari bibir pantai muara kandis. Pukat harimaunya banyak," kata Eko Kurniawan (24) dalam unggahan videonya.

Berdasarkan hitungan Eko, jumlah pukat harimau yang ia lihat beroperasi saat itu sekitar 16 unit. Ia menyebutkan aktivitas pukat harimau itu jelas sangat meresahkan masyarakat nelayan disana.

Menurut dia, selain berpotensi merusak ekosistem di laut, habitat ikan dan rumput laut. Bahkan, ia menilai pengawasan dari pihak terkait masih sangat minim.

"Padahal aktivitas pukat harimau ini sudah sering beroperasi disini. Namun, sejauh ini belum ada upaya penindakan dari pihak terkait," tuturnya seraya berharap. (h/kis)

 

 

loading...
Reporter : Okis /  Editor : HSP

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]