Orangtua Siswa Mengeluh, Ada Sekolah Pungut Iuran untuk Beli Laptop


Senin, 26 Agustus 2019 - 16:35:53 WIB
PASAMAN, HARIANHALUAN.COM - Sejumlah orang tua siswa SMP Negeri 2 Panti, Nagari Panti Timur, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, mengeluhkan adanya pungutan oleh pihak sekolah untuk pembelian laptop dalam rangka kelengkapan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). 
 
Mereka keberatan dengan permintaan sekolah lewat komite, karena nominal uang yang diminta cukup besar. Besaran pungutan untuk tiap orang tua siswa di Sekolah tersebut dikenai sebesar Rp120 ribu untuk pembelian 5 unit laptop.
 
Salah satu orang tua siswa, Ujang (39) mengaku keberatan dengan beban biaya yang harus ia tanggung untuk membayar iuran pengadaan laptop sebagai fasilitas penunjang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Kuamang itu. 
 
"Jujur saya sangat kelimpungan setelah anak saya meminta uang Rp Rp120 ribu untuk iuran itu. Utang sana sini tidak dapat hasil padahal paling lambat September sudah harus lunas," kata buruh serabutan itu. 
 
Tidak hanya Ujang, orang tua siswa lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Munir (59) mengaku kecewa dengan keputusan pihak sekolah yang meminta uang sumbangan kepada seluruh siswa untuk keperluan pembelian lima unit laptop di sekolah itu. 
 
Tak punya pilihan lain, pekerja bangunan itu akhirnya melunasinya dengan cara meminjam uang ke toke tempat dia bekerja. Jika tidak segera dibayarkan, anaknya mengancam tidak akan sekolah lagi. 
 
"Saya sangat keberatan. Seharusnya uang sebanyak itu dibebankan kepada orangtua yang anaknya dikelas tiga saja, bukan seluruh tingkatan yang harus bayar. Saya pun terpaksa bayar uang toke untuk bayar," ujarnya. 
 
Orang tua siswa lainnya malah mempertanyakan, bukankah perlengkapan UNBK pada umumnya dipenuhi oleh pemerintah sebagai bentuk sarana pendidikan untuk para siswa. Jadi, pungutan itu, kata dia, bisa dibilang illegal dan sangat memberatkan orang tua siswa.
 
"Pungutan itu harus dihapuskan. Jangan semua orang tua siswa diberatkan," kata mereka. Untuk diketahui jumlah siswa di sekolah itu berjumlah 425 orang.  
 
Terpisah, Kepala SMP Negeri 2 Panti, Gundur membantah pihaknya yang mematok besaran nominal sumbangan pengadaan laptop oleh orang tua siswa di sekolah itu. Melainkan hasil kesepakatan antara komite sekolah dengan orang tua siswa. 
 
"Besaran nominal sumbangan itu ditentukan oleh komite dengan orang tua siswa, mereka yang bagi. Kami (sekolah) hanya memfasilitasi saja," ujar Gundur saat dihubungi, Senin (26/8).
 
Dikatakan, pengadaan 5 unit laptop itu untuk mencukupi kekurangan laptop di sekolah itu. Pasalnya, kata dia, dalam waktu dekat sekolah itu akan menerima bantuan laptop sebanyak 40 unit dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasaman. 
 
"Kami dapat sumbangan laptop untuk UNBK dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 40 unit. Masih Kurang 5 unit lagi, supaya bisa melaksanakan UNBK tiga sift. Sementara jumlah siswa kelas III sebanyak 138 orang siswa," katanya. 
 
Seharusnya, kata dia, tahun lalu sekolah itu sudah harus melaksanakan UNBK. Tapi tidak terlaksana karena keterbatasan perangkat komputer di sekolah itu. Kekurangan laptop itubsudah ia sampaikan ke komite. Solusinya, per wali murid, dikenakan pungutan. 
 
"Dikumpul pun laptop guru-guru, tidak mencukupi untuk UNBK. Dan, tahun ini sekolah kita kembali ditunjuk sebagai sekolah pelaksanana UNBK. Ke komite, saya bilang, mau tidak mau tahun ini anak-anak harus UNBK. Tapi kita masih kekurangan laptop," pungkas Gundur. (h/yud)
 
 


Reporter : Yudi Lubis /  Editor : HSP


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM