Gegara Dokter Kandungan Mogok? Pelayanan Kebidanan di RSUD Lubuksikaping Dihentikan


Rabu, 28 Agustus 2019 - 21:59:26 WIB
Gegara Dokter Kandungan Mogok? Pelayanan Kebidanan di RSUD Lubuksikaping Dihentikan Surat Direktur RSUD Lubuksikaping. IST

PASAMAN,HARIANHALUAN.COM--Pelayanan kebidanan di RSUD Lubuksikaping, dihentikan sementara, terhitung Rabu (28/8). Sejumlah pasien kebidanan yang akan menjalani Sectio Caesar (SC) atau operasi melahirkan bisa menjadi terlantar. 

Penghentian pelayanan kebidanan untuk sementara waktu di RSUD Lubuksikaping tertuang dalam surat bernomor:440/1091/Yanmed/RSUD/VIII/2019, ditandatangani oleh Direktur RSUD Lubuksikaping, dr Yong Marzuhaili, ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan setempat. 

Dari informasi yang beredar, berhentinya pelayanan kebidanan di rumah sakit itu kepada pasien diduga karena dua dokter kandungannya melakukan aksi mogok kerja. Pasalnya, permintaan kenaikan jasa pelayanan medis oleh kedua dokter spesialis kandungan tidak digubris oleh manajemen rumah sakit. 

Disisi lain, sejumlah pasien kebidanan yang tengah menjalani perawatan dan akan menjalani sectio caesar (operasi) di rumah sakit itu terpaksa dirujuk kesejumlah rumah sakit lain, di Kota Bukittinggi dan Padang. 

Direktur RSUD Lubuksikaping, dr Yong Marzuhaili mengatakan, surat pemberitahuan itu ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan. Dengan tujuan, agar disampaikan kepada seluruh Puskesmas, sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). 

"Jika ada pasien kebidanan yang membutuhkan pelayanan dokter spesialis kandungan agar merujuk pasien tersebut ke rumah sakit lain yang dapat memberikan pelayanan kebidanan," ujar dr Yong. 

Hal itu sehubungan dengan rumah sakit itu tidak dapat memberikan pelayanan kebidanan untuk sementara waktu kepada para pasien, dikarenakan sesuatu hal. 

"Supaya disampaikan ke masyarakat. Ini penting, biar pasien kebidanan tidak dirujuk dulu ke RSUD Lubuksikaping," katanya. 

Ia mengatakan, tidak memahami motivasi dari kedua dokter spesialis kandungan itu sehingga enggan melayani pasien. Padahal, kata Yong, hak dan fasilitas bagi kedua dokter spesialis itu selalu dipenuhi oleh rumah sakit dengan baik. 

"Jasa pelayanan medis mereka yang dibayarkan rumah sakit berkisar Rp654 ribu sampai Rp968 ribu per pasien SC. Besaran JM tergantung dari kelas. Semakin tinggi kelas pasien saat SC, maka JM yang diterima semakin besar pula," katanya.

Selain itu, kata dia, rumah sakit juga memberikan fasilitas rumah dinas, mobil dinas kepada setiap dokter spesialis. Selain jasa medis, masing-masing dokter spesialis di rumah sakit itu juga menerima tunjangan tambahan penghasilan (TPP) sebesar Rp15,9 juta. 

Sebagai pimpinan di rumah sakit itu, dia sudah pernah memperingati kedua dokter spesialis kandungan itu agar bekerja lebih profesional dan menjunjung tinggi kode etik kedokteran. 

"Saya sebagai direktur sudah pernah menegur tindakan ke dua dokter saya itu. Bahkan, surat peringatan tertulis juga sudah saya layangkan. Besok, mereka kita panggil lagi. Ini akan kita rapatkan dengan komite etik di rumah sakit," kata Yong kepada Haluan. 

Sekedar informasi, jasa pelayanan medis untuk dokter spesialis kandungan di RSUD Lubuksikaping tergolong besar, bila dibandingkan dengan sejumlah rumah sakit di bebebrapa daerah lain di Sumatera Barat,  hanya berkisar Rp420 ribu hingga Rp535 ribu.  (h/yud)

Reporter : YUD /  Editor : DNJ
Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]