Kabut Asap Mulai Selimuti Pasaman


Rabu, 21 Agustus 2019 - 15:55:20 WIB
Kabut Asap Mulai Selimuti Pasaman KABUT ASAP - Tampak kabut asap akibat karhutla mulai menyelimuti udara Pasaman meskipun masih tipis. YUDI

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah di Riau, mulai menyelimuti langit Pasaman dan menutupi kawasan perbukitan. Seperti yang terjadi pada Rabu (21/8) ini.

Kondisi ini membuat sejumlah masyarakat, khususnya di Utara Pasaman resah. Warga khawatir, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan itu bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

"Khawatir lah yah, bisa-bisa terkena ISPA. Kualitas udara jadi tidak sehat karena adanya kabut asap ini. Langit pun dalam beberapa hari ini selalu tampak mendung, tidak cerah seperti biasa. Padahal bukan mau hujan," tutur Nola kepada Haluan.

Wanita yang bekerja sebagai wiraswasta ini mengaku waswas jika kabut asap tersebut terus berlangsung, bisa berdampak pada kesehatan anaknya yang masih berusia balita (bawah lima tahun).

"Anak-anak ini rentan sakit jika cuaca panas, belum lagi saat ini sudah tercium bau asap khususnya pada malam dan pagi hari. Repotnya, mereka belum bisa memakai masker, ditambah daya tahan tubuh yang berbeda dengan orang dewasa," katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Pasaman, Rosben Aguswar membenarkan bahwa kabut asap sudah mulai merambah ke daerah itu. Tetapi dari laporan dan pantauan kabut asap ini masih dalam kewajaran. Artinya, belum masuk ambang mengkawatirkan.

"Beberapa daerah telah dikepung kabut asap tipis, termasuk di Pasaman. Terdeteksi adanya kekaburan udara akibat kabut asap. Tapi, asap masih aman atau belum melewati ambang batas," ujar Rosben saat dihubungi.

Meski demikian, Rosben tetap mengingatkan masyarakat harus tetap waspada karena kabut asap bisa merusak kesehatan warga. Seperti sesak nafas atau ISPA, batuk dan penyakit lainnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Pasaman, dr Arnida. Menurutnya, kualitas udara di Pasaman masih aman dan sehat. Warga pun diminta tidak perlu khawatir.

"Untuk kualitas udara masih aman dan sehat, karena belum ada Lingkungan Hidup menyatakan bahaya," ujar Arnida.

Namun, Arnida menyarankan agar warga mengurangi aktivitas di luar rumah agar tidak terpapar penyakit yang diakibatkan oleh kabut asap.

"Banyak minum, pemakaian masker dan mengurangi aktifitas di luar rumah," pungkasnya. (h/yud)

loading...
Reporter : Yudi Lubis /  Editor : HSP

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 22 Oktober 2019 - 10:19:53 WIB

    Akibat Kabut Asap, 0,4 Ha Terumbu Karang Alami Pemutihan

    Akibat Kabut Asap, 0,4 Ha Terumbu Karang Alami Pemutihan PADANG, HARIANHALUAN.COM — Terumbu karang seluas 0,4 hektare di kawasan Pantai Manjuto, Nagari Sungai Pinang, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, tengah mengalami proses pemutihan (bleaching). Kerusakan te.
  • Rabu, 16 Oktober 2019 - 22:11:31 WIB

    Siswa di Sijunjung Diliburkan, Kabut Asap Kian Parah

    Siswa di Sijunjung Diliburkan, Kabut Asap Kian Parah SIJUNJUNG, HARIANHALUAN.COM - Setelah sebelumnya cuaca sempat sejuk lantaran hujan turun, kini sejumlah daerah kembali dilanda bencana kabut asap. Tak terkecuali Kabupaten Sijunjung. Kondisi kabut asap yang terjadi sudah san.
  • Rabu, 16 Oktober 2019 - 14:06:40 WIB

    Buat Mata Perih, Kabut Asap di Kabupaten Solok Mengkhawatirkan

    Buat Mata Perih, Kabut Asap di Kabupaten Solok Mengkhawatirkan AROSUKA, HARIANHALUAN.COM - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di negeri tetangga, kembali menyelimuti kawasan Kabupaten Solok dan sekitarnya. Bahkan kondisinya kian pekat dan masuk kepada level tidak sehat. .
  • Rabu, 16 Oktober 2019 - 13:53:43 WIB

    Kabut Asap Menutupi Bumi Markisa, Jarak Pandang 200 Meter

    Kabut Asap Menutupi Bumi Markisa, Jarak Pandang 200 Meter SOLOK, HARIANHALUAN.COM - Kabut asap kembali menutupi udara Kota Solok dan sekitarnya. Kendati beberapa hari lalu menghilang karena turunnya hujan, sekarang kabut asap kembali muncul sehingga mengganggu aktifitas masyarakat..
  • Rabu, 16 Oktober 2019 - 12:06:12 WIB

    Kabut Asap Mengkhawatirkan, Sekolah di Solsel Bakal Diliburkan 

    Kabut Asap Mengkhawatirkan, Sekolah di Solsel Bakal Diliburkan  SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Kabut asap di Solok Selatan (Solsel) pada Rabu (16/10) kian pekat dan mengkhawatiran dibandingkan kemarin, (15/10). Pelajar bakal diliburkan. Sementara itu, dilakukan pengujian kualitas udara.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]