Nyawa Dipertaruhkan, Warga Sopan Tandu Ibu Melahirkan di Lereng Bukit Karena Minimnya Insfratruktur


Rabu, 21 Agustus 2019 - 13:28:36 WIB
Nyawa Dipertaruhkan, Warga Sopan Tandu Ibu Melahirkan di Lereng Bukit Karena Minimnya Insfratruktur

PASAMAN, HARIANHALUANM.COM -Warga Sopan, Nagari Muaro Seilolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Kabupaten Pasaman, terpaksa menandu seorang warga yang hendak melahirkan untuk dirujuk ke RSUD Lubuksikaping, beberapa waktu lalu. 

Upaya tersebut terpaksa dilakukan warga, karena belum tersedianya infrastruktur jalan, jembatan dan telekomunikasi bagi nagari di ujung timur  daerah itu meski usia republik ini sudah mencapai 74 tahun. 

Untuk membawa Sies (30), ibu yang hendak melahirkan ke rumah sakit, warga setempat harus berjalan kaki dari atas bukit. Dengan jarak tempuh perjalanan sekitar 13 Km dengan kondisi medan yang cukup berat. 

"Dia, terpaksa ditandu, karena jalan kondisinya tidak memungkinkan. Jalan ke kampung kami (Sopan) sebenarnya tidak laik tempuh. Bisa dilihat divideo," kata Kepala Jorong Sopan, Amal Rianto, kemarin. 

Dia, kata Amal yang sudah lima tahun menjadi Kepala Jorong di Sopan, terpaksa dilarikan ke rumah sakit, karena bidan desa yang ada dikampung itu tidak bisa lagi menangani ibu dua anak itu di Polindes setempat. 

"Kami (Warga) Sopan berjalan, bergotong royong menandu Sies menuju ke Puskesmas Kuamang, Panti terlebih dahulu untuk meminta rujukan. Kami berangkat pukul 06.00 Wib pagi. Tibanya pukul 09.30 Wib," katanya. 

Dikatakan, dalam setahun terakhir sudah tiga warganya dilarikan ke rumah sakit dengan cara ditandu. Mirisnya lagi, kata dia, pernah salah seorang warganya menghebuskan nafas terakhir di dalam tandu saat tengah dalam perjalanan menuju rumah sakit. 

"Yang meninggal di tengah jalan karena terlambat mendapatkan pertologan medis atas penyakit yang diderita, juga ada dan pernah terjadi," katanya. 

Banyak suka duka yang dirasakan oleh warga saat menandu orang sakit di kampungnya akibat keterbatasan infrastruktur. Sukanya, kata dia, warga Sopan semakin kompak dan kuat. 

"Dukanya, nyawa warga jadi taruhan. Terkadang tidak dapat diselamatkan karena terlambat mendapatkan pertolongan medis," ujarnya. 

Lanjut Amal, masih minimnya infrastruktur di kampungnya sudah sering disuarakan. Malah, hampir setiap kali pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) dilaksanakan setiap tahunnya. 

"Dalam musrenbang sudah pernah diusulkan, baik ditingkat nagari, kecamatan maupun kabupaten. Tapi usulan kami ini tidak pernah jebol. Mungkin belum dirasa prioritas kali yah," imbuhnya. 

Amal menyebutkan, untuk pembangunan jalan Sopan-Kuamang, butuh dana besar. Mengandalkan dana nagari (desa) tidak akan cukup. Untuk itu, ia dan 300 an jiwa penduduk Sopan berharap, pemerintah daerah dapat menggelontorkan dana APBD untuk pembangunan jalan antar kecamatan tersebut. 

"Tidak bisa ditopang oleh dana desa saja. Melainkan harus dari dana APBD, jika perlu lewat APBN," katanya.  (*)

loading...
Reporter : Yudi Lubis /  Editor : DavidR
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]