IN MEMORIAM H.ABDUL RAHMAN, Pahlawan Terakhir Harimau Kuranji


Kamis, 29 Agustus 2019 - 22:18:40 WIB
IN MEMORIAM H.ABDUL RAHMAN, Pahlawan Terakhir Harimau Kuranji Pemakaman jenazah A. Rahman  pada 27 Agustus 2019 di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara Lolong, Padang. IST

Oleh:  Indra Sakti Nauli

PADANG,HARIANHALUAN.COM- Abdul Rahman (96 tahun), boleh disebut pahlawan terakhir dari pasukan Harimau Kuranji. Meski berusia lanjut, ingatannya tentang perjuangan kemerdekaan masih kuat. Sering diwawancarai  oleh mahasiswa yang menulis skripsi dan tesis untuk kuliah akhir. Selasa pagi 27Agustus 2019, A.Rahman meninggal dunia di rumah sakit BMC Padang. Inna lillahi wa inna illaihi rajiun

 

Rumah di pertigaan Jalan Wahidin dan Sisingamangaraja Padang, Selasa siang sontak ramai. Biasanya rumah itu terlihat sepi. Kalau pun ramai, sekali waktu terlihat sejumlah orang di teras, mendengar cerita lelaki bersarung berbadan gempal kepada tetamu yang datang.

Lelaki yang sering dikunjungi itu adalah Abdul Rahman. Namanya sering ditulis A.Rahman. Dikalangan kawan-kawan seperjuangannya dijuluki Rahman Kompong. Dijuluki Rahman Kompong karena satu ibu jari kakinya putus terkena granat sewaktu mempertahankan kota Padang dari serangan Belanda di kawasan Lubuk Begalung. Hilangnya satu ibu jari kaki kiri Rahman sebagai bukti kejuangan yang dibawa hingga meninggal.

“Papa tak ada sakit. Dua minggu lalu masih diwawancarai TVRI tentang kisah-kisah perjuangan merebut kemerdekaan. Saya yang mendampingi papa bercerita penuh semangat,” ujar putra sulung almarhum, Dr.Ardizal Rahman. Sp.M berkisah hari-hari terakhir ayahandanya.

Menurut Ardizal, Senin malam selepas shalat Magrib, dia dikabari ayahnya susah bernafas, karena ada gangguan lendir di tenggorokan. Malam itu juga tindakan diambil dengan membawa ke rumah sakit. Berbagai peralatan medis dipasang. Upaya dilakukan untuk membuat nafas A.Rahman kembali normal. Sayangnya Allah, batas usia yang sudah ditentukan sampai pada waktunya. Tepat pukul 08.52 WIB, A.Rahman menghembuskan nafas terakhir dilepas oleh  keluarga. Inna lillahi wa inna illaihi rajiun..

Selasa pagi, 27 Agustus 2019, sebetulnya ada peristiwa monumental yang rencananya akan diikuti A.Rahman. Yakni pengukuhan Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 Sumbar di aula Gubernuran Sumbar. Acara dihadiri oleh Wakil Presiden ke 6 Jenderal (Purn) Try Sutrisno. Kebetulan Ardizal Rahman dikukuhkan sebagai Sekretaris di organisasi yang dipimpin Mayjen TNI (Purn) Amril Amir Dt.Palindih.

Mengenang sosok A.Rahman, berbilang kertas tak kan cukup untuk menulis kisah-kisah perjuangan di masa merebut kemerdekaan dulunya.

Bersama kawan seperjuangan yang sudah mendahuluinya seperti Ahmad Hosen, Jamaluddin Wak Ketok, Dt.Machudum, Mansur MRM, Abdullah Anjang, Maksum dll, perjuangan tercatat dalam kisah-kisah sejarah pertempuran di kota Padang menghadang Belanda. Seperti kisah pertempuran di kawasan Rimbo Kaluang Padang (kawasan GIR H.Agus Salim sekarang), pertempuran di Bandar Olo (depan Bank Nagari), di Lubuk Begalung dan tempat lainnya.

Ketika Dewan Banteng dipimpin Kolonel Ahmad Hosen, A.Rahman dipercaya memegang salah satu komandan kompi. Jabatan terakhir adalah Komandan Kompi Komando Banteng Sumatera Tengah dengan pangkat Letnan Satu Infantri,

Tahun 1962 dengan pangkat Letnan Satu inilah A.Rahman pensiun. Selepas pensiun itulah A.Rahman memulai “hidup baru” di negeri yang serba susah. Kalau saja meminta-minta materi kepada pemerintah tentu bisa.  Tapi A.Rahman tidak mau. Dia memulai hidup dengan  berjualan minyak goreng di bawah pasar bertingkat Padang Teater dengan nama Toko Basamo.

Dengan usaha menjual minyak goreng, A.Rahman menghidupi 8 orang anaknya. Dari 8 orang anaknya buah pernikahan dengan Hj.Alamsiah (90 tahun), A.Rahman telah dikaruniai 24 orang cucu dan 12 orang cicit.

“Pesan papa yang selalu kami ingat, Jadilah patriot untuk bangsa dan Negara ini,” sebut Ardizal didampingi adik-adiknya mengisahkan amanah almarhum.

Bukti kejuangannya A. Rahman semasa hidupnya terlihat dari piagam-piagam penghargaan yang diterima. Mulai dari yang ditandatangani Presiden Soekarno, Presiden Suharto, sejumlah Panglima ABRI, para Menteri Pertahanan RI tersimpan di arsip keluarga. Di dinding rumah, foto2 sewaktu menerima penghargaan itu terpajang banyak..

Tembakan salvo oleh enam prajurit Batalion 133/Yudhasakti bakda Ashar 27 Agustus 2019 di Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara Lolong, menandai turunnya perlahan peti jenazah ke bumi pertiwi dalam sebuah upacara yang dipimpin Dan Ramil Padang Timur Mayor P. Simbolon, Spd. Selamat Jalan Harimau Kuranji. (*)

loading...
 Editor : DNJ

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 16 September 2020 - 09:25:01 WIB

    Audy Joinaldy Inspirasi Pemuda dan Milenial

    Audy Joinaldy Inspirasi Pemuda dan Milenial Pemuda dan milenial Sumbar perlu memberikan apresiasi dan bangga diri dengan banyaknya tokoh petani atau peternak muda yang tampil di dunia politik Sumbar untuk mambangkik batang tarandam potensi alam Sumbar. Diantaranya pada.
  • Sabtu, 05 September 2020 - 14:28:10 WIB

    Puan Maharani harus Minta Maaf kepada Masyarakat Sumbar

    Puan Maharani harus Minta Maaf kepada Masyarakat Sumbar Belum lama ini, pernyataan elite Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menuai kontroversi di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tepat pada Rabu (2/9/2020) ketika mengumumkan Mulyadi dan Ali Mukhni sebagai usungan.
  • Jumat, 04 September 2020 - 18:57:36 WIB

    Ekosistem Esports di Indonesia Perlu Dibentuk Lebih Positif Lagi

    Ekosistem Esports di Indonesia Perlu Dibentuk Lebih Positif Lagi Ekosistem esports di Indonesia sudah berkembang dengan sangat pesat, baik dari komunitas, penggiat, esports provider hingga asosiasi. ROW sendiri juga terus berupaya untuk mengembangkan ekosistem esports ke arah yang lebih ba.
  • Sabtu, 29 Agustus 2020 - 14:33:08 WIB

    Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak di Era Revolusi Industri 4.0

    Peran Orang Tua Dalam Mendidik Anak di Era Revolusi Industri 4.0 Orang tua merupakan satu hal terpenting dalam pendidikan anak karena anak dibesarkan dan dibimbing oleh orang tua. Berdasarkan fakta di lapangan yang kami temui menyatakan bahwa orang tua pada era generasi milenial  memilih .
  • Jumat, 07 Agustus 2020 - 10:50:26 WIB

    Faldo Maldini Seperti Michael Jordan?

    Faldo Maldini Seperti Michael Jordan? Buat pengguna Netflix, baru-baru ini dihebohkan oleh serial dokumenter "The Last Dance". Cerita ini tentang dream team yang dimiliki oleh Chicago Bulls, dari tahun 1980-an hingga jelang tahun 2000. Tokoh utamannya adalah Mich.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]