Dari Kota Padang, Bupati Puncak Papua dan Walikota Malang  Sampaikan Pesan Damai


Jumat, 23 Agustus 2019 - 21:11:45 WIB
Dari Kota Padang, Bupati Puncak Papua dan Walikota Malang  Sampaikan Pesan Damai Bupati Puncak, Papua, Willem Wandik dan Wali Kota Malang, Jawa Timur, Sutiaji berdampingan di atas panggung sampaikan pesan damai.DANI

PADANG, HARIANHALUAN.COM— Ada pemandangan yang cukup menarik perhatian selama perhelatan Penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2019 di lapangan Kantor Gubernur Sumatera Barat, Kamis (22/8) malam. Bupati Puncak, Papua, Willem Wandik dan Wali Kota Malang, Jawa Timur, Sutiaji tampak duduk berdampingan selama jalannya acara.

Seperti yang diketahui, hubungan Papua dan Jawa Timur saat ini tengah memanas menyusul konflik berbuntut kerusuhan antara mahasiswa Papua dengan TNI. Namun dalam acara yang digelar oleh Koran Sindo tersebut, keduanya "berangkulan" dan saling melempar pesan damai.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, rakyat Papua adalah bagian dari Indonesia. Mereka memiliki hak yang sama sebagai warga Indonesia dalam menuntut ilmu. Generasi muda Papua yang kuliah di Malang menurutnya adalah pemuda-pemudi terbaik. Untuk itu, ia berharap semua bisa lulus dengan baik, dan ikut serta membangun bangsa untuk masa depan yang lebih baik.

"Kita semua adalah Indonesia dengan kebhinekaan dan keberagamannya. Tidak ada Indonesia kalau tidak ada Papua, pun tidak ada Indonesia kalau tidak ada Malang. Bersama-sama kita menjaga Indonesia, tanpa pembedaan tanpa diskriminasi, karen kita semua sama," ujarnya.

Sementara itu, Bupati Puncak, Willem juga menyampaikan, Indonesia yang terbentang dari Sabang sampai Merauke berada di bawah naungan Bhineka Tunggal Ika dan Pancasila.

"Seharusnya kita bersyukur. Kita luar biasa di bawah naungan Pancasila. Ingat bagaimana Soekarno dulu memperjuangkan negara ini dengan Pancasila," katanya.

Konflik yang melibatkan mahasiswa Papua uang berkuliah di Kota Malang, menurutnya, adalah bagian dari dinamika demokrasi. Kerusuhan bisa menjadi begitu masif, ucapnya, lantaran ada pihak-pihak tak bertanggung jawab yang sengaja memprovokasi dan memanas-manasi keadaan

Oleh sebab itu, ia meminta penegak hukum menindak tegas oknum-oknum yang mencoba meruntuhkan keutuhan Indonesia. Ia ju menambahkan, hanya pandangan dari segelintir orang yang mengatasnamakan Papua tidak berarti mewakili pandangan seluruh masyarakat Papua.

"Banyak yang mengaku orang Papua, dan berkomentar ini dan itu di media sosial. Tapi apakah pandangan mereka itu telah mewakili pandangan semua orang Papua? Jelas tidak," tukasnya. (h/mg-dan)


Reporter : DANI /  Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM