Rizieq Tuding Rezim Jokowi di Balik Pencekalan Arab Saudi


Sabtu, 24 Agustus 2019 - 20:21:14 WIB
Rizieq Tuding Rezim Jokowi di Balik Pencekalan Arab Saudi Rizieq Tuding Rezim Jokowi di Balik Pencekalan Arab Saudi Tokoh FPI Rizieq Shihab. Documen Andre Rosiade

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Sihab memaparkan alasan ia dan keluarganya yang tak kunjung pulang ke Indonesia setelah kurang lebih 2,5 tahun menetap di Mekah, Arab Saudi.

Menurut Rizieq, ia dan keluarganya saat ini dicekal Kerajaan Arab Saudi, gara-gara 'negosiasi' pemerintah Indonesia terhadap Arab Saudi. 

Hal tersebut disampaikan Rizieq melalui rekaman suara yang diputar di Milad ke-21 FPI di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (24/8).


"Allhamdulillah, dengan aneka ragam makar yang dilakukan oleh musuh-musuh kami, khususnya oleh rezim zalim dan curang yang selalu membujuk pemerintah Saudi untuk mempersulit saya selama di kota suci Mekah," ucap Rizieq.

Namun, Rizieq mengatakan pencekalan itu karena terpaksa karena untuk menjaga hubungan bilateral antara Indonesia dengan Arab Saudi.

"Allhamdulillah faktanya selama ini pemerintah Saudi hanya terpaksa mencekal saya untuk menjaga hubungan bilateral antara Saudi dan Indonesia," ungkap dia.

Di sisi lain, Rizieq mengklaim pencekalan itu sebagai bentuk perlindungan yang diberikan kerajaan kepada ia dan keluarganya.

"Sekaligus untuk memberi perlindungan keamanan kepada saya sekeluarga. Itu sebabnya dalam surat cekal kerajaan Saudi, tertulis bahwa sebab pencekalan alasannya keamanan. Alasan keamanan. Bukan pelanggaran peraturan, atau kesalahan keimigrasian, apalagi pelanggaran perdata atau pidana di Saudi," ucapnya.

Lebih lanjut ia mencurigai kepemimpinan Indonesia saat ini sedang menyiapkan rencana 'licik' untuk menjeratnya saat pulang ke Tanah Air.

"Selain itu rezim curang dan zalim saat ini masih penasaran menyiapkan aneka kasus rekayasa. Baik perkara lama atau baru untuk menangkap saya saat saya pulang atau dipulangkan nanti. Mereka akan balas dendam atas lengser dan longsornya si penista agama yang didorong rezim zalim saat Pilkada 2017," ucap Rizieq.

Rizieq telah melampaui izin masa tinggal di Tanah Suci sejak 21 Juli 2018.

Duta Besar RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengatakan masalah overstay ini yang membuat Rizieq tak bisa pulang ke Indonesia. Agus menyebut Rizieq harus membayar denda over stay terlebih dahulu jika ingin meninggalkan Saudi.

Sebelumnya, kepolisian sudah menerbitkan surat pemberhentian penyidikan perkara (SP3) untuk dua kasus yang menjerat Rizieq. SP3 diterbitkan pada 2018 lalu. 

Kasus pertama yakni dugaan penistaan Pancasila yang ditangani Polda Jabar. Kasus kedua yaitu dugaan chat mesum antara Rizieq dengan Firza Husein yang ditangani Mabes Polri.

Politikus PDI Perjuangan Zuhairi Misrawi atau Gus Mis sebelumnya menilai aneh jika upaya rekonsiliasi setelah Pilpres 2019 dikaitkan dengan pemberian jaminan kepulangan bagi Rizieq Shihab. Dia mengatakan Rizieq bisa pulang kapan saja.

Mantan Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak menilai memulangkan Rizieq dari Mekkah ke Indonesia dapat menjadi bagian dari rekonsiliasi.

"Jadi aneh saja kalau dalam rekonsiliasi itu ada poin tentang Habib Rizieq," tutur Gus Mis usai menghadiri diskusi pada Juli lalu. (h/cnn)


 Sumber : CNN Indonesia /  Editor : HSP


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM