Sambut Munas, BKKBN Sumbar Bersama Koalisi Kependudukan Gelar Seminar 


Senin, 26 Agustus 2019 - 16:48:36 WIB
Sambut Munas, BKKBN Sumbar Bersama Koalisi Kependudukan Gelar Seminar  erwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumbar bekerja sama dengan Koalisi Kependudukan Indonesia tingkat Sumbar melaksanakan Seminar Kependudukan, Senin (26/8). YESI

PADANG,HARIANHALUAN.COM-Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat bekerja sama dengan Koalisi Kependudukan Indonesia tingkat Provinsi Sumatera Barat melaksanakan Seminar Kependudukan, Senin (26/8). 

Seminar yang digelar dalam rangka menyambut Munas Koalisi Kependudukan Indonesia pada bulan September mendatang di Tangerang Banten ini dilaksanakan agar dapat menangkap issu-issu yang berkembang ataupun permasalahan kependudukan yang harus segera ditindaklanjuti.

"Melalui seminar ini, ada kesiapan dari para pemangku kebijakan dan stakeholder lainnya dalam memberikan kebijakan yang tepat sasaran," ungkap Kepala perwakilan BkkbN Sumbar Syahruddin.

Ia menambahkan, Isu-isu yang saat ini harus segera kita respon adalah revolusi industri 4.0, di mana masyarakat sudah dihadapkan pada era digitalisasi, di mana informasi up to date hampir selalu di genggaman setiap orang dengan teknologi smart phone-nya. 

"Hampir seluruh aktivitas orang saat ini dapat dengan segera terpantau dan termonitor oleh orang-orang yang berkepentingan di era digitalisasi ini. Saat ini, berdasarkan data e-marketer, pengguna smartphone di Indonesia dari tahun 2016-2019 meningkat cukup tajam dari 65,2 juta menjadi 90 juta. Menyikapi kompleksitas tersebut, dampak penggunaan tekhnologi terhadap penduduk adalah perilaku dan kesiapannya. Kondisi seperti ini tentunya menjadi tantangan berbagai sektor, seperti sektor pendidikan, kesehatan, angkatan kerja dan lain-lain, termasuk juga sektor yang menangani Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga, agar mampu mengikuti perkembangan tekhnologi," kata dia.

Lebih lanjut disampaikan Syahruddin, tantangan ini tentunya harus disikapi menjadi peluang bagi program BKKBN.

"Bagaimana kita sebagai komunitas yang peduli dengan kependudukan dan sudah menjadi tugas menginformasikan pengetahuan kepada masyarakat harus mengubah cara, agar informasi ini dapat diterima dan diadaptasi melalui tekhnologi. Caranya adalah kita harus menyediakan informasi dalam media yang mudah didapat masyarakat dan mudah dimengerti dan yang lebih penting mudah dilakukan," ucapnya lagi.

Terpisah, Sonny Harry B Harmadi, Ketua Umum Koalisi Kependudukan Indonesia yang menjadi pembicara dalam seminar tersebut menjelaskan seputar SDM unggul yang akan mewujudkan Indonesia maju kedepannya.

"Sesuai dengan tagline HUT ke-74 tahun Indonesia yaitu SDM unggul Indonesia maju, pertama yang harus menjadi perhatian adalah defenisi SDM unggul itu sendiri. Di era digitalisasi zaman sekarang SDM sangat mudah dipengaruhi. Perlu diketahui, bahwa SDM unggul itu, tidak hanya yang pendidikannya tinggi, dan berfisik sehat, tapi harus berhati Indonesia. Banyak yang berpendidikan dan berfisik sehat tapi malah membuat gaduh, menybar berita bohong (hoax) dan memecah belah Indonesia," jelasnya.

Makna pendidikan di Indonesia menurut Sonny, juga hendaknya diubah. "Di indonesia, pendidikan seseorang hanya dianggap sebagai status sosial, ketimbang memikirkan manfaat dan apa yang bisa diperbuat oleh seseorang yang pendidikan tersebut. Stigma seperti itu yang harus diubah oleh SDM unggul. Terlebih Indonesia pada 2045 mendaang di 100 tahun usianya, diperkiran akan mengalami bonus demografi. Bonus demografi itu artinya, kita memperoleh manfaat dengan kelebihan demografi penduduk. Bonus demografi akan menjadi bonus lompatan kemajuan Indonesia kedepannya," kata dia.

Narasumber lain, Prof. Helmi yang merupakan akademisi dari Universitas Andalas mengatakan pentingnya pembangunan manusia sebagai suatu proses yang tidak pernah berhenti.

"Pendidikan tinggi masih ke status sosial bukan untuk menjadi manusia yang kompetitif dan berdaya saing dan inovatif. Olehkarenanya sebagai suatu proses yang tidak pernah berhenti, dalam proses pembangunan manusia dibutuhkan skill/kecakapan di masa depan," kata dia.

Skil tersebut, dijelaskan Helmi antara lain berupa kepemimpinan dan tanggungjawab, etika moral, produktifdan mampu beradaptasi, interaksi sosial, pemecahan masalah, kreatif, memiliki rasa penasaran, berani mengambil resiko, mampu berkomunikasi efektif, dan bekerja sama. (h/mg-yes)


Reporter : YESI /  Editor : DNJ


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM