Dinilai Cemarkan Nama Baik, Tim Pembela Ulama Laporkan Balik Pelapor UAS


Selasa, 20 Agustus 2019 - 23:53:26 WIB
Dinilai Cemarkan Nama Baik, Tim Pembela Ulama Laporkan Balik Pelapor UAS

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Merasa nama baik Ust Abdul Somad dirusak, Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Aliansi Anak Bangsa (AAB) serta Dewan Persaudaraan Relawan melaporkan balik Sudiarto selaku pihak yang mempolisikan Ustaz kondang asal Riau itu ke Bareskrim Polri. Sudiarto melaporkan Abdul Somad ke Bareskrim pada Minggu 18 Agustus lalu terkait dugaan penistaan agama.

Kuasa hukum mereka, Pitra Romadoni mengatakan pelaporan balik terhadap Sudiarto itu lantaran yang bersangkutan menyebarkan foto bukti laporan polisi ke media sosial. Tindakan itu, menurutnya merupakan bentuk pencemaran nama baik.

“Kita merasa nama baik Abdul Somad sudah tercemar dengan adanya bukti laporan polisi. Kalau memang dia mau melaporkan ke polisi, silakan melaporkan gitu, tapi jangan dipermalukan seperti ini," tutur Pitra di Bareskrim Polri seperti diberitakan CNNIndonesia.com, Selasa (20/8).

Pitra menuturkan penyebaran bukti laporan itu memberikan kesan bahwa Abdul Somad sudah terbukti bersalah. Padahal, seseorang dinilai bersalah atau tidak itu merupakan keputusan pengadilan.

"Jadi dengan adanya bukti pelaporan polisi ini seolah-olah Abdul Somad bersalah, ini kan belum ada keputusan yang inkrah dari pengadilan," ujarnya.

Dalam laporan itu, Pitra turut membawa barang bukti berupa tangkapan layar atau screenshot grup Whatsapp. Selain itu, ia juga menyertakan foto laporan terhadap Abdul Somad atas nama Sudianto di Bareskrim yang teregister pada 18 Agustus 2019.

Pitra mengklaim laporan itu telah diterima oleh pihak kepolisian. Namun, saat awak media meminta bukti penerimaan laporan itu, ia enggan memberikannya.

"Kalau kita ini sebarluaskan berarti sama halnya kita juga melaporkan atas penyebaran itu," ucap Pitra.

Sebelumnya, beredar potongan video ceramah Abdul Somad yang mengatakan bahwa dalam hukum Islam, salib adalah tempat bersarangnya jin kafir. Somad mengatakan hal itu untuk menanggapi pertanyaan salah satu anggota jemaah yang menggigil hatinya ketika melihat salib.

Abdul Somad sendiri telah mengklarifikasi pernyataannya dalam sesi tanya jawab ceramah yang menuai polemik tersebut. Dia menegaskan bahwa substansi ceramahnya itu hanya sekadar menjawab pertanyaan dari salah satu jemaah dan bukan untuk merusak hubungan antarumat beragama di Indonesia.

Klarifikasi Abdul Somad itu diunggah dalam akun resmi Youtube milik FSRMM TV pada Minggu (18/8).

"Pertama, itu saya menjawab pertanyaan, bukan saya membuat-buat untuk merusak hubungan. Ini perlu dipahami," kata Abdul Somad dalam video tersebut yang diakses CNNIndonesia.com.

Seperti diketahui, penceramah asal Riau tersebut dilaporkan sejumlah pihak ke Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, Polda Nusa Tenggara Timur, dan Polda Jawa Timur. (*)


 Sumber : CNNIndonesia /  Editor : DavidR


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 21 Juli 2019 - 21:43:29 WIB

    Upaya Peninjauan Kembali Jokowi di Kasus Karhutla Dinilai Sia-Sia

    Upaya Peninjauan Kembali Jokowi di Kasus Karhutla Dinilai Sia-Sia JAKARTA, HARIANHALUAN.COM—Peninjauan Kembali yang dilakukan pemerintah dalam kasus kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah dinilai usaha sia-sia. Pasalnya, putusan yang dikeluarkan Mahkamah Agung (MA) di tingkat kasa.
  • Kamis, 11 Juli 2019 - 23:32:02 WIB

    Dewan Penyadapan Dinilai Hanya Pemborosan Keuangan Negara

    JAKARTA, HARIANHALUAN.COM- Pembentukan Dewan Penyadapan oleh DPR yang nanti diatur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyadapan,  dinilai pengamat politik dari Universitas Indonesia Donny Gahral,  hanya akan membuang angg.
  • Senin, 15 Oktober 2018 - 21:57:57 WIB

    Diskusi Empat Pilar MPR, Pemerintah Dinilai Kurang Serius Mengurus Negara

    Diskusi Empat Pilar MPR, Pemerintah Dinilai Kurang Serius Mengurus Negara JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kebijakan pemerintah mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang kemudian beberapa jam kemudian diturunkan lagi, menunjukan pemerintah tidak konsisten..
  • Senin, 01 Agustus 2016 - 03:20:13 WIB

    Eksekusi Mati Jilid III Dinilai Ilegal

    JAKARTA, HALUAN — Koa­­lisi masyarakat sipil me­nolak hukuman mati yang ter­diri dari gabungan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM), menilai Kejaksaan Agung telah melaksanakan eksekusi mati secara ilegal terhadap e.
  • Kamis, 09 Juni 2016 - 03:06:56 WIB
    Persulit Calon Perorangan

    UU Pilkada Dinilai Pragmatisme

    JAKARTA, HALUAN — Setelah melalui proses perumusan dan perdebatan yang cukup panjang, akhirnya DPR mengesahkan Undang-Undang tentang Pemilihan Kepala Daerah (pilkada). Pengamat politik dari Universitas Indonesia Cecep Hiday.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM