Program Desa Binaan, PKSBE Lirik Batu Hampar Sebagai Destinasi Wisata Religius


Selasa, 27 Agustus 2019 - 10:22:00 WIB
Program Desa Binaan, PKSBE Lirik Batu Hampar Sebagai Destinasi Wisata Religius Makam yang dibangun 7 syeikh merupakan Kakek Buyut Bung Hatta secara turun temurun hingga ke ayah Bung Hatta. YESI

PADANG, HARIANHALUAN.COM-Pusat Kajian Sosio Budaya dan Ekonomi (PKSBE) Fakultas Ilmu Sosial UNP membuat suatu terobosan melalui program Desa Binaan di Nagari Batu Hampar 50 Kota sebagai Destinasi Wisata Religius di Sumbar.

Dibawah pimpinan Mestika Zed selaku Direktur, pusat kajian dan penelitian yang sudah memiliki jejaring hingga ke luar negeri ini, melakukan serangkaian kerja lapangan untuk berbagi pengalaman tentang tata kelola wisata yang cocok untuk nagari Batu Hampar.

"PKSBE telah melakukan program Desa (Nagari) binaan yang fokus ke wisata religius di Nagari Batu hampar 50 kota. Desa Binaan merupakan kegiatan yang unik dan terobosan yang belum dilakukan oleh lembaga riset di tempat lain. Dengan standarisasi wisata religi yang sudah ada, kita ingin menjadikan Batu Hampar sebagai destinasi wisata religius secara standar," ungkap Mestika Zed, kepada awak Harianhaluan.com, Senin (26/8).

Ia menuturkan, pemilihan Batu Hampar karena merupakan kampung halaman orangtua Bung Hatta, yang disana terdapat bangunan kubur/makam yang dibangun 7 syeikh yang merupakan Kakek Buyut Bung Hatta secara turun temurun hingga ke ayahnya. Makam yang memiliki arsitektur yang bagus dan tersebut terus terjaga arsitekturnya hingga sekarang, sehingga dapat meningkatkan nilai potensi wisatanya jika dikelola dan diberdayakan dengan baik.

Selain itu, disana juga terdapat budaya yang terus dipertahankan dan dapat menjadi daya tarik nagari Batu Hampar sebagai destinasi wisata religi.

"Ada tiga budaya religi yang terus terjaga di Batu Hampar, yaitu ziarah heritage kubur yang bangunannya terus terjaga, tradisi suluak/ tradisi tarekat Naqsabandiyah, zikir kolektif yang selalu dihadiri ribuan masyarakat disana, dan bermalam disitu. Mungkin ramainya sekira aksi 212 yang di Monas kemarin," ucapnya.

Kalau itu dikelola dengan baik, dan difasilitasi serta dikreasikan dengan iven-iven dapat meningkatkan potensi wisata daerah. 

Kedepan, Mestika Zen bersama tim nya berencana ada daya tarik berupa museum yang memperkenalkan peninggalan-peninggalan Syaikh yang dimakamkan dan membangun arsitektitur makam heritage tersebut.

"Cepat atau lambat kita harus menyelamatkan aset daerah kita, sehingga tujuan kita dengan adanya Desa binaan ini kedepannya, kalau mau wisata religi pilihannya Batu Hampar," tutupnya. (h/mg-yes)

loading...
Reporter : YESI /  Editor : DNJ

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]