Bendi, Nasibmu Kini, Dulu Ditunggu, Kini Tak Lagi Dilirik


Senin, 26 Agustus 2019 - 16:53:22 WIB
Bendi, Nasibmu Kini, Dulu Ditunggu, Kini Tak Lagi Dilirik Alat transportasi bendi di Kota Pariaman.

Bendi merupakan salah satu sarana transportasi tradisional yang keberadaannya kini mulai ditinggalkan. Pasalnya, perkembangan zaman saat ini merubah berbagai jenis angkutan atau alat transportasi di Sumatera Barat baik angkot, angdes, dan ojek online hingga taksi membuat keberadaan bendi ini mulai terhempas. Tak ayal, alat transportasi bendi ini kini kondisinya bak “iduik sagan mati dak amuah”.

 

Laporan: Yuhendra – Kota Pariaman

 

Hal ini setidaknya dirasakan oleh pemilik bendi di Kota Pariaman. Minimnya peminat moda transportasi lama itu kini membuat kehidupan pemilik bendi itu mulai ketar ketir. Untuk tetap mempertahankan keberadaan bendi di Kota Pariaman, saat ini pemerintah berencana menjadikan bendi sebagai anggotan wisata di kawasan wisata Kota Pariaman.

Bendi merupakan salah satu jenis angkutan tradisional yang menggunakan hewan kuda sebagai penariknya dan gerobak yang dikemas sedemikian rupa sebagai tempat atau rumah bagi penumpangnya.

"Kita memiliki suatau kebudayaan transportasi yaitu bendi, sekarang sudah bisa dikatakan hampir mati, untuk itu recananya bendi tersebut akan kembangkan lagi untuk menjadi transportasi wisata," kata Walikota Pariaman, Genius Umar di Pariaman, Senin (26/8).

Ia mengatakan, untuk mengakomodir bendi yang ada di Pariaman itu, saat ini para kusir bendi telah membikin asosiasi bendi Pariaman. Setidaknya saat ini masih tersisa 8 bendi yang ada di Kota Pariaman, semuanya akan dijadikan sebagai transportasi wisata.

"Ada 8 bendi yang tersisa di Pariaman saat ini, mereka juga telah membikin asosiasi. Nanti bendi ini akan melintasi objek wisata pariaman dan akan ditambah satu kreta kencana untuk membawa wisatawan," katanya.

Namun, Genius memiliki cacatan khusus untuk bendi yang ada di Pariaman. Karena bendi ini akan melintasi jalanan kota dan objek wisata, maka ia meminta agar pemilik bendi menjaga kotoran kuda yang membawa bendi tersebut.

"Ada catatan kepada kusir bendi agae menjaga kebersihan kota, dengan cara membikin penampung kotoran kuda pada setiap bendi tersebut, agar kotoran kuda tidak berserakan di jalan umum," katanya.

Sementara, Bismar (54) Tahun seorang kusir bendi asal Balai Naras mengatakan bendi mulai berkurang di Kota Pariaman ini disebabkan tidak banyak peminatnya, para penumpang lebih memilih untuk naik jenis transportasi lain.

“Saya sudah bekerja jadi kusir ini lebih kurang 30 tahun lamanya dengan pendapatan sehari-hari zaman dulu sekitar Rp30.000. Dan untuk saat ini, setelah mangkal di Pantai Gandoriah penghasilan saya seharinya bisa mencapai Rp150.000. Sesuai dengan kondisi yang ada sekarang,” lanjut bapak dari 4 orang anak ini.

Dari penghasilannya jadi kusir bendi selama inilah pak Jon nama panggilan yang sering ditujukan padanya, menjadi penopang hidup bagi keluarganya.

 

Ia juga menerangkan bahwa dari penghasilannya yang didapat saat ini berasal dari carteran penumpang yang ingin keliling Kota Pariaman dengan menggunakan bendi, biaya carteran disesuaikan juga dengan jarak lokasi yang ditempuh dengan tarif paling banyak Rp50.000 untuk semua bendi yang mangkal di pantai gandoriah, sedangkan untuk umum yang ingin di antar pulang kerumahnya tarif yang dikenakan melihat banyaknya penumpang, kalau penumpang yang diantar ada berjumlah lima orang maka tarifnya sebanyak Rp30.000 dan untuk penumpang yang mau diantar sendiri saja dikenakan tarif sebanyak Rp20.000.

“Mengenai tarif atau biaya yang dikenakan pada penumpang saya tidak pernah mendapatkan keluhan dari penumpang karena semua harga sama untuk semua bendi yang mangkal di Pantai Gandoriah sesuai dengan perjanjian dan izin yang telah diberikan oleh Dinas Pariwisata dan Budaya serta Dinas Perhubungan Kota Pariaman,” jelasnya lebih lanjut. (h/*)

 


Reporter : Yuhendra /  Editor : HSP


Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com
BERITA TERKAIT

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM