SAF 2019 Resmi Dibuka, Disbud Sumbar Luncurkan Ensiklopedia Silek


Selasa, 20 Agustus 2019 - 23:23:44 WIB
SAF 2019 Resmi Dibuka, Disbud Sumbar Luncurkan Ensiklopedia Silek Kepala Disbud Sumbar, Gemala Ranti menyerahkan Ensiklopedia Silek kepada Sekjen Direktorat Kebudayaan Kemendikbud, Sri Hartini pada pembukaan SAF 2019 di Taman Budaya Padang, Senin (19/8). DANI

PADANG, HARIANHALUAN.COM— Dinas Kebudayaan (Disbud) Sumatera Barat meluncurkan Ensiklopedia Silek pada pembukaan Silek Art Festival (SAF) 2019 yang digelar di Taman Budaya Padang, Senin (19/8). Buku setebal 197 halaman tersebut merupakan salah satu upaya Disbud Sumbar dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unand untuk mendokumentasikan keberagaman silek di ranah Minang.

"Sejauh ini, Sumbar belum banyak melakukan pengarsipan dan pendokumentasian silek. Untuk itulah kami berusaha menghimpun kembali seluruh pengetahuan tentang silek sebagai kekayaan budaya Minangkabau," kata Kepala Disbud Sumbar, Gemala Ranti.

Ia menerangkan, Ensiklopedia Silek Minangkabau memuat setidaknya 10 aliran silek, di antaranya aliran Silek Patbanbu, Langkah Tigo, Langkah Empek, Langkah Sembilan, Gajah Tongga, Kapak, Kurambik, Sehati, dan Silek Taralak.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dalam sambutannya berharap, melalui Ensiklopedia Silek dan pagelaran SAF 2019, tradisi silek bisa semakin populer dan dikenal di tengah masyarakat. Bahkan, kalau perlu juga populer di tingkat nasional dan internasional

"Silek tidak hanya sekadar kegiatan bela diri semata. Silek adalah tradisi turun-temurun yang di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur budaya Minangkabau. Oleh karena itu, keberadaan silek wajib kita lestarikan," ujarnya.

Sekjen Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Sri Hartini yang berkesempatan hadir pada iven tersebut mengaku sangat mengapresiasi perhelatan yang telah masuk tahun kedua itu. Ia juga mendukung usaha Pemprov Sumbar untuk semakin mempopulerkan silek.

Bagaimanapun, menurutnya masyarakat punya peran penting dalam menjaga kelestarian tradisi silek. "Pemerintah daerah dan masyarakat harus bergotong-royong dan bahu-membahu dalam menjaga kelestarian silek," ucapnya.

Tahun ini merupakan kali kedua SAF diselenggarakan di Sumbar. Namun berbeda dari tahun lalu yang mengusung tagline “Panjapuik Piutang Lamo” dengan fokus membangitkan kembali semangat komunitas seni dan budaya untuk mengekplorasi silek dalam pertunjukan mereka, tahun ini seluruh rangkaian SAF akan berfokus pada konsep Arsip dan Dokumentasi lewat tagline “Sapakaik Mangko Balega”.

Dialog Bersama Arief Malinmudo

SAF 2019 bakal digelar dari 19–31 Agustus, dan akan berlokasi di lima kabupaten/kota, yakni Kota Padang, Kabupaten Sijunjung, Kota Solok, Kota Payakumbuh, dan Kabupaten Agam.

Khusus untuk Rabu (21/8),  SAF 2019  juga akan diisi  dengan acara Dialog Intraktif bersama Sutradara Film Surau dan Silek, Arief Malinmudo  yang akan digelar di Aula Museum Adityawarman, Padang dengan moderator Edy Utama.

Dialog yang dijadwalkan Pukul 14.00-18.00 WIB ini terbuka untuk Umum, dan Gratis.  (h/mg-dan)

loading...
Reporter : DANI /  Editor : DNJ
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]