Mantan Direksi Telkomsel Bicara Tentang Papua,“Saya Prihatin dan Teramat Sedih”


Jumat, 30 Agustus 2019 - 14:19:16 WIB
Mantan Direksi Telkomsel Bicara Tentang Papua,“Saya Prihatin dan Teramat Sedih” Garuda Sugardo

Catatan: Garuda Sugardo - Mantan Direksi Telkomsel

Kerusuhan yang terjadi di Jayapura pada hari Kamis (29/8) hingga terjadi pembakaran oleh massa membuka kenangan lama Garuda Sugardo, yang penah bertugas di Irian Jaya (sekarang Papua dan Papua Barat) pada tahun 1991-1998, sebagai pimpinan Wilayah Telkom XII Irian Jaya.

Dua tahun menetap bersama keluarga di sana, sedikit banyak saya cukup mengenal kondisi masyarakat dan mimpi orang Papua.

Saya (dan keluarga) tentu saat ini bersedih dan prihatin dengan kondisi amuk di Papua, terutama ketika membaca dan melihat foto GraPari Telkom di Jayapura hangus dibakar massa.

Kantor Telkom Group nan megah di Base G dan Kantor Pelayanan GraPari yang berarsitektur indah di Jalan Koti, adalah "peninggalan" saya.

Saya bertugas di sana, atas penugasan dari Dirut Telkom (alm) Cacuk Sudarijanto. Mayjen (purn) A.A. Nasution dan Kol (purn) A. Purwo adalah saksi hidup ketika saya berhasil mengotomatisasikan sistem telepon engkol di seluruh Papua, selesai pada tahun 1991.

Seperti Anda, saya pun amat mencintai Papua. Ketika saya bertugas sebagai Direktur Telkomsel, saya kukuh mengudarakan sinyal Telkomsel di Ibukota Irian Jaya, Jayapura, pada tanggal 11 November 1996. Bahkan 2 September 1997, saya nekad mengoperasikan layanan Telkomsel di tanah terujung Timur, Merauke.

Anda tahu, atas kepedulian saya pada Papua, maka setiap hari saya harus bersitegang otot dengan pemegang saham Telkomsel 17,5% yaitu PTT Belanda. Komisaris Mayjen Nasution amat mencermati perjuangan merah putih ini, demi memerdekakan Papua dari keterisolasian akses sekaligus menikmati teknologi yang setara dengan Jakarta. Investor Belanda, saat itu amat menentang upaya Telkomsel mengcover Papua dengan sinyal seluler GSM.

Pemborosan, nggak ngerti bisnis, sok nasionalis dan segala macam umpatan londo saya hadapi tegar dengan komitmen membangun masyarakat informasi di Papua.

Pagi ini saya mendengar kabar, tidak hanya GraPari yang hangus dan rusak, tetapi sinyal seluler pun meredup. Temans warrior Telkomsel pun mulai diungsikan ke Makassar.

Saya prihatin dan teramat sedih.

Apa salah Telkomsel, sehingga harus menerima musibah dari kerusuhan di Papua? Sahabat, Telkomsel adalah dominant operator di Papua. Pace-mace dan ipar-ipar di sana merasa terhormat dapat menikmati komunikasi siber dan akses internet melalui ponsel dan akses Telkomsel. Ketika akses internet dilemotkan dan diblokir, karuan Papua terisolasi. Putaran waktu di Papua sana dipaksa mundur, kembali pada masa seperempat abad yang silam. No akses, no intetnet. Saya tahu, Anda terbiasa berpuasa Senin-Kamis, tapi di era digital milenia ini, mampukah Anda berpuasa internet?

GraPari Telkomsel kini hangus. Ia adalah korban dari kebijakan yang kurang bijak. Menangani keterisolasian telekomunikasi Papua sejatinya harus dengan nurani. Bila kita memang bersaudara dan tulus membangun Papua, jangan cekik azasi akses mereka. Gunakan hati dan ayomi mereka, seperti kita memberi akses ponsel kepada anak-anak kita.

Semoga suasana kondusif dan damai, segera kembali hadir di Papua.

 

Salam

Garuda Sugardo

loading...
Reporter : Djamalis /  Editor : HSP

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 10 Juli 2019 - 11:31:58 WIB

    Beda Nasib, Beda Status  Mantan Ketua BPPN Syafrudin dan Pegawai Honorer Baiq Nuril

    Beda Nasib, Beda Status  Mantan Ketua BPPN Syafrudin dan Pegawai Honorer Baiq Nuril HARIANHALUAN.COM-DUA putusan  Mahkamah Agung (MA)  hari ini memantik pendapat pro dan kontra dikalangan pakar dan warga. Putusan itu adalah tentang kasasi Baiq Nuril pegawai  honorer, dan   Syafrudin  Arsyad Temenggung, .
  • Rabu, 12 September 2018 - 14:47:42 WIB

    Mantan Napi Ungkap Resep Ganja Beracun Serangga

    Mantan Napi Ungkap Resep Ganja Beracun Serangga Ganja, dalam UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika termasuk golongan I. Dalam peredarannya, ganja yang paling banyak dipakai oleh orang yang ingin mencoba narkoba untuk pertama kalinya..
  • Kamis, 17 Desember 2015 - 04:07:06 WIB
    AKBP H Hendrajoni SH MH

    Mantan Polisi Itu Jadi Bupati Pesisir Selatan

    Mantan Polisi Itu Jadi Bupati Pesisir Selatan Hit andalan vokalis grup selawat Tabina 165, Lisda Rawdha berjudul ‘Pulanglah Uda’. Entah apa maksud Lisda memilih lagu yang dipopulerkan Hetty Koes Endang tersebut. .

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]